Breaking News
light_mode
Trending Tags

POLEMIK GEOTHERMAL DI FLORES, DIMANA PARA USKUP BERDIRI?

  • account_circle Edi Danggur
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores.com – Di Flores, proyek geothermal bukan soal sumber energi listrik. Proyek geothermal telah menjadi garis pemisah. Ada yang pro karena butuh lapangan kerja dan listrik murah. Ada yang kontra karena takut hutan adat, mata air, dan tanah leluhur hilang.

Di tengah tarik-menarik ini, satu pertanyaan menggema: ke manakah seharusnya para pemimpin Gereja, Uskup dan Pastor, berpihak?

Gereja Harus Menjadi Matahari

Ada harapan kuat agar Gereja bersikap seperti matahari: menerangi semua orang tanpa memilah. Matahari tidak bertanya apakah yang di bawahnya orang baik atau jahat. Ia tetap bersinar.

Dalam konteks polemik geothermal, harapan itu berarti: Gereja tidak masuk ke kubu pro atau kontra. Gereja berdiri di tengah sebagai mediator.

Alasannya sederhana. Kalau kohesivitas masyarakat sudah pecah, maka Gereja masih punya ruang untuk menjadi “part of solution” (bagian dari solusi).

Sebaliknya, kalau sejak awal Gereja sudah mengambil posisi, maka ruang itu tertutup. Umat yang berbeda pilihan akan merasa “Uskup dan Pastor sendiri sudah tidak bersama kami”.

Akibatnya, Gereja yang tadinya diharapkan jadi jembatan, justru terjebak menjadi “part of problem” (bagian dari masalah).

Inilah yang kini kita lihat di Flores. Ketika banyak pemimpin Gereja sejak awal berada di barisan kontra geothermal, maka dialog dengan pemerintah dan investor menjadi sulit.

Pemerintah menuduh Gereja menghambat pembangunan. Investor menutup pintu. Padahal masalahnya belum selesai.

Bagaimana Seharusnya Gereja Bersikap?

Apakah berarti Gereja harus diam dan netral? Tidak. Gereja punya tiga peran: Imam, Nabi, dan Raja.

Sebagai Nabi, Gereja tidak boleh bungkam ketika keutuhan ciptaan dan martabat manusia terancam. Dalam Ensiklik Laudato Si’ , Paus Fransiskus mengingatkan: “merawat rumah bersama” adalah kewajiban iman. Diam di hadapan ketidakadilan ekologis sama dengan menyangkal Injil.

Namun sebagai Imam, Gereja juga dipanggil untuk mempersatukan. Maka posisi yang paling tepat bukanlah “abu-abu”, melainkan “berpihak pada prinsip, bukan pada proyek”.

Prinsip itu bisa dirumuskan dalam satu frasa Latin: Caritas veritatem loquitur. Kasih mengatakan kebenaran. Artinya, Gereja tidak perlu berteriak “tolak geothermal” atau “dukung geothermal”.

Gereja perlu bersuara: “Kami tolak jika AMDAL dipalsukan, jika FPIC diabaikan, jika tanah adat dirampas, jika re-injeksi tidak dilakukan”.

Sebaliknya, “Kami dukung proyek Geothermal jika transparansi dijaga, jika dampak diminimalisir, jika PAD kembali untuk rakyat dan lingkungan dipulihkan”.

Dengan cara ini Gereja tidak sedang membela perusahaan atau LSM. Gereja sedang membela kebenaran dan keadilan. Itu posisi kenabian yang tidak memecah, tetapi mencerahkan.

Pesan Moral dari Proyek Geothermal Flores

Realitas di Flores mengajarkan kita pelajaran yang harganya mahal. Ketika Gereja sudah terlanjur berada di satu kutub, maka energi habis untuk berhadapan, bukan untuk berdialog. Warga yang pro merasa dikhianati. Warga yang kontra merasa dibiarkan sendiri.

Padahal peran paling strategis Gereja adalah di ruang tengah: duduk bersama warga yang takut, duduk bersama pemerintah yang ngebut, duduk bersama perusahaan yang mengejar target.

Gereja bisa jadi penerjemah. Menerjemahkan ketakutan warga ke dalam bahasa kebijakan. Menerjemahkan data teknis ke dalam bahasa hati nurani.

Anthony de Mello dalam bukunya berjudul Awareness, mengingatkan: kebanyakan kita hidup dalam tidur. Kita bereaksi sebelum menyadari.

Gereja dipanggil untuk membangunkan, bukan dengan teriakan, tetapi dengan kesadaran. Sadar bahwa energi bersih kita butuhkan. Sadar juga bahwa tanpa keadilan, energi itu akan melahirkan luka baru.

Menjadi Matahari yang Tidak Membakar

Gereja tidak dipanggil menjadi LSM lingkungan. Gereja tidak dipanggil untuk mengibarkan bendera dari kelompok tertentu. Gereja juga tidak dipanggil menjadi humas proyek. Gereja dipanggil menjadi hati nurani bangsa.

Maka jawaban atas dilema ini adalah: Gereja tidak usah memilih “pro atau kontra geothermal”. Gereja harus memilih “pro pada proses yang benar, dan kontra pada keserakahan”.

Dengan begitu Gereja tetap menjadi matahari. Menerangi tanpa membakar. Menghangatkan tanpa memihak. Dan di tengah perpecahan, menghadirkan kemungkinan rekonsiliasi.

Karena pada akhirnya, umat tidak butuh pemimpin yang paling keras. Umat butuh pemimpin yang paling berani berkata benar. Mengatakan kebenaran dengan kasih.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Edi Danggur
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panen Raya Green Skills Project: Petani Muda Manggarai Sukses Kembangkan Pertanian Cerdas Iklim

    Panen Raya Green Skills Project: Petani Muda Manggarai Sukses Kembangkan Pertanian Cerdas Iklim

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia, Plan International Hongkong, dan Rhythm Foundation menggelar Panen Raya Green Skills Project di Podor, Desa Timbu, Kecamatan Cibal Barat, Kamis (21/5/2026). Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Petani Muda untuk Pengembangan Praktik Pertanian Cerdas Iklim di Manggarai, Indonesia” ini menjadi bukti nyata keterlibatan generasi muda dalam sektor […]

  • Sinergi TNI-Polri dan Warga Iteng Tambalan Jalan Berlubang demi Cegah Kecelakaan

    Sinergi TNI-Polri dan Warga Iteng Tambalan Jalan Berlubang demi Cegah Kecelakaan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Personel Polsek Satarmese bersama Babinsa, Pemerintah Desa, dan warga Iteng menggelar aksi gotong royong pengecoran jalan di ruas jalan Iteng-Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Rabu (15/4/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini difokuskan pada area depan SPBU Iteng. Kapolsek Satarmese, Iptu Kiki Bachsoan, S.Sos, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan langkah cepat […]

  • Lantik 19 Kepala SMP, Wabup Fabi Abu Ingatkan Transparansi Dana BOS dan Pendidikan Karakter

    Lantik 19 Kepala SMP, Wabup Fabi Abu Ingatkan Transparansi Dana BOS dan Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai menggelar acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Sekolah di lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga pada Sabtu (2/5/2026). Acara pelantikan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, Penjabat Sekda Manggarai Lamber Paput, Asisten, sejumlah Kepala Organisasi […]

  • WBP Rutan Ruteng Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri, Berikut Klarifikasi Pihak Rutan

    WBP Rutan Ruteng Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri, Berikut Klarifikasi Pihak Rutan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 82
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES –  Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial HM (25) pada Minggu, 14 Desember 2025. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar huniannya sekitar pukul 06.45 WITA. Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat petugas regu jaga […]

  • Dorong Transformasi Berkelanjutan di NTT, PLN UIP Nusra Raih Penghargaan Pos Kupang Award

    Dorong Transformasi Berkelanjutan di NTT, PLN UIP Nusra Raih Penghargaan Pos Kupang Award

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kupang, Pijarflores – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) meraih penghargaan Pos Kupang Award dalam rangka Hari Ulang Tahun Pos Kupang ke-33 pada kategori Pemberdayaan Komunitas Berbasis Energi Terbarukan, yang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen PT PLN (Persero) UIP Nusra dalam menjalankan […]

  • Kisah Vinsensius Selamatkan Keluarga dari Reruntuhan Rumah hingga Putuskan Mengungsi ke Kebun

    Kisah Vinsensius Selamatkan Keluarga dari Reruntuhan Rumah hingga Putuskan Mengungsi ke Kebun

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Di tengah trauma mendalam akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, terselip kisah heroik sekaligus haru dari Kampung Weli, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Vinsensius Nojang (42), seorang kepala keluarga, berhasil menyelamatkan istri dan kedua anaknya dari reruntuhan rumah yang roboh total akibat guncangan hebat tersebut. Saat […]

expand_less