Gandeng Plan Internasional Indonesia, Bupati Hery Nabit Luncurkan Project Desa SIAP
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: RGH.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RUTENG, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai bersama Yayasan Plan International Indonesia resmi meluncurkan Project Desa SIAP (Strategi Integratif untuk Anak Usia Dini melalui Pengasuhan Positif/ Integrative Strategies for Early Childhood through Positive Parenting). Peluncuran program kolaboratif ini berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, pada Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, didampingi Area Program Manager Yayasan Plan International Indonesia, Samuel Absalom Niap.
Turut hadir Ketua TP-PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Manggarai, Ny. Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, para camat, kepala desa, serta para pengurus PAUD yang masuk dalam lokus program desa sehat.
Dalam sambutannya, Bupati Herybertus G.L. Nabit mengapresiasi kemitraan jangka panjang yang terjalin dengan Plan Indonesia.
Ia mengakui bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun wilayah, terlebih di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kita boleh bicara visi dan misi, tetapi kalau anggaran terbatas, saya pastikan semua itu tidak akan berjalan maksimal. Masuknya berbagai program dari mitra ke beberapa wilayah saat ini bertujuan agar roda pembangunan bisa bergerak lebih cepat,” ujar Bupati Hery Nabit.
Ia juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi Indonesia Emas dan bonus demografi tahun 2045.

Ketua TP PKK dan Bunda PAUD, Ny. Meldyanti Hagur Marcelina Nabit (blazer merah) saat mebawakan materi di pada launching project desa SIAP.
Menurutnya, momentum tersebut akan terbuang sia-sia jika kualitas tumbuh kembang anak-anak tidak dipersiapkan dengan matang sejak dini.
“Apa yang kita jalankan bersama Plan International saat ini adalah investasi untuk membantu pertumbuhan sumber daya manusia (SDM). Hasilnya baru akan kita lihat dalam 10 hingga 15 tahun ke depan. Pengasuhan yang positif sangat krusial bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Bupati Hery meminta para camat dan kepala desa untuk mengawal secara ketat pelaksanaan program di lapangan agar seluruh kegiatan PAUD dampingan berjalan lancar.
Terlebih, Pemkab Manggarai tengah berupaya membangun konsep PAUD Satu Atap demi melengkapi fasilitas pendidikan anak usia dini yang masih terbatas.
Selain peluncuran proyek tersebut, Bupati Hery juga membocorkan agenda olahraga kemanusiaan “Jelajah Timur” yang akan kembali digelar pada September 2026 mendatang.
Lomba lari tersebut direncanakan mengambil rute start dari Aimere dan finish di Kota Ruteng, di mana hasil penggalangan dananya akan disalurkan oleh Plan Indonesia untuk mendukung pembangunan di Manggarai.
Sementara itu, Area Program Manager Yayasan Plan International Indonesia, Samuel Absalom Niap, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah dirintis bersama Pemkab Manggarai sejak tahun 2018.
Ke depan, jelas Samuel, ada dua fokus proyek baru yang akan diintegrasikan. Pertama adalah Project SIAP yang berfokus pada pengasuhan positif bagi anak usia 0 hingga 6 tahun dengan menyasar peran orang tua dan lingkungan terdekat.
Kedua, pengembangan kapasitas (capacity building) untuk mendukung masa transisi anak dari jenjang PAUD ke Sekolah Dasar (SD) lewat model PAUD Satu Atap.
“Aspek yang diintervensi mencakup layanan kesehatan, pemenuhan gizi seimbang, hingga penyediaan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain dengan gembira,” urai Samuel.
Ia menambahkan, pada fase pertama program ini, pihaknya mencatat adanya tren positif berupa peningkatan keterlibatan para ayah dalam pola pengasuhan anak.
Plan Internasional Indonesia menargetkan hasil signifikan dari intervensi ini dapat terlihat nyata dalam tiga tahun ke depan.
“Harapan besar kita adalah PAUD dapat terhubung erat dan selaras dengan Sekolah Dasar. Dengan begitu, kita bisa melahirkan model program wajib belajar 13 tahun yang kokoh dan berkelanjutan di Manggarai,” tutup Samuel.
Usai acara seremonial pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) oleh para pengurus PAUD yang menjadi dampingan Plan International di Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar