Pasca-Gempa M 7,7: 137 Rumah di Desa Kakor Rusak, Warga Dirikan Posko Darurat dan Krisis Air Bersih
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kades Kakor Yohanes dan Camat Ruteng Sebastianus, saat melihat langsung kerusakan rumah di Desa Kakor.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Dampak guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) kemarin, turut menyisakan kerusakan parah bagi masyarakat di Kabupaten Manggarai. Salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan adalah Desa Kakor, Kecamatan Ruteng.
Hadir Camat Ruteng Sebastianus Jandu saat memantau langsung warga terdampak gempa di Desa Kakor. Diketahui Camat Sebastianus pada Minggu (16/8) turun langsung ke 18 Desa dan 1 Kelurahan di wilayahnya, untuk memantau langsung pendataan korban terdampak bencana gempa.
Kepala Desa Kakor, Yohanes Ndagur, melaporkan bahwa berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat total 137 rumah warga di desanya yang mengalami kerusakan, baik dalam kategori rusak berat maupun rusak ringan.
Kerusakan paling parah tersebar di 4 dusun di wilayah Desa Kakor. Selain pemukiman warga, gempa dahsyat ini juga merusak 2 fasilitas umum penting, yakni gedung SDN Sama Jaya dan Poskesdes.
“Di Dusun Lemus saja, ada 12 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rusak parah. Saat ini, mereka terpaksa bergotong-royong membangun posko darurat sederhana karena kondisi rumah sudah tidak aman untuk ditinggali,” ujar Yohanes saat turun langsung mendata rumah-rumah warganya.
Secara keseluruhan, Yohanes menyebutkan sudah ada 35 titik posko darurat yang didirikan secara swadaya oleh warga di Desa Kakor.
Hingga Minggu (16/8/2026), Yohanes mengaku belum ada pihak manapun yang menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsian tersebut. Dirinya sangat berharap adanya uluran tangan dari jajaran pemerintah maupun donatur luar.
“Kami sangat membutuhkan penanganan darurat dari Pemerintah. Utamanya pasokan obat-obatan, kebutuhan logistik makanan-minuman, serta air mineral, karena saat ini warga kami mulai mengalami kekurangan air bersih,” harap Yohanes.
Kondisi memprihatinkan ini dibenarkan oleh salah satu warga Dusun Lemus, Siprianus Temang. Dirinya mengaku sangat trauma akibat rumah tinggalnya yang kini hancur dan tidak dapat dihuni lagi akibat terjangan gempa.
“Rumah saya sudah rusak parah dan tidak bisa ditempati lagi. Kami sangat berharap Pemerintah bisa segera turun tangan melihat dan memperhatikan kerusakan rumah kami ini,” ungkap Siprianus pasrah, Minggu (16/8).
Senada, Ermelinda Jerita yang juga merupakan warga Dusun Lemus, mendesak pihak instansi terkait untuk segera mendistribusikan kebutuhan darurat, khususnya logistik, obat-obatan, dan air bersih untuk bertahan hidup di posko darurat.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Desa Kakor dan Kecamatan Ruteng secara umum dilaporkan masih kerap merasakan guncangan gempa susulan.
Kepala Desa Kakor mengimbau seluruh warganya untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta mematuhi seluruh maklumat dan imbauan resmi yang telah dikeluarkan oleh Bupati Manggarai demi keselamatan bersama.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar