Dinkes dan BNPB Gandeng TP PKK Manggarai Tinjau Kesiapan Faskes Hadapi Musim Hujan
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Faskes Darurat Puskesmas Wangko.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Gandeng TP PKK Manggarai tinjau Kesiapan Faskes Hadapi Musi untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas kesehatan (faskes) pada Jumat, (18/9/2026).
Kunjungan kerja ini menyasar di UPTD Puskesmas Wangko di Desa Golo Langkok serta Puskesmas Nanu di Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara, guna memastikan seluruh infrastruktur pelayanan publik siap menghadapi situasi tanggap darurat menjelang musim hujan.
Turut hadir dalam rombongan ini Kepala Puskesmas UPTD Wangko Evana Natalia Maricah, Sekretaris Kecamatan Rahong Utara Yustinus Jonadi Janta, serta tim HEOC Dinas Kesehatan dan BPBD Kabupaten Manggarai.
Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit menegaskan bahwa fokus penanganan kini mulai bergeser ke sektor pemulihan fisik.
“Selama ini kita hanya fokus pada pendistribusian sembako. Ke depan, kita akan intens memantau Faskes dan sekolah agar penanganan infrastrukturnya bisa terpenuhi dengan cepat dan tepat,” ujarnya.
Pastikan Kesiapan 25 Puskesmas dan Hunian Sementara
Meskipun Kabupaten Manggarai saat ini belum memasuki musim hujan, Meldyanti menyebut agar 25 Puskesmas hingga tingkat Poskesdes di Kabupaten Manggarai segera menyiapkan fasilitas yang memadai.
Langkah preventif ini diambil agar pasien tetap mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman, termasuk memastikan kesiapan Hunian Sementara (Huntara) di setiap faskes dan sekolah.
Dalam kunjungannya di Puskesmas Wangko, Meldyanti meninjau langsung seluruh kondisi bangunan gedung. Setelah itu, rombongan bergerak menuju Poskesdes Topak di Desa Golo Langkok yang dilaporkan mengalami kerusakan.
Pelayanan di Tenda Darurat dan Respons Cepat Kebutuhan Logistik
Di Poskesdes Topak, bidan desa setempat, Bidan Yulin, mengungkapkan bahwa pelayanan harian terpaksa dialihkan ke tenda darurat yang dibangun secara mandiri di samping rumahnya demi menghindari keramaian. Sementara itu, untuk penanganan ibu hamil langsung dirujuk ke Puskesmas Wangko.
Merespons kondisi tersebut, Meldyanti langsung meminta pihak BPBD Kabupaten Manggarai untuk menyalurkan tenda berukuran 4×6 guna menunjang operasional pelayanan kesehatan di Poskesdes Topak agar lebih layak.

Poskesdes Topak, Desa Golo Langkok, yang rusak akibat gempa M 7,7.
Dorong Pemulihan Infrastruktur di Puskesmas Nanu
Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan ke Puskesmas Nanu di Desa Buar. Kepala UPTD Puskesmas Nanu Epin Nina, meyampaikan bahwa hampir seluruh Poskesdes di bawah wilayah kerjanya mengalami kerusakan, sehingga pelayanan saat ini hanya mengandalkan tenda darurat dari terpal.
“Saat ini sudah ada tenda BNPB untuk rawat inap. Namun, kami masih sangat membutuhkan tambahan satu tenda lagi untuk mengakomodasi layanan IGD, rawat jalan, serta pemeriksaan ibu hamil agar bisa terpusat di satu tempat,” sebut Epin Nina.

Faskes Darurat Puskesmas Nanu.
Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Meldyanti mengimbau dalam masa transisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan tiga skala prioritas utama.
Ketiga sektor tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, dan perumahan, dengan fokus jangka pendek pada penyediaan hunian sementara serta pemulihan fasilitas fisik yang rusak.

Kunjungan ketua TP PKK Kab. Manggarai di RSL Bandara Frans Sales Lega Ruteng.
Sebelumya ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, telah mengunjungi RSL di Bandara Frans Sales Lega, pada (18/9), untuk melakukan pengecekan fasilitas.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar