Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sinergi Budaya dan Energi: PLN Gandeng Masyarakat Adat Ngada di Proyek PLTP Mataloko

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melaksanakan prosesi adat bersama masyarakat adat Ngada sebagai bagian dari tahapan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 10 September 2026.

Prosesi adat dilakukan melalui penanaman pilar adat berupa watu dan ngasu serta pilar nasional bersama perwakilan masyarakat adat Sa’o Millo Mari dan Sa’o Rara. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wogo dan Lembaga Pemangku Adat (LPA) Desa Wogo.

Penanaman watu dan ngasu merupakan bagian dari tata adat masyarakat setempat dalam menegaskan batas wilayah sekaligus menandai pelepasan hak atas tanah. Pelaksanaan prosesi tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menghormati nilai, kearifan lokal, dan tata adat masyarakat Ngada dalam setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko.

Marselus Selu dari Lembaga Pemangku Adat (LPA) Desa Wogo, menjelaskan bahwa prosesi tersebut diawali dengan dibawanya batu adat oleh pihak rumah adat ke Kantor Desa Wogo. Batu tersebut kemudian diserahkan kepada PLN melalui ritual adat mate ngana yang disaksikan oleh pemerintah desa, LPA, serta tokoh-tokoh adat setempat. Prosesi ini menjadi bagian dari pengesahan penyerahan batu adat dari pemilik tanah kepada PLN.

“Batu itu diterima dan diserahkan kepada PLN melalui ritual mate ngana. Ritual ini untuk mengesahkan batu dari pemilik tanah kepada PLN, disaksikan oleh pemerintah dan tokoh adat,” ujar Marselus.

Lahan yang telah melalui prosesi adat tersebut selanjutnya akan digunakan untuk mendukung pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko sebagai bagian dari pengembangan PLTP Mataloko (2×10 MW). Konsep ini mengedepankan pemanfaatan langsung panas bumi _(direct use)_ sehingga potensi panas bumi Mataloko tidak hanya dikembangkan sebagai sumber energi listrik, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah melalui pengembangan kawasan geowisata.

Pihak Soma Sa’o Milo Mari, Arnold Dopo Umi, mengatakan semua kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak yang membutuhkan lahan sudah disepakati dan kesepakatan itu diterima oleh kedua pihak.

“Kami semua dari hati sudah serahkan batu itu secara adat supaya ditanam di lokasi. Dari pihak sa’o menyerahkan tanah dengan hati yang tulus tanpa paksaan kepada PLN sebagai pembeli,” ucap Arnold.

Pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko merupakan inisiatif PLN sebagai pengembang sekaligus tindak lanjut atas saran Gubernur Nusa Tenggara Timur agar potensi panas bumi Mataloko dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Sebelum prosesi adat dilaksanakan, PT PLN (Persero) UIP Nusra melalui UPP Nusra 2 telah menjalankan serangkaian tahapan bersama para pihak, mulai dari verifikasi, mediasi, pengukuran, identifikasi dan inventarisasi tanah, hingga musyawarah kompensasi. Pembayaran kompensasi kepada pihak yang berhak telah diselesaikan pada 4 September 2026.

Seiring dengan tahapan tersebut, pekerjaan fisik untuk mendukung pengembangan kawasan Geowisata Panas Bumi Mataloko juga mulai dilakukan, antara lain pematokan batas tanah serta pengecoran pondasi pagar pada area yang akan dikembangkan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, mengatakan penghormatan terhadap tata adat dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap tahapan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan PLN.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai dan kearifan lokal. Keterlibatan para pemangku adat, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Manurung.

Menurut Manurung, pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko juga diharapkan dapat memperluas manfaat keberadaan panas bumi bagi masyarakat melalui pemanfaatan langsung potensi panas bumi di kawasan tersebut.

“PLN berkomitmen menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat guna memastikan seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko berjalan sesuai ketentuan, menghormati tata nilai setempat, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tutup Manurung.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TUHAN TERNYATA TIDAK MAHA TAHU

    TUHAN TERNYATA TIDAK MAHA TAHU

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 45
    • 0Komentar

      Oleh: Edi Danggur pijarflores.com/ – Suatu hari, di ruang doanya, seorang imam sedang berbicara dengan Tuhan tentang rahasia-rahasia yang ada di dunia. Ia hendak mengakui kelemahannya di hadapan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak ia ketahui. Ada banyak misteri yang tidak berhasil tersingkap. “Tuhan, ternyata banyak sekali rahasia atau misteri di dunia ini yang […]

  • Dukung Gerakan GAMAS, Bupati Manggarai Instruksikan ASN Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

    Dukung Gerakan GAMAS, Bupati Manggarai Instruksikan ASN Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A., mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berstatus sebagai ayah untuk mengantarkan anak mereka di hari pertama masuk sekolah pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan ini dituangkan secara resmi melalui Surat Bupati Manggarai Nomor: 476/005/203/DP2KB/VII/2026 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Herybertus […]

  • Bupati Manggarai Minta 631 CPNS Jaga Integritas dan Hidup Sederhana

    Bupati Manggarai Minta 631 CPNS Jaga Integritas dan Hidup Sederhana

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Sebanyak 631 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai mengikuti kegiatan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas (PKTBT) yang dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, di Aula Benedict Hall Cewonikit (BHC) Paroki St. Vitalis Cewonikit, Jumat (29/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kompetensi dasar […]

  • Di Hari ke-19, Satgas Pangan Manggarai Pantau Pasar Inpres Ruteng, Harga Beras Terpantau Stabil Sesuai HET

    Di Hari ke-19, Satgas Pangan Manggarai Pantau Pasar Inpres Ruteng, Harga Beras Terpantau Stabil Sesuai HET

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Kabupaten Manggarai kembali turun ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok. Pada Senin (23/02/2026), tim gabungan melakukan pemantauan intensif terhadap komoditi beras di Pasar Inpres Ruteng, Kelurahan Pitak. Kegiatan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Manggarai, Donatus Share, SH. MH, ini melibatkan […]

  • Puskesmas La’o Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Hepatitis untuk ASN Diskominfo Manggarai

    Puskesmas La’o Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Hepatitis untuk ASN Diskominfo Manggarai

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Puskesmas La’o Kecamatan Langke Rembong melaksanakan kegiatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM), pemeriksaan kesehatan, dan cek kesehatan gratis di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Manggarai pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas La’o, Mikael Eduard Keluman, dengan melibatkan dokter serta tenaga kesehatan. Agenda ini menjadi bentuk nyata pelayanan […]

  • Gempa Reok Barat, 704 Rumah dan Berbagai Fasilitas Umum Rusak

    Gempa Reok Barat, 704 Rumah dan Berbagai Fasilitas Umum Rusak

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis data terbaru mengenai dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Kecamatan Reok Barat pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan laporan rekapitulasi data korban bencana, sebanyak 704 rumah dan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan yang tersebar di delapan desa. Camat Reok Barat, Florentius Laus Hadi, mengonfirmasi […]

expand_less