Breaking News
light_mode
Trending Tags

Geothermal Flores: Solusi PLN Hadirkan Listrik Murah dan Ramah Lingkungan

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Persawahan yang berdampingan langsung dengan PLTP Ulumbu, kab. Manggarai (ist).

Manggarai, pijarflores.com/ – Emirensia Wawo, warga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, tak lgi asing dengan fenomena lumpur panas yang muncul dari dalam tanah di kampungnya. Sejak tahun 1950-an, manifestasi alam itu telah menjadi bagian dari keseharian warga. Namun, ia baru memahami bahwa fenomena tersebut merupakan potensi energi panas bumi ketika tim PT PLN (Persero) melakukan sosialisasi mengenai pemanfaatannya sebagai sumber listrik.

Hal serupa dirasakan masyarakat Atadei, Kabupaten Lembata. Selama lebih dari dua dekade, warga mendambakan agar potensi panas bumi di wilayah mereka dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan listrik yang andal dan mendorong kemajuan daerah. Harapan itu kini kian nyata seiring komitmen pemerintah dan PLN dalam mengembangkan energi bersih di Flores.

Secara ilmiah, energi panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan yang berasal dari panas alami bumi. Energi ini tersimpan dalam batuan dan fluida bawah tanah, terbentuk dari proses geologi jutaan tahun, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ahli geothermal dari Institut Teknologi Bandung, Ali Ashat, menyebut potensi geothermal di Flores menjadi pilihan utama dalam transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menuju Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang lebih murah dan ramah lingkungan. Melalui PLTP, subsidi bahan bakar fosil dapat ditekan dan dialihkan untuk pembangunan sektor lain yang lebih produktif.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kesalahpahaman terkait risiko geothermal, mulai dari isu pencemaran air tanah, emisi gas, hingga gempa bumi. Padahal, jenis geothermal berbeda-beda dan Indonesia menggunakan sistem hydrothermal di mana panas dan air sudah tersedia secara alami sehingga pengembangannya relatif lebih aman dan terukur.

Pengembangan panas bumi dilakukan melalui tahapan ketat dengan teknologi modern dan sistem pengeboran cerdas yang mampu memprediksi serta mencegah risiko kegagalan. Aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan menjadi prioritas utama dalam setiap tahap eksplorasi hingga operasi.

Senada dengan Ali Ashat, ahli geothermal dari Universitas Gadjah Mada, Pri Utami, menegaskan bahwa geothermal bukanlah aktivitas pertambangan. Energi ini memanfaatkan panas bumi yang terbarukan, bukan mengeruk sumber daya terbatas.

“Manifestasi seperti uap, lumpur panas, atau bau belerang adalah gejala alami aktivitas bawah permukaan bumi dan perlu dikelola dengan baik agar tetap aman,” jelasnya.

Berdasarkan data PLN, pemanfaatan geothermal di Flores telah mencapai 18 MW dari total potensi sekitar 377 MW. Pemerintah pusat bahkan menetapkan Flores sebagai ikon “Flores Geothermal Island” melalui Keputusan Menteri ESDM tahun 2017.

Saat ini, sistem kelistrikan Flores memiliki kapasitas terpasang 114 MW dengan beban puncak 99,14 MW. Namun, sekitar 85 persen bauran energinya masih didominasi fosil, dengan impor 108.600 ton batu bara dan 92,6 juta liter solar B35 per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbesar kontribusi energi baru terbarukan.

PLTP menjadi solusi unggulan karena mampu menyediakan listrik stabil, tidak bergantung pada cuaca, serta memiliki emisi karbon rendah, sekitar ±75 gram CO₂e per kWh, jauh lebih kecil dibanding pembangkit berbasis fosil. Beberapa wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tengah dikembangkan, antara lain Ulumbu di Manggarai, Atadei di Lembata, Oka Ile Ange di Flores Timur, serta Wae Sano di Manggarai Barat.

Keberhasilan PLTP Lahendong di Sulawesi Utara menjadi inspirasi. Dengan kapasitas 120 MW, PLTP Lahendong menyuplai listrik ke lebih dari 133.000 rumah dan menghemat devisa miliaran rupiah per tahun. Tak hanya itu, pengembangannya turut mendorong ekowisata, industri lokal, hingga produk unggulan masyarakat.

Pulau Flores dinilai memiliki peluang meniru kesuksesan tersebut, memanfaatkan energi domestik ramah lingkungan, menekan impor BBM, menciptakan lapangan kerja hijau, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan kuat datang dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Satgas di sejumlah wilayah kerja panas bumi untuk memverifikasi kondisi lapangan dan memastikan proses berjalan transparan serta akuntabel. Dialog dengan masyarakat pun terus dikedepankan.

