Lapen dan Drainase di Desa Tal Rusak Parah Akibat Mobilisasi Material PT Genta

Saluran Drainase di Desa Tal dan Deuker Pada Ruas Jalan Tal Melo yang Rusak Akibat Mobilitas Material PT Genta. Foto: Ist.

Ruteng, Pijarflores.com – Saluran Drainase di desa Tal dan Lapisan penetrasi ruas jalan Tal-Melo, kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai, mengalami kerusakan akibat kendaraan pengangkut material milik PT Genta.

Saluran drainase yang ada di desa Tal tersebut mengalami kerusakan sepanjang 50 Meter.

Kerusakan drainase tersebut berada di ruas jalan Tal-Ulu Ngali.

Seorang warga asal desa Tal yang tidak mau dimediakan identitasnya mengatakan, kerusakan terjadi akibat kendaraan pengangkut material milik PT Genta. Selasa (12/12/2023).

“Saluran ini rusak karena mobil pengangkut material milik PT Genta pak, panjangnya 50 Meter,” ungkap warga itu.

Dirinya berharap, pihak PT Genta segera memperbaiki saluran drainase itu.

“Saya berharap saluran drainase di kampung kami ini harus diperbaiki oleh PT Genta secepatnya,” ungkap warga desa Tal itu.

Sedangkan pada ruas jalan Tal-Melo yang baru dikerjakan oleh dinas PUPR kabupaten Manggarai, pada tahun 2021 lalu, ikut rusak.

Kerusakan akibat kendaraan angkutan material PT Genta di ruas tersebut yaitu, pada Lapen dan 1 (satu) deuker.

Warga lain pengguna jalan bernama Elias asal kecamatan Satar Mese Barat saat melintasi jalan itu juga menyampaikan, kalau ulah kendaraan pengangkut material milik PT Genta, juga merusak jalan lapisan penetrasi (Lapen) Tal-Melo.

“Yang merusak jalan ini karena kendaraan milik PT Genta pak,” tutur Elias.

Setiap hari Elias mengaku menggunakan jalan alternatif Tal-Melo, menuju Ruteng untuk menjual kain tenun.lĺ

“Saya setiap hari lewat di jalan ini pak, jadi saya tau betul kenapa sampai rusak,” ungkap Elias.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) 3.3 Jalan Nasional Provinsi NTT, Djibrael T. Rohi saat dihubungi media ini ( Selasa, 12/12) menyampaikan, bahwa telah menyuruh pelaksana lapangan PT Genta untuk cek ke lokasi.

Adik sy (saya) sdh (sudah) konfirmasi ke lapangan, saluran yg (yang) rusak segera di perbaiki adik,” ungkap Djibrael.

Sedangkan untuk kerusakan pada jalan Lapen Tal-Melo, PPK Djibrael mengatakan kalau tidak bertanghungjawab dengan kerusakan tersebut.

“Oleeeeee (aduh) tdk ew (tidak),” ujar Djibrael.

Djibrael menuturkan kalau yang bertanggungjawab atas kerusakan pada Lapen Tal-Melo, adalah pemerintah.

“Pemerintah, to Ade (adik),” tutup Djibrael.

Untuk diketahui kabupaten Manggarai mendapat alokasi APBN tahun 2023, melalui program IJD dengan total dana sebesar Rp44 milyar lebih. Anggaran sebesar itu untuk percepatan pembangunan diintervesi ke dua paket proyek jalan di Kecamatan Satar Mese, dua ruas jalan ini masih tahap pelaksanaan salah satu pelaksananya PT Genta dengan anggaran Rp20 milyar lebih.

Penulis: Riky Huwa

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!