Pengembangan PLTP di NTT Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Ferdy Hasiman pengamat energi dari Alpha Research dan Data Center asal Manggarai (Ist).

Jakarta, Pijarflores.com – Putra daerah Manggarai sekaligus pengamat energi dari Alpha Research dan Datacenter, Ferdy Hasiman, menilai, pengembangan energi hijau berupa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok, Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Pengembangan PLTP Poco Leok tersebut dipastikan mampu turut menyejahterakan kehidupan masyarakat setempat. Secara umum adanya suatu pembangunan akan menyerap tenaga kerja. Dengan terbukanya lapangan pekerjaan maka secara tidak langsung akan berdampak pada bergeraknya ekonomi di sekitar pembangunan. Pada lain hal, peningkatan kualitas infrastruktur seperti jalan umum sangat dimungkinkan. Dengan terbukanya akses jalan, sangat berdampak positif terhadap kesejahteraan, dan yang paling penting masyarakat teraliri listrik dengan cukup, peningkatan perekonomian berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasti akan meningkat. Dengan listrik, masyarakat bisa menambah nilai ekonomi produknya,” kata Ferdy dalam rilis, Kamis, 30 Mei 2024.

Menurutnya, masyarakat setempat perlu mendukung pengembangan pembangunan berkelanjutan, seperti PLTP Poco Leok yang sudah lama digagas oleh pemerintah di era Presiden Joko Widodo.

“Penting diketahui bahwa tujuan pemerintah mengembangkan PLTP tersebut untuk memajukan masyarakat. Tidak untuk yang lain,” katanya.

Ferdy mencontohkan, pengembangan PLTP yang memanfaatkan panas bumi/geothermal di beberapa tempat di Indonesia terbukti mampu menghidupkan perekonomian.

“Pengaruh positif sudah banyak terjadi pada wilayah pengembangan PLTP. Masyarakat harus lebih banyak memerhatikan sisi positifnya jika dibandingkan sisi negatifnya,” ujarnya.

Menurut Ferdy, dampak dari pembangunan sudah dipikirkan dan dimitigasi agar tidak terjadi. Pemerintah sebagai pengembang PLTP sudah memikirkan hal itu. Pakar-pakar, mulai pakar geologi hingga lingkungan sudah diturunkan untuk meminimalisasi tiap risiko.

Pada pengembangan PLTP di bagian timur Indonesia ini, papar Ferdy, juga mampu menghemat biaya pemerintah untuk menghasilkan energi hijau.

Pemerintah kata dia, tidak lagi mengembangkan pembangkit listrik melalui bahan bakar fosil, ini panas bumi yang merupakan sumber energi bersih dari alam Flores. Ferdy mengajak masyarakat untuk manfaatkan potensi itu untuk kepentingan bersama.

Ferdy menambahkan, masyarakat di Manggarai perlu ikut serta dalam pengembangan penyediaan energi demi kesejahteraan masyarakat.

Perjuangan untuk kesejahteraan masyarakat Manggarai memang harus muncul dari masyarakat itu sendiri. Berdinamika kata dia penting, namun harus dengan tujuan yang positif untuk pembangunan dan kesejahteraan.

Dalam menjalankan proses pembangunan infrastruktur kelistrikan, tambah Ferdy,  pemerintah selalu akan berpatok pada asas-asas ekologi integral dengan memerhatikan kesejahteraan masyarakat, pembangunan yang berkeadilan, serta pembangunan yang berdasarkan keutuhan ciptaan dengan memerhatikan integral ekologi.

“Pengembangan EBT merupakan upaya pemerintah dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan dengan memerhatikan sustainable development untuk masyarakat Poco Leok dan lingkungan yang berada pada ring-1 pembangunan,” katanya.

Editor: Tim PF

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!