Menurut Gubernur Melki, proyek geothermal yang sudah berjalan baik akan dilanjutkan, sementara yang masih memiliki kendala akan diperbaiki sesuai aspirasi masyarakat. Transparansi data lingkungan, keterlibatan masyarakat adat, serta pelestarian berbasis kearifan lokal menjadi prinsip utama.

PLTP Ulumbu yang telah beroperasi selama 13 tahun menjadi bukti konkret. Saat berdialog dengan warga Desa Wewo, Gubernur menanyakan langsung apakah ada dampak negatif terhadap pertanian, kesehatan, atau ternak. Warga serempak menyatakan tidak pernah merasakan dampak buruk, justru menikmati manfaat listrik yang lebih andal.

Gubernur juga meminta PLN memastikan penggunaan teknologi terbaik dalam setiap proses pengeboran agar pengembangan geothermal benar-benar memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

Di balik uap panas bumi yang mengepul dari perut Flores, tersimpan harapan besar akan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau.

“Dengan kolaborasi pemerintah, PLN, akademisi, dan masyarakat, Flores berada di jalur menuju transformasi energi bersih yang berkelanjutan,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara, Rizki Aftarianto.

(Tim)

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPO Kasus Korupsi RSUD dr. Ben Mboi Ditangkap di Batam, Langsung Ditahan di Kupang

    DPO Kasus Korupsi RSUD dr. Ben Mboi Ditangkap di Batam, Langsung Ditahan di Kupang

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 92
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai berhasil mengamankan Sopron Tangkas, Direktur PT Belindo Timor Sejahtera, yang sebelumnya mangkir dari panggilan pemeriksaan terkait proyek pembangunan Gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Laundry RSUD dr. Ben Mboi Ruteng Tahun Anggaran 2020. Sopron Tangkas ditemukan di Kota Batam setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai […]

  • Perkuat Gizi Pelajar, SPPG Mawar Kencana Abadi Resmi Diluncurkan di SMAN 2 Purang

    Perkuat Gizi Pelajar, SPPG Mawar Kencana Abadi Resmi Diluncurkan di SMAN 2 Purang

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor kesehatan dan pendidikan kembali dilakukan di Kabupaten Manggarai. Pada Jumat pagi (13/03/2026), Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Mawar Kencana Abadi secara resmi diluncurkan di SMAN 2 Purang, Kecamatan Ruteng. Peluncuran ini menandai babak baru dalam pemenuhan nutrisi bagi generasi muda, khususnya pelajar […]

  • Cara Unik Dinkes Manggarai Peringati Hari Kesehatan Nasional: Silent Walking Jadi Simbol Pelayanan yang Memulihkan

    Cara Unik Dinkes Manggarai Peringati Hari Kesehatan Nasional: Silent Walking Jadi Simbol Pelayanan yang Memulihkan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 91
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Manggarai tahun ini. Dinas Kesehatan setempat memilih cara yang tak biasa namun sarat makna: Silent Walking, sebuah perjalanan hening yang dimulai dan diakhiri di kawasan Natas Labar, Ruteng. Alih-alih merayakan dengan keriuhan, Dinkes Manggarai mengajak seluruh peserta dari tenaga kesehatan, […]

  • Musrenbang RKPD 2027 di Satar Mese Utara, Siswa SMAN 2 Langke Majok Minta Pempus Tutup Judi Online

    Musrenbang RKPD 2027 di Satar Mese Utara, Siswa SMAN 2 Langke Majok Minta Pempus Tutup Judi Online

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 75
    • 0Komentar

    RUTENG, pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kecamatan Satar Mese Utara pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan” ini dirangkaikan dengan pencanangan Kecamatan/Desa Ramah Anak. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Satar Mese […]

  • Manggarai Jadi Tuan Rumah Turnamen Pencak Silat Se-NTT, Targetkan Jaring Atlet Menuju PON 2028

    Manggarai Jadi Tuan Rumah Turnamen Pencak Silat Se-NTT, Targetkan Jaring Atlet Menuju PON 2028

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menunjuk Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah Kejuaraan Terbuka (Open Tournament) Pencak Silat antarperguruan se-NTT. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 25 sampai 30 Juni 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Dinas PPO Kabupaten Manggarai, dan akan dibuka secara resmi oleh Bupati Manggarai Hery […]

  • Terima Bantuan Gempa Rp150 Juta, Ibunda Guru Manggarai Meldyanti Nabit: Guru-Guru Kami Tidak Sendiri

    Terima Bantuan Gempa Rp150 Juta, Ibunda Guru Manggarai Meldyanti Nabit: Guru-Guru Kami Tidak Sendiri

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan bantuan dana sebesar Rp150 juta untuk guru-guru yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Samuel Hani, SH, MH, dan diterima oleh Ibunda Guru PGRI Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur […]

expand_less