Pemberdayaan Perempuan di Poco Leok Menjadi Fokus Program TJSL PLN sampai 2028

Ruteng, Pijarflores.com – Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PT PLN fokus untuk pemberdayaan kaum perempuan di Poco Leok dan desa Wewo, yang akan menjadi wilayah pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 sampai tahun 2028. Senin (12/11/2023).

Program TJSL dari PLN itu sendiri sudah mulai berjalan sejak tahun 2022 lalu. Sasarannya untuk warga di Poco Leok melalui CSR.

CSR dari PT PLN berbentuk pelatihan jurnalis untuk para tokoh muda, pemberian bantuan anakan babi, dan pelatihan pengembangan tanaman Hortikultura untuk para ibu-ibu di Poco Leok, serta menurunkan angka stunting dari Srikandi PLN.

Pada tahun 2023 ini PT PLN sudah memberikan bantuan anakan babi untuk 30 kepala keluarga dan juga bantuan Hortikultura melalui CSR untuk 10 kelompok di desa Lungar dan desa Mocok.

Kepada para pemuda Poco Leok saat itu, diberikan bantuan 1 unit kamera digital untuk memperlancar kegiatan jurnalisnya, setelah mengikuti kegiatan pelatihan tepatnya pada 2022 lalu.

Ernes Teride Penerima Bantuan Kamera Digital dari PLN. Foto: Humas PLN.

Salah satu kelompok tani Banera yang berlokasi di kampung Ndajang, desa Lungar, yang sebagian besar anggotanya adalah ibu-ibu.

Sejak bulan Agustus 2023 ini 10 kelompok tani di Poco Leok mulai melakukan pelatihan budi daya Hortikultura.

10 Kelompok tani itu pun satu per satu telah melakukan panen perdana Hortikultura jenis Pakcoi dan Sawi Hijau sebanyak 1.000 pohon (10/10) di kelompok Banera. Dan kelompok Banera juga telah melakukan panen yang kedua di bulan lalu (23/11) dengan hasil mencapai 1.500 pohon dari berbagai jenis Horti lainnya.

Para kelompok tani yang terdiri dari kaum perempuan yang hadir dalam panen perdana tersebut (10/10), merasa senang dan banggga karena apa yang mereka kerjakan selama ini memperoleh hasil yang cukup baik.

Mama Yustina salah satu anggota kelompok tani Banera sangat senang dengan hasil panen yang membawa berkah yang luar biasa dari jerih paya mereka sendri.

“Hari ini kami panen perdana. Kami mengucapkan terimakasih kepada PLN pusat yang sudah memberikan bantuan melalui program desa berdaya kepada kelompok Banera. Hari ini 1000 sayur Pakcoi dan Sawi Hijau dipanen, terimakasih sebesar-besarnya kepada PLN,” tutur Yustina.

Para ibu-ibu anggota kelompok tani Banera dengan senyuman yang riang gembira memanen hasil usaha mereka dalam sendiri hanya dalam 1 bulan. Dan penjualannya sudah sampai Rp8 juta.

Untuk kelompok Ca Nai, desa Lungar gendang Cako sudah meraup keuntungan Rp7 juta. Dengan jenis Sawi, Fanboks, lombok, tomat, dan terong.

Sedangkan untuk kelompok Leda Lelak, di desa Lungar, sudah menjual hasil Horti mereka mencapai Rp10 juta.

10 kelompok Hortikultura dan  30 kepala keluarga yang berternak babi dan menyebar di Poco Leok, untuk sementara sudah berjalan.

Nova pendamping Kelompok tani di Poco Leok, sangat merasa terharu karena apa kelompok tani yang menjadi dampingannya, bisa mandapat hasil yang baik (10/10).

“Hari ini kelompok tani Banera memanen Pakcoi dan Sawi Hijau yang berjumlah 1000 pohon, dan masih tersisa kurang lebih 500 pohon Pakcoi yang belum dipanen,” ujar Nova.

Sebagai pendamping Nova mengatakan sangat bangga karena menurutnya, anggota kelompok tani Banera sangat puas dengan kerja mereka.

Nova menjelaskan, anggota kelompok tani Banera merasa senang karena yang mereka kerjakan akhirnya hari ini tercapai. Apa lagi para pelaku pasar dari Ruteng datang langsung membeli hasil Hortikultura di kebun mereka.

“Dari pasar Ruteng datang sendiri untuk membeli sehingga pemasarannya mudah, terimaksih kepada PLN,” tutup Nova.

Di desa Wewo sendiri, PLN melalui Srikandinya memberikan bantuan melalui program TJSL untuk mendukung pemberdayaan perempuan di wilayah terdampak pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 (22/11).

Saat itu 4 kelompok tani di desa Wewo yang terdiri dari ibu-ibu mendapatkan bantuan alat tani dan bibit Hortikultura.

PT PLN juga memberikan bantuan tambahan makanan kepada kaum perempuan guna untuk mengurangi Stunting di desa Wewo.

Foto: Srikandi PLN UIP Nusra Bersama Ibu-ibu Penerima Bantuan TJSL PLN di Desa Wewo.

Sebelumnya pada hari yang sama, melalui kordinator Srikandi PLN Bali-Nusra Uky Hapsari, memberikan bantuan tambahan makanan untuk ibu-ibu di desa Wewo. Dalam sambutannya Uky menyampaikan mereka hadir di desa Wewo guna mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting.

“Kami hadir di sini untuk mendukung program pemerintah menurunkan stunting,” ujar Uky (22/11).

Para Srikandi PLN yang hadir telah menyiapkan tambahan makanan berupa susu, telur, daun teh, dan beras, yang sasarannya untuk 36 ibu rumah tangga.

Srikandi PLN itu juga berharap, agar ke depannya di desa Wewo angka stunting akan turun.

“Harapannya di desa Wewo turun angka stunting,” tegas Uky.

Ke depannya juga menurut Uky, PLN akan menyiapkan penunjang gizi dengan memberikan bantuan makanan pelengkap yaitu bantuan budidaya ikan Lele kepada masyarakat desa Wewo.

“Ke depan tetap akan ada bantuan penunjang gizi untuk masyarakat desa Wewo dengan bantuan budidaya ikan Lele<span;> dan program ini akan berkelanjutan,” terang Uky.

Yohana Ganung seorang ibu rumah tangga dari desa Wewo yang menerima bantuan makanan tambahan dari Srikandi PLN sangat senang dan berterimakasih kepada PLN. Begitu juga dengan ibu Valentina Adel, menyampaikan hal senada.

“Kami sangat senang sekali bertemu dengan ibu-ibu Srikandi dari PLN yang memberi kami bantuan makanan tambahan untuk anak-anak kami, terimakasih PLN,” tutup kedua ibu itu yamg sedang menggendong anaknya.

Setelah memberikan bantuan tambahan makanan Srikandi PLN bertemu dengan ibu-ibu, untuk pengembangan Hortikultura di desa Wewo.

PLN Mendorong Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Wilayah Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok

Tim PLN melalui I Putu Pratamayasa, bersama rekannya mengatakan sebanyak 6 program yang ditawarkan untuk diintervensi 2024 hingga 2028 mendatang (1/12).

“Hari ini kita lakukan sosialisasi usulan program peningkatan ekonomi untuk warga masyarakat desa Wewo. Jadi untuk kegiatan fisik, seperti rehab rumah adat (Mbaru Gendang) di Wewo ini, nanti ada sesi tersendiri,” kata Senior Officer PLN, I Putu Pratamayasa, dalam kegiatan itu.

Dia menjelaskan, program peningkatan ekonomi itu rencananya akan dibiayai oleh PT PLN, melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dimana Desa Wewo salah satu wilayah yang direncanakan untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu berkapasitas 2×20 Megawatt (MW).

Putu menyampaikan, program CSR PLN itu, terhadap 6 program peningkatan ekonomi masyarakat yang dibiayai CSR, yakni holtikultura, alat pertanian, pelatihan pariwisata, peternakan babi dan pengembangan, UMKM Koperasi, serta pendampingan masyarakat. Dalam sosialiasi ini, masyarakat sendiri yang mengusulkan mana saja yang diprioritaskan tahun 2024 hingga 2028.

“Hari ini seperti kegiatan musrenbang. Jadi nanti masyarakat buat usulan ke PLN, kira-kira dari 6 program yang ada, mana yang akan diprioritas tahun 2024 sesuai kebutuhan warga sendiri. Sebab CSR PLN itu sifatnya berkelanjutan. Tidak hanya 2024, tapi programnya sampai 2028. Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” sebut I Putu.

Usulan yang terbilang masuk dalam tahap perencanaan, akan ditindaklanjuti. Kemudian yang pasti semua usulan itu akan disampaikan ke manajemen di pusat untuk bisa diperhatikan. Hasilnya nanti juga disampaikan ke masyarakat. Terkait besarnya anggaran, belum bisa disampaikan. Namun anggaran CSR, akan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Sementara Kades Wewo, Lorens Langgut, yang ditemui media ini di sela-sela kegiatan sosialiasi mengatakan, masyarakat di desa itu mendukung program pemerintah melalui PLN untuk pengembang PLTP di wilayah desanya. Masyarakat juga sangat menyambut dengan antusias program pengembangan peningkatan ekonomi dari CSR PLN.

“Kami disini, tidak mempermasalahkan dengam proyek Geothermal. Masyarakat juga merasa senang dengan program CSR dari PLN, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat disini. Kegiatan sosialisasi PLN dan warga disini, terhitung sudah 2 kali. Kedepan kami terus mendukung program PLN di desa Wewo, karena sudah 12 tahun PLTP Ulumbu tidak ada hal yang berbahaya sampai kematian bagi warga desa Wewo,” kata kades Wewo.

Ini daftar pemberian CSR kepada warga Poco Leok sejak tahun 2022-2023

1. Tahun 2022: Penyerahan program bantuan ring 1 Pembangunan PLTP Ulumbu 2×20 Mw berupa: 200 lembar sing, penataan lapangan sepak bola dan peralatan pendukung di SMPN 20 Satarmese di lungar, perbaikan SDN Damu dan sarana/prasarana penunjang belajar mengajar seperti Laptop, Printer. Selain itu bantuan untuk pelatihan sablon, pelatihan jurnalistik bagi pemuda di Poco Leok berupa pemberian 1 unit kamera digital.

2. Tanggal 27/7/2023: Penyerahan bantuan anak ternak babi sebanyak 70 ekor kepada 70 KK di Poco Leok yang berada di sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok.

3. Tanggal 28/7/2023: PT PLN menyerahkan bantuan pipa air minum bagi warga Gendang Cako.

4. Tanggal 11/8/2023: PT PLN menggelar pelatihan petani Hortikultura bagi ratusan warga di Poco Leok yang tersebar di 10 kelompok petani. Pelatihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab social melalui program PLN Peduli.

5. Tanggal 22/11/2023: PT PLN melalui Srikandi PLN, menyerahkan bantuan tambahan makanan untuk ibu menyusui ke warga desa Wewo guna mendukung program pemerintah menurunkan angka stunting. Setelah itu di hari yang sama Srkandi PLN menyerahkan bantuan bibit Hortikultura dan alat tani untuk 4 kelompok tani di desa Wewo.

Penulis: Riky Huwa

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!