KBM Pascagempa Tetap Berjalan di Bawah Tenda Darurat, Kelas XII Fokus Persiapan TKA
- account_circle Inno Mamat
- calendar_month 39 menit yang lalu
- visibility 47
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan KBM di RKD SMK Mutiara Bangsa Reok (IM).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Kondisi pascagempa bumi tidak menyurutkan semangat keluarga besar SMK Mutiara Bangsa Reok untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara, proses pembelajaran kembali berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta tenaga pendidik. Senin, (7/9/2026).
Di bawah kepemimpinan Kepala SMK Mutiara Bangsa Reok, Riska Sri Pertiwi Ho, S.M.,M.M., sekolah terus berupaya memastikan kegiatan pendidikan tetap berlangsung meskipun berada dalam situasi dan fasilitas yang terbatas akibat dampak gempa bumi.
Pelaksanaan KBM di bawah tenda darurat menjadi salah satu langkah sekolah untuk memastikan hak peserta didik memperoleh pembelajaran tetap terpenuhi di tengah kondisi fasilitas sekolah yang terdampak bencana.
Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Para guru tetap memberikan pendampingan kepada peserta didik dengan menyesuaikan metode pembelajaran terhadap kondisi lingkungan belajar yang masih berada dalam situasi darurat.
Suasana belajar di bawah tenda memang berbeda dengan ruang kelas pada umumnya. Namun, kondisi tersebut tidak menghilangkan semangat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran. Guru berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif, komunikatif, dan tetap berorientasi pada pencapaian kompetensi peserta didik.
Kelas XII Fokus Persiapan TKA
Bagi peserta didik kelas XII, pelaksanaan KBM di tenda darurat diarahkan secara khusus pada penguatan materi dan pendampingan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pendampingan ini menjadi bagian penting mengingat peserta didik kelas XII harus mempersiapkan diri menghadapi tahapan akademik yang akan menentukan kesiapan mereka melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Guru memberikan penguatan materi, latihan soal, pembahasan, serta pendampingan terhadap kesulitan yang dihadapi peserta didik. Dalam kondisi pascagempa, pendekatan pembelajaran dilakukan secara lebih fleksibel agar peserta didik tetap dapat belajar tanpa mengabaikan kondisi psikologis dan keselamatan mereka.
Tanggapan Guru Bahasa Indonesia
Guru Bahasa Indonesia Thomas Aquino Mamat, S.Pd.,Gr menyampaikan bahwa kondisi darurat bukan alasan untuk menghentikan proses pendidikan. Menurutnya, pelaksanaan KBM di bawah tenda merupakan bentuk komitmen sekolah untuk tetap mendampingi peserta didik, khususnya kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi TKA.
“Kondisi pascagempa tentu memberikan tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Namun, pendidikan harus tetap berjalan. Di bawah tenda darurat ini, kami berusaha memberikan pendampingan secara maksimal kepada peserta didik, terutama kelas XII yang sedang mempersiapkan TKA,” ujar Thomas Aquino Mamat.
Ia menambahkan bahwa persiapan TKA tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga membangun kembali kepercayaan diri, kedisiplinan, konsentrasi, dan semangat belajar peserta didik setelah mengalami situasi bencana.
“Kami tidak ingin peserta didik kehilangan kesempatan untuk mempersiapkan masa depan mereka. Karena itu, pembelajaran kami arahkan pada penguatan kompetensi, latihan, pembahasan soal, dan pendampingan secara intensif. Yang paling penting adalah anak-anak tetap merasa didampingi dan tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” lanjutnya.
Komitmen Kepala Sekolah
Kepala SMK Mutiara Bangsa Reok, Riska Sri Pertiwi Ho, S.M.,M.M., terus mendorong para guru untuk tetap memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik dengan mengedepankan keselamatan serta menyesuaikan pembelajaran dengan kondisi pascagempa.
Menurutnya, keberlangsungan KBM menjadi bagian penting dari upaya sekolah untuk menjaga semangat belajar peserta didik sekaligus membantu mereka bangkit dari situasi sulit akibat bencana.
Khusus bagi kelas XII, sekolah memberikan perhatian terhadap kesiapan akademik peserta didik melalui pendampingan dan penguatan materi sebagai persiapan menghadapi TKA. Dengan demikian, kondisi darurat tidak menjadi penghalang bagi peserta didik untuk terus mempersiapkan masa depan mereka.
Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas
Pelaksanaan KBM di tenda darurat menjadi gambaran nyata bahwa proses pendidikan dapat terus berlangsung meskipun berada dalam keterbatasan. Guru dan peserta didik bersama-sama beradaptasi dengan keadaan, sembari tetap menjaga semangat untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas pendidikan.
Bagi kelas XII, setiap kesempatan belajar menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA. Sementara bagi sekolah, keberlangsungan pembelajaran merupakan bagian dari upaya membangun kembali semangat peserta didik pascagempa.
Sekolah berharap seluruh peserta didik tetap semangat belajar, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memanfaatkan pendampingan guru dengan sebaik-baiknya. Pascagempa bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan momentum untuk bangkit, beradaptasi, dan terus melangkah menuju masa depan.
- Penulis: Inno Mamat
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar