Sejak Terbentuknya TIM UCR, Polres Manggarai Berhasil Ungkap 3 Kasus Pencurian
- account_circle Tim PF
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANGGARAI, Pijarflores.com – Merespons peningkatan kasus pencurian di wilayah hukumnya, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, SIK, SH, M.Si., resmi membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) pada 21 Mei 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat.
Pembentukan Tim URC bertujuan memperkuat kemampuan respons cepat Polres Manggarai terhadap berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan, khususnya kasus pencurian yang melonjak belakangan ini.
Tim ini diisi oleh personel pilihan yang memiliki penguasaan lapangan prima, mobilitas tinggi, serta keterampilan teknis operasional yang mumpuni.
Selain dituntut bergerak cepat, personel URC dibekali kemampuan komunikasi yang baik dan profesionalisme tinggi. Mereka diwajibkan menjalankan tugas penegakan hukum secara proporsional, prosedural, dan akuntabel.
Berhasil Ungkap Tiga Kasus dalam Seminggu
Sejak resmi dibentuk, Tim URC langsung menunjukkan kinerja efektif dan terukur. Dalam kurun waktu satu pekan, tim ini berhasil mengungkap tiga kasus pencurian yang sempat meresahkan warga, yaitu:
1. Pencurian sepeda motor
2. Pencurian uang
3. Pencurian kain Songke khas Manggarai
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Tim URC mampu meningkatkan efektivitas penanganan tindak pidana sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Menjawab Harapan Masyarakat
Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah, menyatakan bahwa pembentukan unit ini merupakan upaya Polri menjawab harapan masyarakat akan kehadiran polisi yang cepat, tanggap, dan solutif.
“Unit Reaksi Cepat dibentuk untuk meningkatkan kecepatan respons kepolisian. Kehadiran tim ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan,” ujar Kapolres, Sabtu (27/6/2026).
Ia juga menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kriminalitas di Kabupaten Manggarai.
“Kami akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan tanpa tebang pilih, sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.
Pendekatan Komprehensif: Preemtif dan Preventif
Meski memiliki tim reaksi cepat, Polres Manggarai tidak hanya fokus pada langkah represif (penindakan). Kepolisian tetap mengedepankan pendekatan komprehensif yang seimbang melalui upaya preemtif dan preventif.
Upaya Preemtif (Pencegahan Dini): Satuan Binmas melalui para Bhabinkamtibmas aktif melakukan penyuluhan dan edukasi kamtibmas di sekolah, tempat ibadah, serta berdialog dengan tokoh agama dan masyarakat.
Selain itu, Satuan Intelkam terus melakukan deteksi dini terhadap situasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Aspek Preventif (Pencegahan Langsung): Satuan Samapta memaksimalkan Patroli Presisi secara dialogis dan humanis di pusat keramaian serta daerah rawan kriminalitas, baik siang maupun malam.
Polres Manggarai juga konsisten menjalankan program Jumat Curhat untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga.
Ajakan BerkolaborasiKapolres menekankan bahwa pemeliharaan kamtibmas tidak bisa dilakukan oleh Polri sendirian, melainkan butuh partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Ia mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan kepada petugas terdekat atau melalui Call Center 110.
“Dukungan dan kerja sama masyarakat adalah kekuatan terbesar kami. Tanpa itu, Polri tidak dapat bekerja maksimal. Mari bersama-sama menjaga lingkungan demi terciptanya Manggarai yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.
Melalui kehadiran Tim URC dan sinergi masyarakat, Polres Manggarai menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik guna memberantas kejahatan di Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar