Di Tengah Situasi Darurat, Peluk Sehat Mobile Layani 88 Warga di Rumah Gendang Nekang
- account_circle Tim PF
- calendar_month 18 jam yang lalu
- visibility 139
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pelayanan peluk sehat mobile di rumah gendang nekang (J).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Di tengah situasi tanggap darurat gempa bumi, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Prinsip itu terus dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melalui berbagai bentuk pelayanan langsung di tengah masyarakat.
Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, Peluk Sehat Mobile bergerak ke Rumah Gendang Nekang dan memberikan pelayanan pengobatan gratis serta pelayanan kesehatan umum kepada masyarakat terdampak bencana.
Sebanyak 88 pasien mendapatkan pelayanan. Rinciannya, 86 orang dilayani langsung di lokasi dan dua orang mendapatkan pelayanan melalui home care. Pelayanan tersebut dilaksanakan oleh tim dokter relawan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPN).
Juru Bicara Posko HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Andriyani Djemahu, S.Farm., Apt., M.Pharm, mengatakan pelayanan kesehatan dalam situasi bencana harus mendekat kepada masyarakat.
“Dalam kondisi bencana, masyarakat tidak selalu bisa datang ke fasilitas kesehatan. Karena itu pelayanan harus kita dekatkan kepada mereka. Inilah semangat Peluk Sehat Mobile,” ujar Fransiskus.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di tengah bencana tidak hanya menyangkut pemeriksaan dan pengobatan. Kondisi psikologis masyarakat yang mengalami gempa, kehilangan rumah, kehilangan anggota keluarga maupun harus tinggal di pengungsian juga perlu diperhatikan.
Pelayanan di Rumah Gendang Nekang menjadi bagian dari dukungan pelayanan kesehatan yang lebih luas. Sebelumnya, dukungan kesehatan jiwa dan psikososial atau trauma healing juga telah dilakukan di Desa Golo Cador, wilayah kerja Puskesmas Timung, dengan sasaran pengungsi lintas usia, mulai dari balita hingga lansia.
“Peluk Sehat bukan sekadar datang membawa obat. Kita ingin masyarakat merasa bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana. Ada tenaga kesehatan yang hadir, mendengar dan membantu,” kata Fransiskus.
Kegiatan pelayanan lapangan juga menjadi penting karena sebagian fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Data HEOC per 29 Agustus mencatat 25 Puskesmas terdampak, dengan 13 di antaranya mengalami kerusakan berat.
Di sisi lain, dukungan tenaga kesehatan dan relawan terus bergerak. Hingga 29 Agustus 2026, HEOC mencatat 367 relawan terdaftar, terdiri atas sekitar 183 tenaga kesehatan dan 184 tenaga non-kesehatan.
Bagi Dinas Kesehatan Manggarai, kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pemulihan pascabencana.
Sebab dalam situasi darurat, kesehatan bukan hanya soal fasilitas yang lengkap. Ia juga tentang kehadiran, datang ketika masyarakat membutuhkan, mendengar ketika masyarakat cemas, dan memberikan pelayanan dengan cara yang membuat mereka merasa aman.
Itulah semangat yang ingin terus dihidupkan melalui Peluk Sehat Mobile.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar