Ketua TP PKK Kab. Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, saat memberi pelatihan kepada fasilitator pendamping Desa Model, di aula PKK Kab. Manggarai.
Ruteng, Pijarflores.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai resmi menggelar Pelatihan Persiapan Fasilitator Pendamping Program Desa Model PKK. Kegiatan krusial ini berlangsung di Aula PKK Kabupaten Manggarai pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Mengusung tema “Mempersiapkan Fasilitator yang Mampu Mengubah Data Baseline Menjadi Aksi Pendampingan yang Terukur, Partisipatif, dan Berkelanjutan”, pelatihan ini bertujuan melahirkan fasilitator yang kompeten.
Para peserta dipersiapkan untuk merancang, melaksanakan, memantau, hingga mengevaluasi Program Desa Model PKK berdasarkan baseline kompetensi kader serta prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, menjelaskan bahwa program ini bertumpu pada Empat Program Unggulan PKK, yaitu:
1. Penguatan Literasi Keluarga melalui Kelompok Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
2. Penguatan Literasi Keuangan Keluarga melalui Kelompok Usaha Bersama Simpan Pinjam (UBSP).
3. Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
4. Penguatan Perencanaan Sehat Keluarga melalui Kelompok Sadar Sehat/Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Secara khusus, para fasilitator dibekali kemampuan untuk memetakan kemampuan belajar kader, menentukan strategi pendampingan, memperkuat administrasi kelompok, hingga menyusun laporan perkembangan yang berbasis data evaluasi.
Pelatihan ini menyasar fasilitator tingkat kabupaten dan kecamatan, unsur POKJA I-IV, pendamping desa, serta unsur teknis.
Adapun kriteria minimum yang ditekankan bagi para pendamping ini meliputi kesediaan melakukan kunjungan rutin, kemampuan berkomunikasi yang baik, keterbukaan terhadap evaluasi, pemahaman konteks sosial-budaya lokal, serta komitmen menjaga kerahasiaan data.
Dalam arahannya, Meldyanti menegaskan bahwa sebuah keberhasilan besar tidak instan.
“Program besar tidak lahir dari satu kegiatan besar. Program besar lahir dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, diukur, dievaluasi, dan diperbaiki bersama,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ukuran keberhasilan Desa Model PKK bukan sekadar formalitas terbentuknya kelompok atau banyaknya seremonial kegiatan.
Keberhasilan sejati tercapai saat kader semakin mandiri dan keluarga di Manggarai merasakan perubahan nyata dalam hal literasi, pengelolaan keuangan, pemenuhan pangan, serta perencanaan hidup sehat.
Saat ini belum ada komentar