Resmikan Mbaru Gendang Nanga, Wabup Fabi Tegaskan Komitmen Pelestarian Budaya Manggarai
- account_circle Tim
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wabup Fabi Abu bersama rombongan saat berada di dalam rumah gendang Nanga, di desa Bere (ist).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu, meresmikan pemanfaatan Mbaru Gendang Nanga di Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, pada Selasa pagi (23/6/2026).
Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita setelah rombongan disambut dengan ritus Curu atau penjemputan adat.
Selanjutnya, Wabup Fabi diantar masuk ke dalam rumah adat untuk mengikuti ritus Kapu (penerimaan tamu) yang kemudian dilanjutkan dengan ritus inti, yaitu Kebeng Mbaru Gendang.
Dalam sambutannya, Wabup Fabi menegaskan komitmen “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai untuk tetap menjaga warisan budaya meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar masyarakat menggalakkan semangat berhemat, “baik dalam lingkup keluarga maupun bermasyarakat, mengingat kondisi ekonomi yang semakin menantang,” tambah Wabup Fabi.
Sementara itu, warga Gendang Nanga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemkab Manggarai dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan rumah adat tersebut.
Sebagai informasi, Mbaru Gendang Nanga merupakan satu dari 92 rumah adat di Kabupaten Manggarai yang mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun 2025.
Program ini digulirkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai sejak Agustus 2025 dengan pagu anggaran sebesar Rp200 juta untuk setiap rumah adat.
Program revitalisasi ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Manggarai dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Cibal Barat Yohanes Regon, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aloisius Jebarut, Kepala Dinas PMPTSP Robertus Syukur, Kabag Prokopim Metodius Santosa Jemat, Kabag Umum Fransiskus Makarius Beka, serta Kepala Desa Bere Kornelis Palu.
- Penulis: Tim
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar