Pemkab Manggarai Siapkan 220 Ruang Kelas Darurat di 130 Sekolah Pascagempa
- account_circle Tim PF
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 158
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Manggarai Hery Nabit (PJ).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyiapkan bantuan stimulan berupa seng dan paku untuk membangun 220 Ruang Kelas Darurat (RKD) di 130 sekolah yang terdampak gempa bumi. Bantuan ini menyasar satuan pendidikan PAUD/TKK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
Langkah taktis ini diambil guna memastikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan di masa darurat. Selain itu, kehadiran RKD diharapkan mampu menyediakan tempat belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik, terutama menjelang musim hujan.
Bupati Manggarai Herybertus G. L. Nabit, menyampaikan hal tersebut menjelang acara Launching Pembangunan Ruang Kelas Darurat Dukungan Pemkab Manggarai di SMP Negeri 4 Langke Rembong, Rabu (14/10/2026).
Menurut Bupati Hery, pengadaan RKD beratap seng ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak pendidikan anak-anak pascabencana. Penggunaan tenda terpal sebagai ruang kelas sementara dinilai sudah kurang memadai, apalagi cuaca ekstrem dan musim penghujan segera tiba.
“Pengadaan seng dan paku ini didukung oleh anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat,” ujar Bupati Hery.
Pada tahap awal, intervensi menyasar 130 sekolah yang terdiri atas 23 PAUD/TKK, 96 SD, dan 21 SMP, dengan total kebutuhan mencapai 220 ruang kelas. Melalui skema ini, Pemkab Manggarai menyuplai material utama atap. Sementara untuk material pendukung seperti tiang kayu, bambu, tali, serta dinding bangunan, diharapkan dapat dipenuhi secara gotong royong melalui swadaya orang tua murid dan masyarakat setempat.
Ia menambahkan, pembangunan RKD beratap seng ini juga bersifat melengkapi bantuan tenda darurat yang sebelumnya telah disalurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bantuan dari pusat tersebut dipastikan tetap dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah penerima.
Jumlah RKD yang dibangun di setiap sekolah akan disesuaikan secara proporsional berdasarkan tingkat kerusakan bangunan dan kebutuhan pembelajaran riil di lapangan. Dukungan daerah difokuskan untuk mempercepat pemulihan sekolah-sekolah yang mengalami dampak kerusakan paling berat.
Lebih dari sekadar solusi jangka pendek, kehadiran RKD ini diproyeksikan menjadi fasilitas belajar sementara yang representatif selama proses rehabilitasi dan revitalisasi bangunan sekolah utama berjalan. Pemkab Manggarai terus berupaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan yang layak di tengah masa pemulihan pascagempa.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar