Rasakan Banyak Manfaat dari PLN, Masyarakat Adat Desak Pemerintah Segera Realisasikan Proyek Geothermal Poco Leok

Warga Poco Leok saat Menyampaikan Dukungannya Untuk Percepat Pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5-6 di Poco Leok. Foto: Istimewa.

Ruteng, Pijarflores.com – Masyarakat Adat Poco Leok mendesak pemerintah pusat melalui PT PLN agar segera merealisasikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok. Senin (6/11/2023).

Desakan itu, disampaikan Raimundus Wajong (18/10), ketika ditemui media ini beberapa waktu lalu di kediamannya. Kepada media, Raimundus mengaku masyarakat Adat Poco Leok tidak neko-neko lagi dengan lahan yang akan dimanfaatkan Pemerintah atau PT PLN untuk pengembangan Geothermal Unit 5-6 Poco Leok.

“Kami dukung program pemerintah terkait pembangunan Geothermal atau perluasan PLTP Ulumbu ini 100%,” Ungkap Raimundus.

Putra asli Poco Leok ini menuturkan, dari leluhurnya telah mengajarkan apa yang dibuat oleh Pemerintah itu baik adanya dan percaya termasuk perluasan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok.

Raimundus pun bilang, jangan pernah dengar dengan orang-orang yang bisa menghancurkan masyarakat adat Poco Leok.

“Saya punya tanggungjawab untuk bagaimana membangun Poco Leok, oleh karena itu tugas saya adalah untuk melanjutkan perjuangan tersebut untuk membangun Poco Leok ini,” ucapnya.

Raimundus pun yakin dan percaya, bahwa kehadiran dari program pemerintah ke Poco Leok tersebut lantaran pemerintah yakin jika masyarakat Poco Leok melihat ingin maju dan berkembang.

“Sehingga ke depan kita tidak seperti kerbau cocok hidung (tarik sana, tarik sini) oleh orang yang punya berkepentingan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah menghadirkan program ini ke wilayah Poco Leok.

“Artinya dia (Jokowi) telah banyak berbuat baik kepada masyarakat, sehingga kami dukung program ini karena Jokowi tidak pernah membohongi rakyatnya,” sebutnya.

“Kami meminta juga kepada pihak PLN untuk segera penuhi segala kebutuhan masyarakat yang sudah dijanjikan,” sambung dia.

Dikonfirmasi terkait adanya penolakan PSN ini dari sebagain Masyarakat Poco Leok, Wajong mengklaim itu hanya riakan kecil yang tak terlalu penting. Hal itu, kata dia karena mereka bukanlah pemilik lahan yang masuk dalam area pengembangan.

“Kami dari masyarakat Poco Leok dan Wewo, yang berada pada Kawasan pengembangan mendukung penuh PSN PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok karena dianggap ramah terhadap lingkungan merujuk pada PLTP di Ulumbu yang telah beroperasi sejak tahun 2012,” tegas Raimundus Wajong.

Sejak awal tahun 2023, jelas Raimundus terjadi penolakan terkait proyek Geothermal di wilayah Poco Leok. Penolakan ini terjadi saat pihak-pihak luar seperti JPIC-SVD Ruteng, Jaringan Anti Tambang (Jatam) dan beberapa organisasi lainnya yang telah memprovokasi masyarakat Poco Leok untuk menolak proyek Geothermal.

“Kehadiran JPIC-SVD Ruteng di tengah umat Katholik di wilayah Poco Leok sejak tahun 2023 telah menciptakan situasi dan kondisi yang tidak nyaman serta rawan konflik di tengah umat Poco Leok,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa warga yang menolak proyek pembangunan Goethermal di wilayah Poco Leok merupakan anggota Koperasi Spirit Soverdia, milik Pater Simon Suban Tukan. Karena itu, tambah dia, sebagai umat sangat sesali situasi dan kondisi saat ini.

Atas situasi itu, Raimundus yang mewakili masyarakat Poco Leok dan Wewo, meminta Yang Mulia Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat, Pr, agar segera mengambil tindakan nyata terhadap Dampak negative dari keberadaan JPIC-SVD Ruteng (Pater Simon Suban Tukan) serta jaringannya.

Kepada Uskup Ruteng, Raimundus meminta peran aktif keuskupan agar mengembalikan situasi yang kondisif di tengah umat di wilayah Poco Leok. Juga, meminta keuskupan Ruteng
menfasilitasi pihaknya (Masyarakat Adat Poco Leok) untuk mendukung proyek strategis nasional Geothermal Poco Leok.

Raimundus juga menampik adanya intimidasi terhadap masyarakat agar mendukung PSN. Menurtnya, yang terjadi selama ini malah sebaliknya intimidasi itu dilakukan untuk menolak PSN Geothermal di Poco Leok.

“Yang terjadi itu sebaliknya, masyarakat dibodoh-bodohin akan berbagai dampak buruk yang akan terjadi, sehingga harus ditolak. Sementara, Ulumbu sendiri sudah beroperasi sejak 2012 silam dan tidak merasakan dampak buruknya. Malah, hidup berdampingan dengan PLTP Ulumbu dengan segala manfaatnya,” tuturnya lagi.

Selain itu, beberapa kelompok tani binaan PLN melalui program Desa Berdaya juga merasakan manfaat positif bagi kelangsungan perekonomian warga.

Vinsen Godat, anggota kelompok tani Hortikultura Ba Nera di kampung Ndajang dalam beberapa kesempatan menyampaikan terimaksih banyak kepada PT PLN yang selalu setia mendampingi Petani Hortikultura di Poco Leok melalui Program Desa Berdaya.

“Terimakasih kepada pemerintah, kepada PT PLN Pusat yang sudah menghadirkan program Desa Berdaya di Poco Leok. Di sini kami kelompok tani Hortikultura sudah merasakan banyak manfaat dari program Desa Berdaya,” ungkap Vinsen Godat.

Ia melanjutkan, lahan hortikultura ini merupakan lahan tidur yang sudah puluhan tahun tidak kami manfaatkan. Dengan adanya kelompok tani Hortikuktura, lahan-lahan ini kami bisa manfaatkan lagi.

“PT PLN sangat setia mendampingi kami para anggota kelompok tani Hortikultura, dari pengolahan lahan, pembibitan, proses tanam hingga panen dan pasca panen. Terimakasih sekali lagi ke PLN untuk program Desa Berdayanya,” terang mantan Anggota DPRD Kabupaten Manggarai ini.

Ia pun berharap, Pemerintah Pusat melalu PT PLN agar segera merealisasikan PSN Pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok.

“Kami minta pemerintah agar segera merealisasikan Proyek Geothermal ini, kami sangat membutuhkan Listrik di Poco Leok yang tentunya akan memudahkan kami ke depannya,” harap Vinsen Godat yang diamini warga lainnya saat ditemui di lahan hortikultura Ba Nera, Ndajang, Poco Leok.

Editor: Tim PF

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!