Atasi Krisis Air Bersih, PLN UIP Nusra Lanjutkan Pembangunan Jaringan Pipa di Desa Tiwotoda
- account_circle Tim PF
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses penggalian dan penanaman pipa dari bak induk Nengi Dadawea menuju bak yang ada di Desa Tiwotoda oleh masyarakat setempat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Mataram, Pijarflores.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan pengerjaan instalasi pipa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) jaringan air bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 22 September 2026.
Pekerjaan lanjutan saat ini meliputi penggalian jalur dan pembenaman pipa dari bak induk di kawasan Nengi Dadawea menuju bak penampungan yang berada di Desa Tiwotoda. Jalur yang dikerjakan memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer.
Pengerjaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan air bersih yang dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar PLTP Mataloko.
Warga Desa Dadawea, Adranus Lako, menyambut baik pembangunan jaringan air bersih tersebut. Menurutnya, program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena sistem penyediaan air di wilayah tersebut masih bersifat terpusat.
“Saya sangat mendukung, bahkan seluruh desa mendukung program PLN karena sistem perairan di sini masih sentralistik. Dampak program bantuan ini sangat besar untuk seluruh desa. Sebelumnya, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kami menampung air hujan,” ujar Adranus.
Sementara itu, Kepala Desa Tiwotoda, Egi, mengatakan masyarakat turut terlibat langsung dalam pengerjaan penggalian dan pembenaman pipa air bersih, mulai dari membentangkan pipa, menggali jalur, hingga membenamkan pipa untuk menjaga keamanannya. Ia menyebut sekitar 400 kepala keluarga di Desa Tiwotoda diharapkan dapat merasakan manfaat dari pembangunan jaringan tersebut.
“Hari ini, bersama warga, kami membentangkan pipa sekaligus menggali jalurnya dan membenamkan pipa agar lebih aman. Semoga dengan bantuan ini, kekurangan air bersih yang selama ini kami rasakan bisa diminimalisasi,” ujar Egi.
Menurutnya, keterbatasan air bersih terutama dirasakan masyarakat saat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Di sini kami memang kekurangan air, apalagi kalau musim kemarau. Jadi warga banyak yang mengantisipasinya dengan membeli air tangki,” katanya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) UIP Nusra telah menyalurkan dukungan sarana air bersih bagi masyarakat sekitar PLTP Mataloko. Pada tahap awal, PLN menyiapkan sekitar 1,2 kilometer pipa HDPE sebagai bagian dari rencana pengembangan jaringan air bersih sepanjang 7,5 kilometer, termasuk pembangunan sarana penampungan air.
Pengerjaan jaringan dilakukan dengan menggali jalur pipa, memasang pipa, kemudian membenamkannya ke dalam tanah. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan jaringan terlindungi sekaligus mendukung keberlanjutan distribusi air menuju titik-titik pelayanan masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan pembangunan jaringan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
“Kami terus melanjutkan pembangunan jaringan air bersih secara bertahap agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar RDW.
Ia menambahkan, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat setempat.
“Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pengerjaan di lapangan. Kami berharap jaringan yang dibangun dapat terpelihara dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar