Breaking News
light_mode
Trending Tags

PTUN Kupang Tolak Gugatan Ganti Rugi dan Permohonan Maaf Koalisi Poco Leok terhadap Bupati Manggarai

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Aksi dari masyarakat Poco Leok di depan kantor Bupati Manggarai, yang masih dalam situasi kondisif, ketika para orator yang mengaku dari Mucu, belum mencaci maki keluarga Todo Pongkor (5/6/2025).

Manggarai, pijarflores.com/ – Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang resmi mengeluarkan putusan terkait gugatan Koalisi Advokasi Poco Leok terhadap Bupati Manggarai. Dalam putusan nomor 26/G/TF/2025/PTUN.KPG tertanggal 10 Maret 2026 tersebut, hakim menolak sebagian tuntutan yang diajukan oleh koalisi yang berbasis di Jakarta Selatan itu.

Terdapat tujuh poin tuntutan yang dilayangkan kepada Bupati Manggarai sebagai Tergugat. Salah satu poin krusial yang ditolak oleh Hakim (poin kelima) adalah permintaan agar Tergugat menyampaikan permohonan maaf melalui enam media massa serta membayar ganti rugi kepada warga terdampak.

Dalam amar putusannya, Hakim menyatakan bahwa tindakan administrasi pemerintahan berupa penghalangan penyampaian pendapat di muka umum—yang disertai intimidasi dan ancaman saat aksi damai Masyarakat Adat 10 Gendang Poco Leok pada 5 Juni 2025—merupakan perbuatan melanggar hukum. Namun, hakim menolak gugatan selebihnya, termasuk tuntutan ganti rugi.

Kronologi dan Eskalasi di Lapangan

Gugatan ini bermula dari aksi demonstrasi Masyarakat Adat Poco Leok di depan Kantor Bupati Manggarai pada Juni 2025 lalu. Aksi tersebut sempat memanas ketika salah satu orator, Wihelmus, melontarkan kalimat yang menyebut Bupati Manggarai sebagai “pembohong dan sampah masyarakat”.

Tak hanya menyasar pribadi Bupati Herybertus GL Nabit, cacian tersebut juga menyerang keluarga besar Todo-Pongkor dengan label serupa. Hal ini memicu reaksi keras dari keluarga besar Todo-Pongkor yang berada di lokasi. Situasi baru mereda setelah dilakukan mediasi di kantor Wakapolres Manggarai, yang berujung pada permohonan maaf dari koordinator aksi, Maksimilianus Neter, kepada Bupati dan keluarga besar Todo-Pongkor pada petang harinya.

Klarifikasi Tetua Adat Mucu-Poco Leok

Menanggapi polemik tersebut, Tetua Adat Mucu Poco Leok, Kraeng Petrus Jebaru, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengutus individu tertentu untuk berdemo, apalagi melontarkan hinaan.

“Bukan kami yang mengutus mereka, termasuk kata-kata yang mereka ucapkan, itu bukan perintah kami. Yang berbicara itu bukan bagian inti dari Gendang Mucu,” tegas Petrus saat menemui keluarga besar Todo-Pongkor pada 17 Juni 2025. Ia menambahkan bahwa segala ucapan orator tersebut merupakan tanggung jawab pribadi, bukan tanggung jawab adat Gendang Mucu.

Tanggapan Bupati Manggarai

Bupati Herybertus Nabit menegaskan bahwa dirinya tidak anti-kritik selama tidak menyerang ranah pribadi atau menyinggung isu suku, agama, dan ras (SARA).

“Demonstrasi itu boleh menurut aturan, tetapi jangan menyerang pribadi dan membawa nama suku. Jika sudah menyerang suku, itu bukan lagi demokrasi, tapi mencederai budaya Manggarai,” ujar Hery Nabit. Ia menegaskan akan bersikap tegas terhadap siapapun yang menggunakan cara-cara yang melukai perasaan pribadi dan kehormatan suku dalam beraspirasi.

Isi Putusan Lengkap PTUN Kupang

Berdasarkan hasil sidang, PTUN Kupang menetapkan:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian.

2. Menyatakan tindakan intimidasi dan penghalangan pendapat di muka umum oleh Tergugat pada 5 Juni 2025 sebagai perbuatan melanggar hukum.

3. Menyatakan batal tindakan administrasi pemerintahan tersebut.

4. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya (termasuk ganti rugi dan tuntutan maaf di media massa).

5. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara sebesar Rp480.000,00.

(Tim)

 

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpin Apel Perdana 2026, Bupati Manggarai Instruksikan Percepatan DPA dan Penguatan Kepercayaan Publik

    Pimpin Apel Perdana 2026, Bupati Manggarai Instruksikan Percepatan DPA dan Penguatan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A., memimpin Apel Perdana Tahun 2026 di Natas Labar, Ruteng, Senin (5/1/2026). Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya efisiensi anggaran, percepatan administratif, dan pembangunan kepercayaan (trust) publik sebagai fondasi kerja tahun ini. Apel ini dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh […]

  • Hak Jawab Floresa.co Terhadap Berita EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai

    Hak Jawab Floresa.co Terhadap Berita EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

      RUTENG, PIJARFLORES – Salah satu wartawan yang mengaku dari Floresa.co, bernama Arif, telah mengirimkan hak jawab, berkaitan dengan berita pijarflores.com/ yang berjudul "EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai". Berikut hak jawab dari Floresa.co: Pada 15 November 2025, media yang Anda pimpin, pijarflores.com/, memuat berita berjudul “EP dan Editor Floresa […]

  • EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai

    EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 1
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Wartawan berinisial EP, saat masih bertugas bersama salah satu editornya dari media Floresa.co, dikabarkan pernah meminta sejumlah uang kepada Bupati Manggarai Hery Nabit. Uang tersebut diminta dengan alasan untuk membeli makan siang mereka. Tindakan meminta uang kepada pihak tertentu ini diduga bukan kali pertama dilakukan oleh EP. Saat masih menjadi wartawan di […]

  • Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

    Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2017
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Ini sekedar contoh berita ========================== Bantul – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan saat ini tantangan terbesar Indonesia adalah menghadapi kompetisi global yang semakin sengit. Karena sekarang antar negara bersaing, sementara jumlah penduduk di bumi terus bertambah, bahkan sudah melebihi kapasitas. Bertambahnya jumlah penduduk tersebut, kata Gatot, tidka diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Hal […]

  • Gunakan Mekanisasi Pertanian, Pemkab Manggarai Pangkas Biaya Panen hingga 70 Persen

    Gunakan Mekanisasi Pertanian, Pemkab Manggarai Pangkas Biaya Panen hingga 70 Persen

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Operator dan Panen Simbolis menggunakan mesin modern Combine Harvester. Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Nio, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok ini menandai babak baru modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Manggarai guna meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan petani lokal, (7/5/2026). Kepala Dinas […]

  • PLN UIP Nusra dan Politeknik KP Kupang Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Oesina di Kupang Barat

    PLN UIP Nusra dan Politeknik KP Kupang Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Bersih Pantai Oesina di Kupang Barat

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 0
    • 0Komentar

    KUPANG, PIJARFLORES – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kementerian Kelautan dan Perikanan ke-26 serta Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 3 bersama Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Kupang menggelar aksi bersih Pantai Oesina, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur […]

expand_less