Foto bersama ketua dan wakil ketua Dekransda Kab. Manggarai serta ketua dan wakil ketua Dekranasda Kec. di Kab. Manggarai.
Ruteng, Pijarflores.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus tingkat kecamatan serta sosialisasi program strategis daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai pada Sabtu (1/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, memaparkan kekayaan motif tenun khas daerah.
Ia juga mengedukasi para Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kecamatan untuk aktif mendata penenun serta menelusuri benda-benda peninggalan leluhur.
Langkah kolaboratif antara Dekranasda kabupaten dan kecamatan ini ditujukan untuk memetakan sebaran serta jumlah penenun secara akurat sesuai standar organisasi.
Meldyanti juga memberikan penjelasan mendalam mengenai pengembangan inkubasi tenun tradisional Manggarai.
Menurutnya, program ini krusial untuk menyebarluaskan informasi mengenai 19 motif songke dan 8 jenis tenun tradisional Manggarai agar tetap lestari.
Edukasi tersebut mencakup tata cara penggunaan kain songke yang tepat dalam berbagai ritual adat maupun acara resmi pemerintahan agar pemahaman nilai budaya mengakar kuat di seluruh wilayah.
Lebih lanjut, Meldyanti menjelaskan sistem kerja Dekranasda ke depan. Salah satu target jangka panjang yang sedang didorong adalah pendirian museum tenun tradisional di Kabupaten Manggarai.
Museum ini akan berfungsi sebagai pusat pelestarian, dokumentasi budaya, sekaligus wadah pameran hasil tenun lokal.
Selain membahas kelestarian budaya, fokus utama Rakerda ini adalah merumuskan strategi matang untuk mendorong produk perajin lokal agar dapat dipasarkan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Meldyanti menjelaskan bahwa kebutuhan pasar lokal untuk kain songke saat ini sudah sangat kuat, didukung oleh daya beli masyarakat Manggarai yang tergolong tinggi terhadap kain khas ini.
Tak hanya di dalam daerah, permintaan dari luar daerah pun melonjak signifikan. Berkat kreasi para perajin yang terus melahirkan motif berkualitas, kain songke kini menjelma menjadi pilihan utama dalam setiap momentum penting.
“Saat ini, orang Manggarai dengan penuh percaya diri memakai pakaian dari kain Songke untuk menghadiri acara-acara resmi di luar daerah,” terang Meldyanti.
Fenomena ini juga terlihat nyata di tingkat nasional. Kain songke kerap dikenakan dalam acara pernikahan, prosesi wisuda, hingga berbagai agenda perkumpulan warga diaspora Manggarai yang tersebar di Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Kupang, Papua, dan provinsi lainnya.

Pengukuhan ketua dan wakil ketua Dekranasda Kecamatan oleh ketua Dekranasda Meldyanti Hagur M. Nabit di aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai.
Pengukuhan Pengurus dan Sinergi Program Kerja
Rangkaian agenda ini turut diisi dengan pengukuhan resmi Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Kecamatan se-Kabupaten Manggarai.
Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Rencana Kerja Jangka Menengah Dekranasda Manggarai guna menyelaraskan program kerja dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda Apolonia Ijuk, perwakilan dari Bapperinda Kabupaten Manggarai, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Frumencius Linus Tojo Kurniawan.
Hadir pula para Camat, Sekretaris Kecamatan (Sekcam), serta perwakilan pengurus Dekranasda dari 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Manggarai.
Saat ini belum ada komentar