Manggarai Jadi Tuan Rumah Turnamen Pencak Silat Se-NTT, Targetkan Jaring Atlet Menuju PON 2028
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 88
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama panitia turnamen silat di Kabupaten Manggarai (IPSI NTT dan IPSI Kab. Manggarai).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menunjuk Kabupaten Manggarai sebagai tuan rumah Kejuaraan Terbuka (Open Tournament) Pencak Silat antarperguruan se-NTT.
Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 25 sampai 30 Juni 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Dinas PPO Kabupaten Manggarai.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI NTT, Ferdinan Ama Tae, menjelaskan bahwa penunjukan Manggarai merujuk pada hasil keputusan rapat kerja musyawarah daerah pada Desember 2025 lalu.
“Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, kami menyurati IPSI Kabupaten Manggarai, dan mereka menyatakan kesiapannya untuk menjadi panitia penyelenggara,” ujar Ferdinan saat meninjau lokasi kegiatan di GOR Dinas PPO Manggarai.
Ferdinan mengungkapkan, turnamen ini melombakan tiga kategori usia, yakni usia dini, remaja, dan dewasa.
Hingga saat ini, sebanyak 12 perguruan silat dari berbagai kabupaten di wilayah NTT telah mendaftarkan diri.
Seleksi Ketat Menuju PON 2028Tujuan utama dari kejuaraan kategori dewasa ini adalah menyeleksi atlet potensial untuk masuk ke Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) dalam rangka menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sebagai informasi, Provinsi NTT akan menjadi salah satu tuan rumah PON 2028 bersama NTB dan Jakarta.
Demi menjaga keadilan kompetisi, atlet yang saat ini sudah berstatus aktif di Pelatda NTT dilarang bertanding dalam turnamen ini.
“Atlet Pelatda sengaja kita simpan. Nanti, mereka akan diadu dengan para juara dari turnamen ini. Melalui sistem promosi dan degradasi tersebut, kita akan mendapatkan atlet terbaik untuk target 6 medali emas di PON 2028,” tegas Ferdinan yang juga merupakan Wasit dan Juri Internasional tersebut.
Selain sebagai ajang seleksi PON, kategori usia dini dan remaja sengaja dipertandingkan untuk membangkitkan semangat berlatih serta menjadi panggung unjuk bakat bagi pesilat muda.
Persiapan Rampung, Dipimpin Wasit Berpengalaman
Panitia penyelenggara terus mematangkan persiapan teknis di lapangan. Sejak 21 Juni, tim dari Pengprov IPSI NTT telah berada di Ruteng untuk membantu penataan arena (venue).
Sesuai jadwal, agenda pada 23-24 Juni akan diisi dengan kegiatan refreshing dan upgrading bagi panitia serta perangkat pertandingan.
Selanjutnya, sesi timbang badan dan pertemuan teknis (technical meeting) bakal digelar pada 24 Juni, sebelum kompetisi resmi dimulai pada 25 Juni.
Untuk menjaga kualitas pertandingan, IPSI NTT menurunkan jajaran wasit dan juri yang telah berpengalaman di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Panitia juga menegaskan tidak membatasi keikutsertaan atlet berstatus nasional dari masing-masing perguruan agar iklim kompetisi semakin kompetitif.
Harapan Dukungan KONI Daerah
Menutup keterangannya, Ferdinan mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus IPSI Kabupaten Manggarai yang telah all-out menyiapkan fasilitas perlombaan.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini KONI Provinsi NTT selalu memberikan dukungan anggaran khusus untuk seleksi atlet.
“Kami sangat berterima kasih kepada IPSI Manggarai. Kami juga berharap adanya sinergi dan keterlibatan aktif dari KONI Kabupaten Manggarai demi menyukseskan turnamen besar ini,” pungkasnya.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Manggarai, Wendelinus Marianus Nurung, SH, menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan menjelang turnamen pencak silat tingkat kabupaten telah berjalan dengan matang dan mencapai tahapan final.
“Panitia bersama jajaran pengurus IPSI telah merampungkan kesiapan teknis, mulai dari standarisasi arena pertandingan, ketersediaan perangkat pertandingan yang tersertifikasi,” imbuhnya.
Wendelinus menyatakan optimismenya bahwa turnamen ini siap digelar demi menjaring bibit-bibit atlet potensial dari seluruh bumi Congka Sae.
Lebih lanjut, Wendelinus Marianus Nurung, SH, menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi fisik, melainkan ruang pembinaan karakter dan pelestarian budaya bangsa bagi generasi muda di Kabupaten Manggarai.
“IPSI Manggarai berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan kejuaraan yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, dan persaudaraan berlandaskan semangat kekeluargaan pencak silat,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat dan segenap perguruan silat yang bernaung di bawah IPSI Manggarai untuk bersatu padu menyukseskan gelaran ini, sekaligus menjadikan turnamen ini sebagai batu loncatan menuju prestasi di tingkat regional maupun nasional.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar