Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ketua TP PKK Manggarai: Peluk Sehat Mobile Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah Pascabencana

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 186
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com –  Gempa bumi tidak berhenti ketika getaran tanah mereda. Bagi sebagian warga, terutama kelompok rentan, dampaknya masih terasa dalam bentuk gangguan kesehatan, keterbatasan mobilitas, kecemasan, hingga terputusnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Di tengah situasi pascabencana tersebut, Peluk Sehat Mobile bergerak mendekati warga.

Pelayanan kesehatan bergerak ini menyasar dua lokus di Kabupaten Manggarai. Pada lokus pertama, tim memberikan pemeriksaan dan pengobatan kepada 45 orang dari unsur Tim Penggerak PKK dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pada Selasa (1/9/2026).

Sementara di Kelurahan Watu, pelayanan menjangkau 74 warga. Tim tidak hanya memberikan pelayanan di lokasi, tetapi juga melakukan kunjungan rumah kepada enam penderita stroke dan dua orang lansia yang mengalami keterbatasan untuk datang langsung ke tempat pelayanan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelayanan kesehatan pascagempa bumi, ketika masyarakat membutuhkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga fleksibel dan mampu menjangkau mereka yang paling rentan.

Pascabencana, Kelompok Rentan Tidak Boleh Terlewat

Koordinator Peluk Sehat Mobile, Iwan Hari Baik, menjelaskan bahwa bencana sering kali membuat kelompok rentan menghadapi hambatan berlapis dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Penderita stroke, lansia, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit kronis tidak selalu mampu mendatangi fasilitas kesehatan. Karena itu, pendekatan pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat pascabencana.

“Peluk Sehat Mobile hadir dengan pendekatan mendatangi masyarakat. Ketika kondisi pascabencana membuat seseorang sulit datang ke fasilitas kesehatan, maka tenaga kesehatan yang datang ke rumahnya,” jelas Iwan.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan bagian dari filosofi Peluk Sehat, yakni menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, ramah dan manusiawi melalui pendekatan hospitality based care.

“Dalam situasi pascabencana, pelayanan kesehatan bukan hanya soal pemeriksaan dan pengobatan. Kita juga perlu memastikan masyarakat merasa aman, didengar dan diperhatikan,” ujarnya.

Melibatkan Dokter dan Tenaga Kesehatan Lintas Institusi

Pelayanan Peluk Sehat Mobile melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan Puskesmas Kota.

Tim juga mendapat dukungan dokter dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia, yakni dr. Tira dan dr. Glori, serta dr. Marni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Kolaborasi ini memperkuat pelayanan lapangan, terutama dalam pemeriksaan dan pengobatan warga yang membutuhkan penanganan kesehatan setelah bencana.

Kehadiran tim di lapangan sekaligus menunjukkan bahwa respons kesehatan pascabencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, organisasi profesi, komunitas dan masyarakat perlu bergerak dalam satu semangat: memulihkan kesehatan dan rasa aman warga.

Anggota Sat. Pol PP Kab. Manggarai sebelum mengantar logistik untuk warga terdampak gempa di Kec. Cibal.

Ketua TP PKK: Pemerintah Harus Hadir di Tengah Warga

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Ibu Meldyanti Hagur Nabit, memberikan apresiasi terhadap pelayanan Peluk Sehat Mobile, khususnya karena pelayanan tersebut menyentuh masyarakat secara langsung di tengah situasi pascabencana.

Menurutnya, pelayanan kesehatan pascabencana harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk mereka yang karena kondisi fisik maupun usia tidak dapat datang sendiri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menilai kehadiran tim di lapangan merupakan bentuk nyata kepedulian dan kehadiran pemerintah.

“Peluk Sehat Mobile adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Apalagi dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan pelayanan yang hadir langsung, mendengarkan dan memberikan solusi atas kebutuhan mereka,” ujar Meldyanti.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan para dokter yang terlibat dalam pelayanan tersebut.

Menurutnya, semangat kolaborasi seperti ini perlu terus dipertahankan dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Ketika Pelayanan Kesehatan Harus Datang Mencari Warga

Bencana mengajarkan satu hal penting: tidak semua warga memiliki kemampuan yang sama untuk mengakses pelayanan.

Ada warga yang bisa berjalan menuju fasilitas kesehatan. Ada yang membutuhkan pendamping. Ada pula yang bahkan tidak mampu meninggalkan rumah. Karena itu, Peluk Sehat Mobile mencoba mengisi ruang tersebut.

Enam penderita stroke dan dua lansia yang dikunjungi di rumah bukan sekadar angka cakupan pelayanan. Mereka adalah pengingat bahwa dalam situasi pascabencana, keberhasilan pelayanan kesehatan juga diukur dari kemampuan menjangkau mereka yang paling sulit dijangkau.

Pendekatan inilah yang membedakan pelayanan kesehatan bergerak dengan sekadar memindahkan tempat praktik medis.

Peluk Sehat Mobile membawa medical care sekaligus hospitality based care: memeriksa, mengobati, mendengarkan, mendampingi dan memastikan warga tetap merasa menjadi bagian dari perhatian pemerintah.

Sebab setelah bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan obat. Mereka membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak sendirian.

Dan ketika tenaga kesehatan datang mengetuk pintu rumah mereka, pesan yang sebenarnya sedang disampaikan adalah sederhana:

“Kami datang karena kesehatan Anda penting.”

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD NTT dan PLN UIP Nusra Perkuat Sinergi Kembangkan Potensi Geothermal di Flores

    DPRD NTT dan PLN UIP Nusra Perkuat Sinergi Kembangkan Potensi Geothermal di Flores

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Mataram, pijarflores.com/ – Upaya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Pulau Flores dan Lembata, terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan PT PLN (Persero). Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan konsultasi Ketua DPRD Provinsi NTT bersama Komisi IV DPRD NTT ke PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara […]

  • PLN Peduli: Hadirkan Ruang Belajar Layak Bagi Siswa SDN Ara di Kabupaten Manggarai

    PLN Peduli: Hadirkan Ruang Belajar Layak Bagi Siswa SDN Ara di Kabupaten Manggarai

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com/ – Siswa-siswi SD Negeri Ara di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini memiliki ruang belajar yang lebih representatif. Fasilitas ini terwujud melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra). Ruang kelas baru tersebut kini mulai dimanfaatkan secara […]

  • Gempa M 7,7 Flores: Pemerintah Kecamatan Rahong Utara Data Sementara 1.260 Rumah Rusak di 11 Desa

    Gempa M 7,7 Flores: Pemerintah Kecamatan Rahong Utara Data Sementara 1.260 Rumah Rusak di 11 Desa

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 512
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kecamatan Rahong Utara bergerak cepat memantau kondisi masyarakat pasca-bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Pada Minggu (16/8/2026), tim penanganan bencana alam tingkat kecamatan melakukan pendataan langsun dari ke desa-desa terdampak. Tim penanganan bencana alam yang terdiri dari jajaran Pemerintah Kecamatan Rahong […]

  • Sambut Kongres Nasional PMKRI, Pemkab Manggarai Matangkan Fasilitas dan Kerahkan ASN Bersihkan Kota

    Sambut Kongres Nasional PMKRI, Pemkab Manggarai Matangkan Fasilitas dan Kerahkan ASN Bersihkan Kota

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan Kongres Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Ke-34 yang akan berlangsung pada 19–25 Juli 2026, Selasa (14/7/2026). Untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan, Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, meninjau langsung sejumlah lokasi yang akan menjadi tempat utama kegiatan (venue). Peninjauan dilakukan di […]

  • Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    Pipa Milik Perumda Tirta Komodo di Satar Mese Patah, Sedang Diperbaiki dan Akan Tuntas Hari Ini

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Sambungan pipa dari Mata Air Wae Gonggong, menuju desa Iteng dan sekitarnya mengalami gangguan. Penanggung jawab Intalasi Kota Kecamatan (IKK) Perumda Tirta Komodo di Iteng, Kornelis Gunggu, kecamatan Satar Mese, mengatakan gangguan tersebut terjadi akibat batu yang terjatuh dari tebing. “Pecah pipa PVC Q 6, akibat hantaman batu, terjadi kemarin jam 16.40 Wita di jurang […]

  • Srikandi PLN Bantu Ibu Hamil dan Anak Perangi Stunting di Sekotong Timur

    Srikandi PLN Bantu Ibu Hamil dan Anak Perangi Stunting di Sekotong Timur

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 79
    • 0Komentar

    LEMBAR, PIJARFLORES – Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Siloam Mataram menggelar program Srikandi Care berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan anak di Aula Kantor Desa Sekotong Timur, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang berfokus pada pencegahan stunting dan gizi buruk tersebut diikuti […]

expand_less