Bupati Hery Nabit Buka Kongres Nasional PMKRI XXXIV di Ruteng, Dorong Rekomendasi untuk Wilayah Tertinggal
- account_circle Tim PF
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Manggarai Hery Nabit, saat membuka Kongres & MPA PMKRI (RH).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara resmi membuka Kongres Nasional XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas. Seremoni pembukaan berlangsung khidmat di Aula Assumpta Katedral Ruteng pada Senin (20/7/2026).
Bupati Hery menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi dan tamu undangan dari berbagai cabang PMKRI se-Indonesia yang hadir di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengajak seluruh kader PMKRI untuk mengenang serta menghargai perjuangan para pendiri organisasi yang telah meletakkan fondasi kuat di tengah berbagai tantangan sejarah.
Menurutnya, semangat para pendahulu harus terus menjadi inspirasi dalam memperjuangkan cita-cita organisasi dan kepentingan bangsa.
Mewakili jajaran pemerintah daerah hingga pusat, Bupati Hery menegaskan bahwa setiap agenda besar harus mampu menghasilkan nilai yang nyata bagi masyarakat.
Ia secara khusus menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi daerah-daerah kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), termasuk Kabupaten Manggarai yang perekonomiannya saat ini masih bertumpu pada sektor pertanian.
“Kami berharap rangkaian sidang dan kongres ini dapat melahirkan ide-ide strategis yang mampu menghasilkan rekomendasi konkret bagi pembangunan wilayah-wilayah kategori 3T,” ujar Bupati Hery.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kongres Nasional PMKRI kali ini.
Pihaknya menilai PMKRI merupakan salah satu representasi penting wajah umat Katolik di tingkat nasional yang memiliki kapasitas untuk menghadirkan pemikiran kritis serta solusi terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh rangkaian kongres dimanfaatkan secara optimal agar menghasilkan keputusan yang bernilai, bermanfaat, serta memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah maupun pembangunan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PMKRI Cabang Ruteng Sanctus Agustinus, Margareta Kartika, menegaskan bahwa Kongres Nasional XXXIV dan MPA XXXIII merupakan forum tertinggi organisasi yang harus menjadi ruang dialektika yang sehat, produktif, dan visioner.
Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara, termasuk dalam menyongsong kepengurusan Pengurus Pusat (PP) PMKRI periode 2026–2028 yang mengusung penguatan kaderisasi serta gerakan intelektual.
Margareta juga menyampaikan bahwa eksistensi PMKRI Cabang Ruteng yang kini memasuki usia 57 tahun merupakan bukti konsistensi kader dalam menjaga eksistensi dan kecintaan terhadap organisasi.
Penunjukan Ruteng sebagai tuan rumah kongres nasional sekaligus menjawab kerinduan panjang para senior dan alumni PMKRI di Manggarai.Ia berharap penyelenggaraan kongres di Ruteng ini menjadi momentum emas untuk mengangkat berbagai persoalan sekaligus potensi daerah 3T seperti Manggarai ke panggung nasional.
Dengan demikian, hasil-hasil kongres diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah-wilayah 3T.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar