Polres Manggarai Gelar Apel Siaga Bencana Alam Tahun 2024

Pihak Polres Manggarai Menunjukan Beberapa Perlengkapan Alat Bantu Bencana Alam, ke Peserta Apel Siaga. Foto: Humas Polres Manggarai.

Ruteng, Pijarflores.com – Polres Manggarai menggelar apel siaga bencana alam tahun 2024, di lapangan Polres Manggarai, kabupaten Manggarai, NTT. Ruteng (4/1/2024).

Apel siaga bencana alam tersebut dipimpin oleh Wakapolres KOMPOL Karel Leokuna.

Dalam apel tersebut, Kompol Karel menyampaikan sambutan Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh.

Kapolres Edwin langsung menyampaikan berkaitan dengan keadaan demografi wilayah kabupaten Manggarai, maka penting adanya antisipasi bencana sejak dini di tahun 2024.

“Keadaan demografi wilayah Kabupaten Manggarai yang berada pada dataran ketinggian dengan curah hujan yang tinggi serta topografi wilayah Kabupaten Manggarai maka sangat rentan akan bencana banjir dan tanah longsor, untuk itu kita dituntut agar selalu siap dan waspada akan bencana alam yang kapan saja bisa terjadi di wilayah kita,” kata Kapolres Edwin, dalam sambutan yang dibacakan Wakapolres.

Menurut Kapolres Edwin, gempa dengan berbagai jenisnya bisa saja terjadi di wilayah kabupaten Manggarai.

“Terkait bencana alam gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus, tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di wilayah kita. ini kita ketahui bersama bahwa secara umum Indonesia berada pada tiga lempeng tektonik dengan posisinya yang berada di pertemuan lempeng tektonik, Indonesia menjadi negara yang kerap berpotensi gempa bumi tsunami bahkan gunung meletus,” lanjut Kapolres Edwin.

Benar terang Kapolres Edwin, kalau di kabupaten Manggarai selama 5 (Lima) tahun terakhir tidak pernah terjadi gempa.

“Terkait gempa bumi tsunami dan gunung meletus pada wilayah kita pada 5 tahun terakhir belum pernah terjadi, namun perlu tetap diwaspadai bersama bahwa daerah kita berada pada pesisir lautan seperti kecamatan Reok dan kecamatan Satarmese, dan selebihnya berada pada pegunungan. Untuk sementara potensi gunung berapi di wilayah terdekat kabupaten Manggarai adalah gunung Ranaka yang telah terjadi letupan kecil yang Sampai dengan saat ini masih aktif dipantau oleh petugas pemantau gunung berapi,” terang AKBP Edwin.

Bencana alam yang telah terjadi di wilayah Kabupaten Manggarai, selama ini yakni sebagai berikut :

a. Pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 pukul 09.00 Wita terjadi bencana banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kecamatan Reok, sehingga menyebabkan luapan air dari kali Wae Pesi yang mengenai pemukiman penduduk dan bersyukur tidak terjadi korban jiwa.

b. Pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 pukul 09.45 WITA telah terjadi bencana alam tanah longsor di ruas jalan negara Ruteng-Reo, tepatnya di kampung Golo Ngorong, kelurahan Pagal, kecamatan Cibal, kabupaten Manggarai, yang menyebabkan ruas jalan tersebut tertutup oleh tanah dan bebatuan yang mengakibatkan arus lalu lintas putus total.

c. Pada hari Sabtu tanggal 30 Januari, 2021, pukul 10.00 Wita, terjadi bencana tanah longsor yang mengakibatkan Jalan putus yang menghubungkan kampung Sambi dan kampung Wae Wua, di kecamatan Reok Barat, akibat curah hujan yang tinggi akses transportasi yang menghubungkan dua wilayah tersebut terputus total.

d. Kejadian tanah  longsor di daerah Gapong Kecamatan Cibal selain banyak makan korban jiwa juga banyak menyebabkan kehilangan tempat tinggal dan korban materi lainnya.

Setelah pelaksanaan apel, para undangan yang hadir berkesempatan untuk melihat secara langsung dan diperkenalkan sarana dan prasarana  pendukung yang dimiliki oleh Polres Manggarai dalam penanggulangan tanggap darurat bencana alam.

Editor: Tim PF

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!