Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gandeng Pemkab Manggarai, Keuskupan Ruteng Luncurkan Festival Golo Curu 2026

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com – Festival Maria Ratu Rosari Golo Curu 2026 resmi diluncurkan di Natas Labar Motang Rua, Ruteng, pada Kamis (9/7/2026). Peluncuran ini menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan festival keagamaan akbar tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 7 Oktober 2026 mendatang.

Tahun ini, festival mengangkat tema “Berziarah Bersama Bunda Maria dalam Pengharapan: Merajut Iman, Membangun Persaudaraan, Menyalakan Misi dan Merawat Kehidupan.” Tema tersebut diusung sebagai roh penggerak dalam membangun kehidupan beriman yang kokoh, sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Festival Golo Curu 2026, Yosef T. Nono, menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari gerakan pastoral Gereja. Kegiatan ini sekaligus mengimplementasikan hasil Sinode IV Keuskupan Ruteng yang bernapaskan semangat “Berjalan Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Solider dan Misioner”.

Menurut Yosef, Festival Golo Curu dibangun di atas empat pilar utama, yakni merajut iman, membangun persaudaraan, menyalakan misi, dan merawat kehidupan. Keempat pilar ini diharapkan mampu menjadi pemandu bersama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, solider, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Kami mengajak seluruh umat dan elemen masyarakat untuk menjadikan festival ini sebagai ruang memperdalam relasi dengan Tuhan, memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman, menghadirkan pelayanan nyata bagi sesama, serta menjaga kelestarian alam sebagai rumah bersama,” ujar Yosef.

Sementara itu, Uskup Ruteng melalui Vikaris Episkopal (Vikep) Ruteng, Romo Dionesius Osharjo, menegaskan bahwa Festival Golo Curu yang kini memasuki tahun keempat penyelenggaraannya telah berkembang menjadi ruang kolaborasi yang solid antara pihak Gereja dan Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Romo Dionesius menambahkan, meski berakar dari tradisi religius, dampak positif dari festival ini telah meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari penguatan iman, integrasi sosial, pelestarian budaya lokal, pengembangan pariwisata, hingga pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Keuskupan Ruteng dan Pemkab Manggarai berkomitmen untuk terus mempertahankan festival ini sebagai agenda tahunan resmi.

“Festival ini juga menjadi panggung aktualisasi berbagai potensi masyarakat Manggarai dan Manggarai Timur, baik dalam sektor kebudayaan, ekonomi kreatif, pariwisata, maupun kehidupan rohani,” jelasnya.

Pihak Keuskupan Ruteng turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemkab Manggarai, panitia pelaksana, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), serta seluruh lapisan masyarakat yang ikut menyukseskan peluncuran ini.

Kabar baiknya, Festival Golo Curu kini telah resmi masuk ke dalam kalender wisata nasional lewat Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026. Status bergengsi ini diharapkan mampu mendongkrak promosi wisata religi dan kebudayaan Manggarai di kancah nasional hingga internasional.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Manggarai melalui Asisten I Bidang Pemerintahan, Yosef Jelamu, menegaskan bahwa Festival Golo Curu bukan sekadar milik umat Katolik semata, melainkan milik seluruh masyarakat Manggarai.

“Festival ini adalah perayaan kebersamaan kita. Sebuah ruang di mana seluruh elemen masyarakat dari lintas budaya dan agama dapat berkolaborasi dan merayakan indahnya keberagaman yang dimiliki Manggarai,” kata Yosef Jelamu.

Ia menyatakan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Manggarai ke publik yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini terbukti efektif mendorong roda ekonomi masyarakat melalui geliat sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Pemkab Manggarai berharap Festival Golo Curu terus bertransformasi menjadi magnet wisata nasional yang mempertegas posisi Manggarai sebagai destinasi unggulan wisata religi di Indonesia.

“Festival Golo Curu adalah wujud nyata kolaborasi harmonis antara pemerintah daerah dan Gereja dalam membangun daerah. Semoga festival ini terus menghadirkan dampak positif bagi kehidupan rohani, sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 573 Rumah Tak Layak Huni di Manggarai Disulap Jadi Layak Huni Lewat Program BSPS

    573 Rumah Tak Layak Huni di Manggarai Disulap Jadi Layak Huni Lewat Program BSPS

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mendapatkan kado istimewa dari Pemerintah Pusat berupa bantuan bedah rumah sebanyak 573 unit melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dari Kementrian Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Program strategis ini menjadi angin segar bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) demi mewujudkan hunian yang aman, sehat, dan layak tinggal. Kepala Dinas […]

  • Jalur Satar Mese Barat–Lembor Terendam Banjir, Camat Imbau Warga Waspada dan Jangan Nekat Melintas

    Jalur Satar Mese Barat–Lembor Terendam Banjir, Camat Imbau Warga Waspada dan Jangan Nekat Melintas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 70
    • 0Komentar

    MANGGARAI, pijarflores.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, menyebabkan banjir meluap hingga menutupi badan jalan di beberapa desa pada Rabu (13/5/2026). Camat Satar Mese Barat, Yosef Soni, mengonfirmasi bahwa luapan banjir telah menyumbat dan merendam sedikitnya tiga titik gorong-gorong serta jembatan akibat hujan lebat yang berlangsung sejak Selasa […]

  • Pasca-Gempa M 7,7: Pemkab Manggarai Tetapkan Masa Transisi Darurat Pemulihan Selama 90 Hari

    Pasca-Gempa M 7,7: Pemkab Manggarai Tetapkan Masa Transisi Darurat Pemulihan Selama 90 Hari

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Paulus Jeramun, M. Si
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan Masa Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari, terhitung mulai 29 September 2026, setelah berakhirnya masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi yang berlangsung sejak 15 Agustus hingga 28 September 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana yang berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Kabupaten […]

  • Sosok Fransiskus Levens, Bakal Calon Kuat Kepala Desa Longko Kecamatan Wae Ri’i

    Sosok Fransiskus Levens, Bakal Calon Kuat Kepala Desa Longko Kecamatan Wae Ri’i

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Manggarai yang direncanakan berlangsung pada rentang Oktober hingga November 2026, nama Fransiskus Levens mulai mencuat sebagai salah satu kandidat potensial di Desa Longko, Kecamatan Wae Ri’i. Fransiskus Levens menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut dengan mengusung misi membawa perubahan […]

  • Terima Bantuan Gempa Rp150 Juta, Ibunda Guru Manggarai Meldyanti Nabit: Guru-Guru Kami Tidak Sendiri

    Terima Bantuan Gempa Rp150 Juta, Ibunda Guru Manggarai Meldyanti Nabit: Guru-Guru Kami Tidak Sendiri

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan bantuan dana sebesar Rp150 juta untuk guru-guru yang terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Provinsi NTT, Dr. Samuel Hani, SH, MH, dan diterima oleh Ibunda Guru PGRI Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur […]

  • Resmi Ditetapkan, 5.235 Rumah Korban Gempa Manggarai Masuk Usulan Bantuan Tahap I

    Resmi Ditetapkan, 5.235 Rumah Korban Gempa Manggarai Masuk Usulan Bantuan Tahap I

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan hasil verifikasi dan validasi kerusakan rumah akibat bencana gempa bumi tektonik tahap pertama. Sebanyak 5.235 rumah/keluarga terdampak diusulkan untuk mendapatkan bantuan sesuai tingkat kerusakan dan ketentuan yang berlaku. Penetapan tersebut ditandai dengan Penandatanganan Surat Keputusan Bupati Manggarai tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Kerusakan Tahap I (Satu) Akibat Bencana […]

expand_less