Puskesmas Kota dan Yakkum Emergency Unit Berikan Layanan Kesehatan bagi Pengungsi Gempa M 7,7
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

Nakes dr UPTD Puskesmas Kota, saat berada di Posko warga terdampak di Kecamatan Langke Rembong.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Pasca-bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Kota bergerak cepat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Tim medis disiagakan di posko pengungsian untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi di dalam wilayah Kota Ruteng tetap terjaga.
Kepala UPTD Puskesmas Kota, drg. Margaretha Irmana Baung, menjelaskan bahwa aksi medis ini merupakan bentuk kepedulian serta respons cepat tanggap darurat dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di masa krisis.
Penanganan ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama yayasan kemanusiaan Yakkum Emergency Unit.
“Pelayanan darurat ini sudah kami mulai sejak Minggu (17/8). Selanjutnya, aksi kolaborasi kedua bersama Yayasan Yakkum Emergency Unit kami laksanakan pada Jumat (21/8/2026) kemarin,” ujar drg. Irma.
Selama berada di posko, para petugas kesehatan tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik dan pemantauan kondisi lingkungan pengungsian.
Mereka juga memberikan edukasi kesehatan lingkungan serta perhatian khusus terhadap kondisi psikologis para korban.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga yang mengalami trauma psikologis akibat guncangan gempa menjadi prioritas pendampingan.
Berdasarkan data posko pelayanan, sebanyak 58 warga terdampak telah mendapatkan penanganan medis secara intensif, yang terdiri dari 18 pasien laki-laki dan 40 pasien perempuan.
Dari hasil pemeriksaan langsung di lapangan, drg. Irma mengungkapkan ada tiga jenis gangguan kesehatan yang paling mendominasi para pengungsi akibat kondisi di tempat penampungan.
“Hasil kunjungan tim medis mendeteksi bahwa penyakit terbanyak yang dikeluhkan dan dialami oleh para pengungsi saat ini adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), common cold (batuk pilek), serta low back pain (nyeri punggung bawah),” tambahnya.
Melalui komitmen penuh dari para tenaga kesehatan, UPTD Puskesmas Kota memastikan akan terus hadir mengawal masa tanggap darurat ini agar seluruh pengungsi mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, dan tepat.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata bahwa kami selalu ada bersama masyarakat dalam setiap situasi sulit. Bersama kita pulih, bersama kita bangkit,” tutup drg. Irma.

Pemeriksaan di Posko Pongara, Kel. Pitak.
Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan ini juga sudah dilaksanakan di Posko di Kelurahan Tenda, Posko di Kelurahan Karot, dan Posko Pongara Kelurahan Pitak.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar