Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geothermal Flores: Solusi PLN Hadirkan Listrik Murah dan Ramah Lingkungan

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Persawahan yang berdampingan langsung dengan PLTP Ulumbu, kab. Manggarai (ist).

Manggarai, pijarflores.com/ – Emirensia Wawo, warga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, tak lgi asing dengan fenomena lumpur panas yang muncul dari dalam tanah di kampungnya. Sejak tahun 1950-an, manifestasi alam itu telah menjadi bagian dari keseharian warga. Namun, ia baru memahami bahwa fenomena tersebut merupakan potensi energi panas bumi ketika tim PT PLN (Persero) melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatannya sebagai sumber listrik.

Hal serupa dirasakan masyarakat Atadei, Kabupaten Lembata. Selama lebih dari dua dekade, warga mendambakan agar potensi panas bumi di wilayah mereka dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan listrik yang andal dan mendorong kemajuan daerah. Harapan itu kini kian nyata seiring komitmen pemerintah dan PLN dalam mengembangkan energi bersih di Flores.

Secara ilmiah, energi panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami bumi. Energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida bawah tanah, terbentuk dari proses geologi jutaan tahun, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung, Ali Ashat, menyebut potensi geothermal di Flores menjadi pilihan utama dalam transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang lebih murah dan ramah lingkungan. Melalui PLTP, subsidi bahan bakar fosil dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih produktif.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait risiko geothermal, mulai dari isu pencemaran air tanah, emisi gas, hingga gempa bumi. Padahal, jenis geothermal berbeda-beda dan Indonesia menggunakan sistem hydrothermal di mana panas dan air sudah tersedia secara alami sehingga pengembangannya relatif lebih aman dan terukur.

Pengembangan panas bumi dilakukan melalui tahapan ketat dengan teknologi modern dan sistem pengeboran cerdas yang mampu memprediksi serta mencegah risiko kegagalan. Aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap eksplorasi hingga operasi.

Senada dengan Ali Ashat, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa geothermal bukanlah aktivitas pertambangan. Energi ini memanfaatkan panas bumi yang terbarukan, bukan mengeruk sumber daya terbatas.

“Manifestasi seperti uap, lumpur panas, atau bau belerang adalah gejala alami aktivitas bawah permukaan bumi dan perlu dikelola dengan baik agar tetap aman,” jelasnya.

Berdasarkan data PLN, pemanfaatan geothermal di Flores telah mencapai 18 MW dari total potensi sekitar 377 MW. Pemerintah pusat bahkan menetapkan Flores sebagai ikon “Flores Geothermal Island” melalui Keputusan Menteri ESDM tahun 2017.

Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas terpasang 114 MW dengan beban puncak 99,14 MW. Namun, sekitar 85 persen bauran energinya masih didominasi fosil, dengan impor 108.600 ton batu bara dan 92,6 juta liter solar B35 per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbesar kontribusi energi baru terbarukan.

PLTP menjadi solusi unggulan karena mampu menyediakan listrik stabil, tidak bergantung pada cuaca, serta memiliki emisi karbon rendah, sekitar ±75 gram CO₂e per kWh, jauh lebih kecil dibanding pembangkit berbasis fosil. Beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tengah dikembangkan, antara lain Ulumbu di Manggarai, Atadei di Lembata, Oka Ile Ange di Flores Timur, serta Wae Sano di Manggarai Barat.

Keberhasilan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara menjadi inspirasi. Dengan kapasitas 120 MW, PLTP Lahendong menyuplai listrik ke lebih dari 133.000 rumah dan menghemat devisa miliaran rupiah per tahun. Tak hanya itu, pengembangannya turut mendorong ekowisata, industri lokal, hingga produk unggulan masyarakat.

Pulau Flores dinilai memiliki peluang meniru kesuksesan tersebut, memanfaatkan energi domestik ramah lingkungan, menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan kuat datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Satgas di sejumlah wilayah kerja panas bumi untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan proses berjalan transparan serta akuntabel. Dialog dengan masyarakat pun terus dikedepankan.

Menurut Gubernur Melki, proyek geothermal yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara yang masih memiliki kendala akan diperbaiki sesuai aspirasi masyarakat. Transparansi data lingkungan, keterlibatan masyarakat adat, serta pelestarian berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama.

PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun menjadi bukti konkret. Saat berdialog dengan warga Desa Wewo, Gubernur menanyakan langsung apakah ada dampak negatif terhadap pertanian, kesehatan, atau ternak. Warga serempak menyatakan tidak pernah merasakan dampak buruk, justru menikmati manfaat listrik yang lebih andal.

Gubernur juga meminta PLN memastikan penggunaan teknologi terbaik dalam setiap proses pengeboran agar pengembangan geothermal benar-benar memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Di balik uap panas bumi yang mengepul dari perut Flores, tersimpan harapan besar akan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau.

“Dengan kolaborasi pemerintah, PLN, akademisi, dan masyarakat, Flores berada di jalur menuju transformasi energi bersih yang berkelanjutan,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto.

(Tim)

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejak Terbentuknya TIM UCR, Polres Manggarai Berhasil Ungkap 3 Kasus Pencurian

    Sejak Terbentuknya TIM UCR, Polres Manggarai Berhasil Ungkap 3 Kasus Pencurian

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 190
    • 0Komentar

    MANGGARAI, Pijarflores.com – Merespons peningkatan kasus pencurian di wilayah hukumnya, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, SIK, SH, M.Si., resmi membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) pada 21 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat. Pembentukan Tim URC bertujuan memperkuat kemampuan respons cepat Polres Manggarai terhadap berbagai […]

  • Bantu Petani Hemat Waktu dan Biaya, Pemkab Manggarai Serahkan 51 Unit Alsintan

    Bantu Petani Hemat Waktu dan Biaya, Pemkab Manggarai Serahkan 51 Unit Alsintan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyerahkan sebanyak 51 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dari 11 kecamatan se-Kabupaten Manggarai. Penyerahan dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, pada Selasa (2/6/2026). Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, […]

  • Dukung Ekonomi Warga Ulumbu, PLN Luncurkan Program Agroforestry Hetero di Manggarai

    Dukung Ekonomi Warga Ulumbu, PLN Luncurkan Program Agroforestry Hetero di Manggarai

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui PLN Peduli meluncurkan Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, Rabu (24/6/2026). Kegiatan penanaman perdana bibit agroforestry ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten […]

  • Petugas Pustu Nuca Molas Selamatkan Ibu dan Bayi di Tengah Gelombang Laut

    Petugas Pustu Nuca Molas Selamatkan Ibu dan Bayi di Tengah Gelombang Laut

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 16
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Empat tenaga kesehatan (nakes) dari Pusat Kesehatan Desa (Pustu) Nuca Molas menunjukkan aksi heroik dengan menyelamatkan seorang ibu hamil dan bayinya melalui persalinan darurat di atas kapal motor yang tengah diguncang gelombang. Kejadian luar biasa ini berlangsung saat mereka dalam perjalanan menuju UPTD Puskesmas Dintor. Ibu yang diselamatkan, Ny. Umi (34), diketahui […]

  • Gubernur Melki Laka Lena Buka Uji Kompetensi IT Gratis bagi Siswa SMA/SMK se-Kota Kupang

    Gubernur Melki Laka Lena Buka Uji Kompetensi IT Gratis bagi Siswa SMA/SMK se-Kota Kupang

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KUPANG, PIJARFLORES – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi Kegiatan Uji Kompetensi IT Gratis bagi Peserta Didik SMA dan SMK se-Kota Kupang, Kamis (20/11/2025) di Aula SMKN 1 Kupang. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa teknologi informasi telah menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan dan tidak lagi bersifat opsional. “Urusan IT […]

  • Sidang Paripurna DPRD Manggarai Tetapkan Dua Perda Strategis Daerah

    Sidang Paripurna DPRD Manggarai Tetapkan Dua Perda Strategis Daerah

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai menggelar Paripurna Lanjutan Ke-8 pada Selasa, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Manggarai. Sidang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.20 WITA, pada Selasa (2/6/2026). Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD, Paulus Peos dengan agenda utama penetapan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis menjadi Peraturan […]

expand_less