PLAN Indonesia Luncurkan Project AIR SETARA di Kabupaten Manggarai
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama TP PKK dan PLAN Internasional Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Yayasan PLAN International Indonesia menggelar sosialisasi Project AIR SETARA bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Jumat (6/11/2026), bertempat di Aula PKK Kabupaten Manggarai.
Project AIR SETARA merupakan program berfokus pada peningkatan akses air minum aman, sanitasi layak, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta penguatan ketahanan iklim masyarakat.
Area Program Manager PLAN International Indonesia di Nusa Tenggara Timur (NTT), Semuel Niap, menjelaskan bahwa program tersebut akan dilaksanakan di tiga kabupaten di Provinsi NTT, yakni Kabupaten Manggarai, Belu, dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Menurut Semuel, terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus pelaksanaan Project AIR SETARA, yaitu peningkatan akses air dan sanitasi, perubahan perilaku melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan PHBS, serta penguatan tata kelola dan keberlanjutan.
“Program ini akan mencoba melakukan intervensi di 156 desa. Namun, bentuk intervensinya tidak akan sama untuk setiap desa. Kami akan melakukan asesmen terlebih dahulu untuk melihat kebutuhan dan menentukan intervensi yang paling tepat,” jelas Semuel.
Ia menerangkan, hasil asesmen akan menjadi dasar penentuan bentuk kegiatan di setiap desa. Desa yang membutuhkan infrastruktur air bersih akan mendapatkan intervensi pembangunan fasilitas, sementara desa lainnya dapat difokuskan pada kampanye perubahan perilaku maupun penguatan tata kelola kelompok pengelola air minum.
Khusus di Kabupaten Manggarai, program ini menargetkan 24 desa yang tersebar di 12 kecamatan, dengan masing-masing kecamatan mendapatkan alokasi dua desa sebagai wilayah intervensi.
Selain itu, sebanyak 24 sekolah dasar (SD) yang berada di desa sasaran akan menjadi perhatian program untuk melihat kondisi akses air bersih dan sanitasi. Seluruh puskesmas di Kabupaten Manggarai, yang berjumlah sekitar 25 unit, juga menjadi target intervensi.
Sementara itu, sekolah dasar di luar desa prioritas tetap akan mendapatkan sejumlah kegiatan, seperti pemberian obat cacing dan edukasi perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
Semuel mengungkapkan, Project AIR SETARA telah mulai berjalan sejak Oktober 2026. Dalam waktu dekat, PLAN akan melakukan survei ke desa-desa untuk menentukan kebutuhan dan bentuk intervensi pada tahun pertama pelaksanaan.
“Program ini akan berjalan selama 3,5 tahun, mulai September 2026 hingga Februari 2030. Untuk tahun pertama, di Kabupaten Manggarai diperkirakan ada enam desa yang menjadi sasaran, termasuk enam sekolah dasar dan enam puskesmas,” ungkapnya.
Ia berharap pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, masyarakat, serta tokoh adat agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Kami berharap ada kerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan tokoh adat. Kita berbagi peran dan melaksanakan apa yang bisa dikontribusikan masing-masing. Dengan begitu, ketika program ini selesai, ini bukan hanya menjadi program PLAN, tetapi menjadi program bersama karena semua pihak ikut berkontribusi,” tegas Semuel.
Lebih lanjut, Semuel menjelaskan bahwa Kabupaten Manggarai dipilih sebagai salah satu wilayah pelaksanaan AIR SETARA dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain persoalan stunting, akses terhadap air bersih, serta pengalaman kerja sama PLAN dengan pemerintah daerah.
Ia menyebut, PLAN telah hadir di Kabupaten Manggarai sejak 2018 dan menjalankan berbagai program pembangunan serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dukungan dan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Manggarai, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga masyarakat, menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pelaksanaan program tersebut.
“Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai selama ini sangat luar biasa. Ketika kami menemukan persoalan di lapangan, pemerintah ikut membantu, melakukan monitoring, dan mencari solusi. Dukungan inilah yang menjadi salah satu indikator sehingga program ini bisa hadir di Manggarai,” katanya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, mengatakan Project AIR SETARA merupakan inisiatif Yayasan PLAN International Indonesia yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum aman, sanitasi layak, higiene, serta memperkuat ketahanan iklim.

Menurut Meldyanti, Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah implementasi program karena memiliki komitmen dalam pembangunan layanan air minum, sanitasi, kesehatan masyarakat, kesehatan lingkungan sekolah, dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pelaksanaan program ini membutuhkan dukungan lintas sektor melalui kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, dan mitra pembangunan,” jelas Meldyanti.
Ia menambahkan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari koordinasi awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan Project AIR SETARA di Kabupaten Manggarai berjalan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Dengan demikian, program tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian target pembangunan di sektor air minum, sanitasi, kesehatan, pendidikan, serta ketahanan iklim.
Lebih lanjut, Meldyanti menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun koordinasi, kolaborasi, dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, TP PKK, dan Yayasan PLAN International Indonesia dalam mendukung pelaksanaan Project AIR SETARA di Kabupaten Manggarai.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan akses masyarakat terhadap air minum aman dan sanitasi layak semakin meningkat, disertai penguatan perilaku hidup bersih dan sehat serta ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Ia berharap seluruh pihak terkait dapat mengambil bagian secara aktif sehingga pelaksanaan Project AIR SETARA benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar