Tepat di Hari Anak Nasional, Dinas Kesehatan Manggarai Luncurkan “Kartu Peluk Anak” untuk Layanan Prioritas di Fasilitas Kesehatan
- account_circle Tim PF
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ist.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai meluncurkan inovasi Kartu Peluk Anak, sebuah kartu layanan prioritas yang dirancang untuk memastikan setiap anak memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, ramah, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak, Kamis (23/7/2026).
Peluncuran program ini merupakan bagian dari gerakan Peluk Sehat dengan semangat “Memeluk Dengan Hati, Melayani Sepenuh Hati”, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada kelompok rentan.
Pada tahap pertama, sebanyak 1.500 anak dan remaja migran di Kota Ruteng menjadi penerima manfaat program. Mereka akan memperoleh akses layanan prioritas di Puskesmas Lao, Puskesmas Kota, dan RSUD Ruteng.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, mengatakan bahwa anak dan remaja harus ditempatkan sebagai kelompok prioritas karena masa depan daerah ditentukan oleh kualitas kesehatan generasi mudanya.
“Anak dan remaja bukan sekadar penerima layanan kesehatan. Mereka adalah investasi masa depan Manggarai. Ketika seorang anak datang ke fasilitas kesehatan, ia tidak boleh merasa takut, diabaikan, atau menunggu terlalu lama. Mereka harus disambut dengan senyum, diprioritaskan dengan kasih, dan dilayani dengan hati. Itulah semangat Kartu Peluk Anak.”
Menurut Jefrin, perhatian khusus kepada anak dan remaja migran menjadi langkah awal yang sangat penting.Kelompok ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks, mulai dari perpindahan tempat tinggal, keterbatasan akses pelayanan, penyesuaian lingkungan sosial, hingga berbagai risiko kesehatan fisik dan mental.
Berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, terdapat sekitar 1.500 anak dan remaja migran yang tinggal dan beraktivitas di Kota Ruteng. Mereka menjadi kelompok prioritas karena membutuhkan sistem pelayanan yang lebih mudah dijangkau, cepat, dan berkesinambungan.
Melalui Kartu Peluk Anak, pemegang kartu akan memperoleh sejumlah manfaat, antara lain:
* Prioritas antrean pelayanan di fasilitas kesehatan.
* Pendampingan pelayanan yang ramah anak dan remaja.
* Akses yang lebih mudah terhadap layanan kesehatan dasar, kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa, imunisasi, dan skrining kesehatan.
* Edukasi kesehatan yang berkelanjutan.
* Rujukan yang lebih terintegrasi apabila diperlukan.
Program ini juga menjadi bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu.
Menutup pernyataannya, Jefrin Haryanto mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum perubahan budaya pelayanan.
“Hari Anak Nasional bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang keberpihakan. Mulai hari ini, mari kita pastikan setiap anak yang memasuki puskesmas atau rumah sakit merasa dihargai, didengar, dan diprioritaskan. Karena pelayanan terbaik kepada anak hari ini adalah investasi terbaik bagi Manggarai di masa depan.”
Dengan diluncurkannya Kartu Peluk Anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai berharap semakin banyak anak memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar