Ketua TP PKK Manggarai Pantau Ruang Kelas Darurat SDK Kawak dan Kelompok Rentan di Kampung Lalang
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur M. Nabit, saat memantau penataan kelas darurat SDK Kawak, Kec. Cibal Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Lalang, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, pada Kamis (1/10/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan menyambut kedatangan Ketua Umum TP PKK Nasional, Tri Suswati Tito Karnavian, yang dijadwalkan tiba di Kabupaten Manggarai pada Rabu, 7 Oktober 2026 mendatang.
Dalam peninjauan tersebut, Meldyanti memberikan apresiasi pada penataan ruang kelas darurat di SDK Kawak.
Kehadiran rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai disambut hangat secara adat oleh para tokoh masyarakat Kampung Lalang. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Cibal Barat Jon Regon, Kepala Desa Compang Cibal Kristian Gour, Kader Posyandu, guru-guru PAUD, tenaga kesehatan, serta Kepala Sekolah SDK Kawak.
Penataan Kelas Darurat SDK Kawak
Fokus utama dalam pemantauan ini adalah melihat langsung kondisi proses belajar mengajar anak-anak sekolah pasca-gempa. Kepala Sekolah SDK Kawak, Melaniati, menjelaskan bahwa aktivitas persekolahan saat ini sudah berjalan normal setiap hari.
Namun, para siswa terpaksa harus menggunakan ruang kelas darurat yang dibangun secara swadaya oleh pihak sekolah bersama orang tua murid, serta memanfaatkan tenda darurat dari BNPB. Meldyanti memantau langsung ruangan kelas darurat tersebut agar tetap layak dan aman bagi anak-anak.
Validasi Data Kelompok Rentan dan Kebutuhan Pengungsi
Di sela-sela pemantauan, Meldyanti membuka ruang diskusi bersama warga untuk mendengar langsung kondisi terkini mereka pasca-gempa. Ia meminta pemerintah desa dan kader setempat untuk mengumpulkan data berbasis Kepala Keluarga (KK) yang akurat dari Kampung Lalang, khususnya yang menyangkut kelompok rentan:
• Data Kesehatan Ibu dan Anak: Jumlah bayi usia 0-12 bulan, ibu menyusui, balita stunting, jenis susu yang dikonsumsi bayi, serta kebutuhan susu bagi ibu hamil.
• Data Lansia dan Disabilitas: Pendataan khusus warga lanjut usia dan penyandang disabilitas.
• Data Kerusakan Rumah: Inventarisasi rumah yang rusak parah yang di dalamnya terdapat anggota keluarga dari kelompok rentan dan rumah adat.

Bapak Fransiskus dari Kampung Lalang yang sakit stroke.
Kunjungan Kemanusiaan ke Tenda Pengungsian
Kunjungan kerja ini diakhiri dengan peninjauan lapangan ke beberapa fasilitas pelayanan darurat, mulai dari PAUD Kelompok Bermain Santa Elisabeth Lalang, Pustu Darurat Desa Compang Cibal Dusun Bea Waek Lalang, hingga Rumah Posyandu.
Meldyanti juga menyempatkan diri menjenguk Fransiskus Nanggas (75), seorang warga Kampung Lalang yang menderita stroke. Menurut penuturan anaknya, Timoteus Pan, sang ayah terpaksa masih tinggal di tenda pengungsian samping rumah karena mengalami trauma mendalam akibat gempa susulan. Dalam kesempatan itu, keluarga sangat mengharapkan adanya bantuan kursi roda untuk mempermudah evakuasi sang ayah apabila terjadi gempa susulan.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar