Kasatker BWS Nusa Tenggara II FHO Proyek Bendungan Wae Reca yang Gagal Konstruksi

Kondisi Bendungan Wae Reca yang Rusak. Foto: Ist.

Borong, Pijarflores.com – Kasatker Balai Wilayah sungai (BWS) Nusa Tenggara II diduga secara terpaksa FHO proyek Bendungan Wae Reca tahun 2021. Sabtu (14/10/2023).

Disampaikan oleh staf BWS Nusa Tenggara II kepada media ini, bahwa Kasatker pada tahun 2021 sengaja FHO proyek Bendungan Wae Reca dalam keadaan rusak. 13/10/2023.

Menurutnya saat FHO di tahun 2021, Kasatker sudah mengetahui bahwa di lokasi Bendungan Wae Reca ada beberapa titik bendungan yang terindikasi rusak parah tetapi mereka tidak hiraukan hal tersebut.

“Kasatker tahu itu pekerjaan masih ada yang rusak saat itu, tapi proyek Bendungan Wae Reca itu tetap di FHO pada tahun 2021, mereka (Kasatker dan Rekanan) saling kenal,” tutur staf BWS ke media ini.

Dirinya menjelaskan kalau saat itu Kasatker juga mengetahui kalau proyek itu gagal konstrusi.

“Mereka tahu (Kasatker) itu proyek gagal konstrusi, tapi mereka tetap FHO, karena rekanannya orang yang dia sendiri titipkan untuk memenangkan tendernya,” ucapnya.

Dia mengatakan, kalau Kasatker saat proyek Bendungan Wae Reca sekarang sudah pindah ke pulau Jawa.

“Dia sudah pindah, sekarang Kasatker baru. Aman beliau di pulau Jawa,” lanjutnya.

Sementara Kasatker untuk tahun 2023 ini bernama Bernadeta Tea, saat dikonfirmasi pada Jumat (13/10/2023), dirinya mengaku kalau benar ada panitia pelelangan proyek Bendungan Wae Reca tahun 2020 diperiksa.

“Iya kk (kakak)” ungkap Bernadeta melalui gawainya.

Anehnya, Bernadeta tidak mengetahui nama Kasatker pada tahun 2020. Dia mengatakan kalau lupa namanya.

“Lupa saya kk (Kakak) nanti saya cek dulu,” jawabnya singkat.

Selain FHO proyek yang gagal konstruksi, tender Proyek pembangunan Bendungan Wae Reca tahun 2020, diduga Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) bekerjasama dengan panitia lelang untuk mengatur pemenang tender proyek yang bernilai Rp20 Milyar lebih.

Informasi yang diperoleh media ini dari salah seorang staf BWS NT II yang tidak mau dimediakan namanya, bahwa tender Bendungan Wae Reca pada tahun 2020, pihak Kasatker berkerjasama dengan panitia lelang untuk memenangkan salah satu pengusaha dari luar NTT, yang merupakan kerabat dekat Kasatker BWS NT II. Kamis, 12/10/2023.

Dia mengatakan kalau sejak awal banyak kejahatan yang dilakukan oleh Kasatker BWS NTT II tersebut.

“Memang harus gagal Konstruksi, rekanan kerja asal jadi. Itu Kasatker sudah bermain dari awal proses tender. Mereka kerjasama dengan panitia lelang agar orang dari luar NTT yang nota bene orang terdekat mereka menang,” tuturnya staf BWS NT II tersebut.

Pada hari ini juga, panitia lelang dari BWS NT II (Jumat, 13/10/2023) Bendungan Wae Reca pada tahun 2020 lalu sedang diperiksa di Polres Manggarai Timur.

Sementara saat dikonfirmasi media ini terkait pemeriksaan panitia lelang Bendungan Wae Reca tahun 2020, Kanit Tipidkor Polres Manggarai Timur Joko Sugiarto pada pukul 14.14 WITA (Jumat, 13/10) hanya menjawab singkat.

“Selamat siang kk (Kakak),” balas singkat Kanit Tipidkor Joko Sugiarto.

Berita Sebelumnya

Bendungan Wae Reca terletak di Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur diduga Gagal Konstruksi.

Proyek Embung itu sendiri benilai Rp20 Milyar lebih itu dikerjakan pada tahun 2020 bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN). Sumber: Florespikiranrakyat.com

Bendungan itu awalnya rusak di tahun 2021, mirisnya mega proyek tersebut baru 1 tahun selesai dikerjakan saat itu.

Karena kerusakan bendungan itu, 80 hektar lahan persawahan terancam gagal panen.

Warga setempat bernama Andri (26) kepada media ini menyampaikan, agar pemerintah bisa memperbaiki secepatanya. 1/9/2023.

“Kami sudah melihat pemerintah sudah cek ke lokasi bendungan. Mereka merespon setelah banyak pemberitaan media on line selama ini. Kami berharap agar pemerintah secepatnya memperbaiki bendungan Wae Reca yang sudah lama jebol, apa lagi bendungan ini pasokan airnya untuk 80 hektar lebih areal sawah,” ungkap Andri.

AS seorang warga meminta Aparat Penegak Hukum ( APH) agar segera memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta pihak rekanan yang mengerjakan proyek Bendungan Wae Reca yang sudah jebol.

“Pihak APH agar segera periksa PPK dan rekanan proyek Bendungan Wae Reca. Baru beberapa tahun pekerjaannya sudah rusak,” tukas AS.

Untuk diketahui Polres Manggarai Timur sedang mendalami pekerjaan Bendungan Wae Reca yang sudah menelan anggaran yang sangat fantastis tersebut.

Kapolres Manggarai Timur AKBP I Ketut Widiarta, melalui Kanit Tipidkor Joko Sugiarto saat dikonfrimasi wartawan (4/9/2023) mengatakan bahwa pihak Polres Manggarai Timur akan dalami pekerjaan Bendungan Wae Reca.

“Menindaklanjuti pengaduan masyarakat kami (Polres Manggarai Timur) akan dalami. Sebelumnya Kasat Reskrim Jeffri Dwi Nugroho Siliban, sudah turun ke lokasi proyek Bendungan Wae Reca, pada 30, Agustus kemarin,” ungkap Joko.

Bendungan Wae Reca sendiri merupakan aset Kementrian PUPR RI yang dibangun pada tahun 2020 dengan anggaran Rp20 Milyal lebih, melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II.

Penulis: Riky Huwa.
Editor: Tim PF.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!