Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ahli ITB: Pemanfaatan Lahan Aktual PLTP Mataloko Sangat Minim dan Efisien

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram, Pijarflores.com – Ahli geothermal Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat, meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya terkait pemahaman mengenai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan kebutuhan lahan aktual untuk pembangunan fasilitas panas bumi, Senin (13/7/2026).

Ali menjelaskan, lahan yang digunakan secara aktual dalam pembangunan PLTP hanya sebagian kecil dari total luas WKP dan diperuntukkan bagi fasilitas-fasilitas yang mendukung operasional panas bumi.

“Saat eksplorasi luas WKP cukup luas namun akan mengecil saat produksi. WKP dapat mencapai puluhan ribuan hektar, tetapi pemanfaatan lahannya sangat minim dan hanya digunakan untuk fasilitas tertentu seperti jalan akses, wellpad, jalur pipa, fasilitas pembangkit, serta sarana penunjang operasi,” jelas Ali.

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare. Namun, kebutuhan lahan untuk pengembangan PLTP Mataloko hanya sekitar 13,3 hektare atau sekitar 1,3 persen dari total luas WKP tersebut.

Kebutuhan lahan ini lebih efisien dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan lahan PLTP menurut EBTKE yang sebesar 0,9 ha/MW.

Di sisi lain, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) sekaligus Assistant Manager Project Site PLTP Mataloko Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2, Adrys Silaban, menyampaikan bahwa rencana pengembangan WKP Mataloko saat ini telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung tahap awal dengan progres mencapai 100 persen.

Infrastruktur tersebut meliputi pembangunan wellpad A, B, C, dan D, laydown area, jalan akses (access road), serta sistem penyediaan air (supply water system). Kesiapan infrastruktur ini menjadi tonggak penting sebelum proyek memasuki tahapan pengeboran (drilling).

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) sekaligus Assistant Manager Project Site PLTP Mataloko UPP Nusra 2, Adrys Silaban, menegaskan bahwa setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko selalu dilaksanakan dengan mengedepankan pelibatan masyarakat adat serta menghormati nilai-nilai, norma, dan mekanisme adat yang berlaku di wilayah setempat.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

“Seluruh proses kami laksanakan melalui koordinasi dan musyawarah bersama masyarakat adat sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, pelepasan hak atas tanah secara adat dilaksanakan melalui prosesi Gose Ngusu Juta Lange, sedangkan penanaman pilar batas adat dilakukan melalui prosesi Mula Watu Ngusu yang disaksikan oleh para saksi batas dan tokoh adat. Kami berkomitmen agar setiap tahapan pengembangan proyek berjalan selaras dengan kearifan lokal sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat,” ujar Adrys.

Manager PT PLN (Persero) UPP Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, mengatakan kehadiran infrastruktur-infrastruktur pendukung dalam pengembangan PLTP Mataloko tidak hanya ditujukan untuk mendukung operasional proyek, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari site development proyek, PLN telah membangun akses jalan sepanjang sekitar 8 kilometer menuju lokasi pengembangan PLTP Mataloko hingga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Jalan tersebut dibangun untuk mendukung mobilisasi peralatan dan material selama masa konstruksi.

Menurut Avianda, jalan yang kini beraspal dan menghubungkan kawasan permukiman serta lahan pertanian warga telah meningkatkan konektivitas dan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap akses jalan ini dapat memperlancar mobilitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek,” ujar Avianda.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, menegaskan bahwa pengembangan PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores.

“Kami berkomitmen memastikan pengembangan PLTP Mataloko dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan,” tutup Manurung.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemberdayaan Warga Lokal, Progres Revitalisasi SMPN 2 Satar Mese Utara Capai 50 Persen

    Pemberdayaan Warga Lokal, Progres Revitalisasi SMPN 2 Satar Mese Utara Capai 50 Persen

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – SMPN 2 Satar Mese Utara, di Kabupaten Manggarai, mendapatkan program Revitalisasi dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan anggaran sebesar Rp1.111.677.000,00. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut kini mulai direalisasikan. Berbagai item pekerjaan fisik mulai berjalan di lingkungan sekolah yang berlokasi […]

  • Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Sambungan pipa dari Mata Air Wae Gonggong, menuju desa Iteng dan sekitarnya mengalami gangguan. Penanggung jawab Intalasi Kota Kecamatan (IKK) Perumda Tirta Komodo di Iteng, Kornelis Gunggu, kecamatan Satar Mese, mengatakan gangguan tersebut terjadi akibat batu yang terjatuh dari tebing. “Pecah pipa PVC Q 6, akibat hantaman batu, terjadi kemarin jam 16.40 Wita di jurang […]

  • Cuaca Ekstrem Terjang Manggarai: Jaringan Listrik 20 KV Rusak, Petugas Percepat Pemulihan

    Cuaca Ekstrem Terjang Manggarai: Jaringan Listrik 20 KV Rusak, Petugas Percepat Pemulihan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai pada Senin (9/3/2026) pagi, menyebabkan kerusakan serius pada jaringan listrik tegangan menengah (20 KV). Insiden ini memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah strategis. Sejumlah pohon bambu dilaporkan tumbang dan menimpa kabel Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di beberapa titik, […]

  • Bantu Petani Hemat Waktu dan Biaya, Pemkab Manggarai Serahkan 51 Unit Alsintan

    Bantu Petani Hemat Waktu dan Biaya, Pemkab Manggarai Serahkan 51 Unit Alsintan

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Pemerintah Kabupaten Manggarai menyerahkan sebanyak 51 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani dari 11 kecamatan se-Kabupaten Manggarai. Penyerahan dilakukan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, pada Selasa (2/6/2026). Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, […]

  • Bupati Hery Nabit Buka Kongres Nasional PMKRI XXXIV di Ruteng, Dorong Rekomendasi untuk Wilayah Tertinggal

    Bupati Hery Nabit Buka Kongres Nasional PMKRI XXXIV di Ruteng, Dorong Rekomendasi untuk Wilayah Tertinggal

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara resmi membuka Kongres Nasional XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas. Seremoni pembukaan berlangsung khidmat di Aula Assumpta Katedral Ruteng pada Senin (20/7/2026). Bupati Hery menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi dan tamu undangan dari […]

  • Kejati NTT Nyatakan Hasil Klarifikasi Dugaan Suap Jaksa dalam Kasus Bawang Merah Tidak Terbukti

    Kejati NTT Nyatakan Hasil Klarifikasi Dugaan Suap Jaksa dalam Kasus Bawang Merah Tidak Terbukti

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KUPANG, PIJARFLORES – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) Roch Adi Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan tim pengawas internal Kejaksaan, pihaknya tidak menemukan adanya bukti penyuapan terhadap aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng dalam kasus benih bawang merah yang sempat viral di media sosial. “Saya yang pimpin langsung. Berdasarkan klarifikasi yang dilakukan […]

expand_less