Pria Asing Penghasut di Poco Leok Diduga Bergabung Dengan Komunitas Anti Pemerintah

Pria Asing Saat Menyusup di Aksi Damai Warga Poco Leok di Depan Kantor DPRD Kab. Manggarai. Foto: Riky Huwa.

Ruteng, Pijarflores.com – Seorang pria dan wanita asing yang ikut unjuk rasa menolak pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Poco Leok, Kabupaten Manggarai, NTT, yang turut menghasut warga diduga bergabung dengan organisasi Komunitas Anti Pemerintah. Sabtu, 2/9/2023.

Informasi yang dihimpun media ini, kedua orang asing tersebut terdiri dari FH yang merupakan warga Palembang dan YGP warga asal Bayunmas.

FH adalah seorang staf Depertemen Riset dan Kampanye (Peneliti Lapangan). Semenjak masa kuliah, FH juga diduga bergabung dalam Komunitas Anti Pemerintah.

FH juga aktif dalam aksi unjuk rasa yang tertanggal 9 Agustus 2023 di Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Manggarai, dalam rangka menolak kegiatan Geothermal di wilayah Poco Leok sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh pemerintah.

YGP yang merupakan warga Bayunmas, juga ikut menghasut warga Poco Leok untuk menolak pembangunan Geotermal.

Keduanya merupakan pasangan suami istri, dan baru-baru ini datang di wilayah Poco Leok dalam rangka melakukan kegiatan penelitian berjudul Pertanian Masyarakat Adat Poco Leok.

Selama melaksanakan penelitian di wilayah Poco Leok, FH dna YGP tinggal di Kepala Desa Mocok Benediktus Nagur.

Sebelumnya warga Poco Leok, yang melihat keberadaan orang asing itu mengatakan, bahwa keberadaan mereka sangat mengganggu aktivitas warga di wilayah pengembangan unit 5-6 PLTP Poco Leok.

Dan warga Poco Leok mengaku jika selama ini pria tersebut mendatangi sejumlah rumah warga. Ia membujuk mereka agar menolak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) itu.

Pada Selasa, 29 Agustus 2023 petang, tampak pria asing tersebut mendatangi rumah milik Nanas Nggodang di gendang Mano. Kepada warga pria itu mengaku kehadirannya di wilayah Poco Leok, untuk melakukan praktek.

Warga gendang Mano yang sempat pantau pergerakan pria asing itu mengaku, kehadiran pria asing mengajak warga untuk menolak pembangunan PLTP Ulumbu pasca aksi demo belum lama ini.

Karenanya, warga Poco Leok pun mendesak Kepolisian Resort (Polres) Manggarai agar segera menangkap pria asing tersebut.

“Kami meminta pihak Polres Manggarai agar segera menangkap pria asing tersebut. Mereka itu provokator sebenarnya yang buat perpecahan di tengah masyarakat,” ujar warga kepada wartawan yang namanya tak mau disebutkan.

Mirisnya lagi jelas sumber ini, selama ini pria asing bersama teman-temannya masuk ke semua gendang yang mendukung pembangunan PLTP Ulumbu di Poco Leok untuk berubah sikap untuk menolak PSN Poco Leok.

“Mereka sangat berbahaya pak, selama ini kerjanya keluar masuk gendang yang mendukung agar berubah sikap jadi menolak,” pungkasnya.

Penulis: Riky Huwa

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!