Breaking News
light_mode
Trending Tags

Resmikan Rumah Adat Gonggor, PLN Perkuat Sinergi Budaya dan Energi Bersama Masyarakat

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manggarai, Pijarflores – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri prosesi adat Roko Molas Poco sebagai bagian dari rangkaian peresmian Rumah Adat Gonggor yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 15 Desember 2025.

Peresmian rumah adat ini mencerminkan komitmen PLN dalam menghormati nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat Ring-1 pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 Poco Leok.

Tua Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) UIP Nusra atas dukungan nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Manggarai. Keberadaan Rumah Adat Gonggor, jelasnya, memiliki peran penting sebagai ruang musyawarah adat, pelaksanaan ritus tradisional, serta penguatan identitas budaya bagi generasi mendatang.

“Kami berharap kolaborasi antara PLN dan masyarakat adat dapat terus terjalin, tidak hanya dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Stefanus.

Dengan selesainya pembangunan ini, rumah gendang yang menjadi simbol utama kehidupan masyarakat Manggarai kini dapat kembali difungsikan secara layak dan aman sebagai pusat kegiatan adat, sosial, dan kebudayaan masyarakat Gonggor.

Kepala Desa Wewo, Laurensius Langgut, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak dalam pembangunan rumah adat tersebut. Ia menegaskan bahwa ritual Roko Molas Poco memiliki makna mendalam bagi masyarakat adat, khususnya dalam proses penamaan kayu utama yang disebut Molas Poco.

Prosesi adat Roko Molas Poco diawali dengan pengambilan kayu utama dari hutan adat, yang kemudian diarak menuju lokasi rumah adat dengan iringan gong dan gendang. Kayu tersebut dimaknai sebagai molas atau gadis yang dihormati, melambangkan kehidupan, kesuburan, serta restu leluhur bagi rumah adat yang akan menjadi pusat aktivitas adat dan sosial masyarakat Gonggor.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PLTP Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa kehadiran PLN dalam prosesi adat tersebut merupakan wujud penghormatan terhadap tata nilai dan proses adat yang dijalankan masyarakat setempat.

“Pembangunan panas bumi tidak bisa dilepaskan dari ruang hidup, sejarah, dan nilai budaya masyarakat yang telah ada jauh sebelum proyek ini berjalan,” ujarnya.

Roya menegaskan, PLN memastikan pemanfaatan energi panas bumi dilakukan secara bertanggung jawab, selaras dengan alam, serta menghormati nilai adat dan kearifan lokal. Melalui program TJSL, PLN hadir sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sosial dan budaya.

“Prinsip kami, pembangunan energi harus berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat, memberi manfaat bersama, serta menjaga keseimbangan sosial dan budaya di Desa Wewo dan sekitarnya,” tutup Roya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa pembangunan Rumah Gendang Gonggor merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan.

“PLN hadir dan berjalan bersama masyarakat, menghormati nilai-nilai adat yang telah mengakar kuat. Pembangunan rumah gendang ini menjadi wujud nyata kepedulian PLN terhadap kelestarian warisan budaya Manggarai,” ungkap Rizki.

Rizki menambahkan, ke depan PT PLN (Persero) UIP Nusra akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas adat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan program sosial berbasis budaya dan kearifan lokal, sehingga setiap langkah pembangunan energi di NTT dapat memberikan manfaat yang menyeluruh dan berkelanjutan.

(Tim)

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat Nobar Bola, Kopearad Ajak Pemuda Labuan Bajo Tangkal Isu Provokatif

    Lewat Nobar Bola, Kopearad Ajak Pemuda Labuan Bajo Tangkal Isu Provokatif

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Labuan Bajo, Pijarflores.com – Menjaga kedamaian dan sportivitas tidak hanya bisa dilakukan di dalam lapangan hijau, tetapi juga di luar lapangan. Komunitas Pemuda Anti Radikalisme Manggarai Barat (Kopearad) sukses menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) pertandingan sengit antara Spanyol vs Arab Saudi, Senin (22/6/2026). Menariknya, acara ini tidak sekadar menjadi ajang seru-seruan bagi para pencinta bola, […]

  • Ketua TP PKK Manggarai Gandeng Social Gracia Community Salurkan Ratusan Sembako hingga Tenda Pengungsi di Wae Ri’i

    Ketua TP PKK Manggarai Gandeng Social Gracia Community Salurkan Ratusan Sembako hingga Tenda Pengungsi di Wae Ri’i

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, meninjau sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa bumi. Menggandeng Social Gracia Community, aksi kemanusiaan ini menyasar para pengungsi di Desa Golo Watu dan Desa Satar Ngkeling, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, pada Jumat, (4/9/2026). Dalam aksi […]

  • Bupati Hery Nabit Buka Pelatihan Aksi Iklim Kaum Muda dan Kelompok Marjinal di Manggarai

    Bupati Hery Nabit Buka Pelatihan Aksi Iklim Kaum Muda dan Kelompok Marjinal di Manggarai

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, membuka Pelatihan Advokasi dan Kampanye Aksi Iklim Kaum Muda di Kabupaten Manggarai, Jumat (19/6/2026). Kegiatan bertema “Inisiatif Kaum Muda untuk Atasi Iklim yang Responsif dan Melibatkan Partisipasi Kelompok Marjinal” ini berlangsung di Hotel Revayah. Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina […]

  • Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 88
    • 0Komentar

    MATARAM, PIJARFLORES – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) pada kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT (BNN) yang berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Selasa, 25 November 2025. Komitmen pengembangan energi bersih […]

  • Ketua TP PKK Manggarai Tinjau Huntara Mandiri dan Salurkan Bantuan Donatur di Posko Wancang

    Ketua TP PKK Manggarai Tinjau Huntara Mandiri dan Salurkan Bantuan Donatur di Posko Wancang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, kembali bergerak cepat mengunjungi warga terdampak gempa bumi. Istri Bupati Manggarai ini menyambangi Posko Pengungsian Wancang di Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Rabu (22/9/2026). Setibanya di lokasi pengungsian yang menampung warga dari Kampung Timbang dan Wancang tersebut, Meldyanti […]

  • HIDUP YANG BERMAKNA

    HIDUP YANG BERMAKNA

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Edi Danggur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Ada dua prasyarat hidup yang bermakna yaitu integritas dan pengetahuan. Keduanya harus ada dalam diri seseorang secara berimbang. Seorang sastawan Inggeris terkenal, Dr. Samuel Johnson, mengatakan: “Integrity without knowledge is weak and useless, and knowledge without integrity is dangerous and dreadful.” Integritas tanpa pengetahuan adalah sebuah kelemahan dan tidak berguna, dan pengetahuan tanpa integritas (bermoral […]

expand_less