Pasca Gempa M 7,7 Manggarai: Personel Brimob Dikerahkan Evakuasi Puing dan Amankan 121 Rumah Rusak di Desa Dimpong
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

23 personel Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor yang dipimpin langsung oleh Danki Brimob Soleman Talo, S.H., tiba di Desa Dimpong, Kecamatan Rahung Utara, untuk membantu evakuasi korban gempa.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Sebanyak 23 personel Brimob Kompi 2 Yon B Pelopor yang dipimpin langsung oleh Danki Brimob Soleman Talo, S.H., tiba di Desa Dimpong, Kecamatan Rahung Utara, Kabupaten Manggarai pada Minggu (16/8/2026) pukul 10.15 WITA. Kehadiran tim tanggap darurat ini bertujuan untuk memeriksa, mengamankan, serta membersihkan material rumah warga yang roboh akibat guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Berdasarkan data lapangan, gempa tektonik tersebut berdampak pada 418 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.400 jiwa. Tercatat sebanyak 121 unit rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 70 rumah rusak berat dan 51 rumah rusak ringan.
Sebanyak 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara 500 warga terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang tertimbun dalam musibah ini.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari 25 personel SAR Brimob, perangkat Desa Dimpong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Bergerak menggunakan dua unit mobil operasional dan satu sepeda motor, tim dilengkapi dengan peralatan taktis seperti tali penolong, alat pencari, senter, rompi pengaman, hingga alat pembersih puing.
“Tindakan Evakuasi dan Pengamanan AreaSetibanya di lokasi, Brimob langsung melakukan sterilisasi dan melarang warga mendekati area reruntuhan yang dinilai rawan,” ujar Danki Soleman.
Tim SAR Brimob juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di bawah tumpukan puing untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak.
Selain itu, petugas membantu warga menyelamatkan barang-barang berharga yang masih bisa digunakan dari dalam bangunan rusak.
Ia menjelaskan kondisi lingkungan di Desa Dimpong saat ini dilaporkan cukup rawan. Terdapat retakan tanah di beberapa titik yang berpotensi memicu longsor susulan jika terjadi hujan.
“Akses jalan utama dan jalan setapak warga juga sempat terhambat material bangunan, ditambah dengan adanya gangguan pada saluran air bersih. Warga setempat pun mengaku masih merasakan adanya gempa susulan secara berkala,” imbuhnya.
Hambatan dan Kebutuhan Mendesak PengungsiProses pembersihan material saat ini menghadapi kendala akibat sempitnya akses jalan desa, yang menyulitkan mobilisasi alat berat. Di sisi lain, para pengungsi di tenda darurat sangat membutuhkan pasokan bantuan logistik yang mendesak.
“Bantuan yang paling dibutuhkan saat ini meliputi bahan makanan, air minum, obat-obatan, tenda darurat, serta bahan bangunan. Pemerintah daerah dan tim ahli juga diharapkan segera melakukan pemeriksaan struktur bangunan secara menyeluruh terhadap rumah warga lainnya guna mengantisipasi risiko roboh susulan,” ungkapnya.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar