Breaking News
light_mode
Trending Tags

MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Edi Danggur (ist).

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain.

Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan maka kamu ada di menu”. Nasehat ini merupakan hasil permenungan mendalam dari para negosiator, tidak hanya dalam politik, ekonomi bahkan hukum.

Apa arti esensial dan bagaimana nasehat bijak itu diimplementasikan dalam menyelesaikan sengketa tanah?

Esensi Perundingan

Dengan menyelesaikan masalah pertanahan melalui perundingan, maka pihak-pihak yang bersengketa akan terlibat dalam proses perundingan itu. Dengan terlibat dalam proses, pihak-pihak tersebut bisa ikut mengambil keputusan yang mempengaruhi hasil akhir.

Keterlibatan itu memberi kekuasaan dan kontrol kepada para pihak. Jika pihak-pihak tidak terlibat, dan menyerahkan penyelesaian masalah itu kepada aparat penegak hukum, maka pihak bersengketa tidak memiliki kontrol atas hasil keputusan dan dapat menjadi korban dari keputusan orang lain.

Perundingan mengasumsikan adanya kesadaran dan proaktivitas akan kepentingan mereka sendiri, serta untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mempromosikan kepentingan tersebut.

Dari pengertian esensial tentang perundingan itu maka ada beberapa pesan moral dari frasa tersebut:

Pertama, ketika ada masalah, in casu sengketa tanah, jangan pasif. Jangan hanya menunggu dan melihat, tapi ambil langkah-langkah untuk terlibat dan mempengaruhi hasil. Jangan melemparkan masalah itu pada orang lain, apalagi jika orang lain tidak kompeten, bukan penegak hukum.

Kedua, jaga kepentinganmu. Jaga kepentinganmu sendiri dan jangan biarkan orang lain memutuskan untukmu. Jangan berharap tokoh agama dari berbagai tingkatan bisa menyelesaikan masalahmu.

Tokoh agama itu ibarat matahari yang bersinar untuk semua orang, tidak memandang orang benar dan orang yang salah, orang yang bersikap adil dan orang yang melanggar hukum, orang baik maupun orang jahat.

Ketiga, bersiap untuk berjuang. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus bersiap untuk berjuang dan mempertahankan kepentinganmu, tentu dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain.

Implementasi

Dalam berbagai sengketa tanah yang terjadi di Labuan Bajo, Penulis selalu memberikan saran penyelesaian seperti ini: Silakan berperkara melalui pengadilan jika semua klaim kepemilikan bisa dibuktikan. Tetapi, jika tidak, sebaiknya berpikir ulang.

Jangan emosi yang mengontrol rasio, tetapi rasio yang mengontrol emosi. Dengan begitu, semua tutur kata di ruang publik, efektif dan efisien. Menyerahkan kendali persoalan kepada pihak lain, ke media massa dengan narasi yang saling memojokkan, ibarat membakar meja perundingan.

Jika demikian, pilihan terbaik dengan mempertimbangkan nasehat bijak di atas, adalah sikap dan perilaku berikut:

Pertama, terlibat dalam proses. Cari kesempatan untuk terlibat dalam proses perundingan atau pengambilan keputusan yang mempengaruhi demi tercapainya kepentinganmu.

Kedua, jaga komunikasimu, baik lisan maupun tulisan. Jika komunikasimu di ruang publik dengan pihak-pihak yang terkait, baik dan menyejukkan, maka hal itu bisa memastikan bahwa kepentinganmu didengar.

Ketiga, bersiap untuk bernegosiasi. Jangan mau menang sendiri. Maka, bersiaplah untuk bernegosiasi dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Hanya dengan memilih perundingan dan bersiap untuk beradaptasi dengan kepentingan pihak lawan maka hanya melalui meja perundingan itu Anda dapat meningkatkan posisi tawarmu.

Pihak ketiga, entah media massa maupun institusi keagamaan sekalipun, hanya akan menjadikan kita sebagai menu dalam pusaran konflik tersebut. Semua bisa menjadi sia-sia.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Manggarai Persembahkan Anugerah Kebudayaan Hari Pers Nasional untuk Wartawan Daerah

    Bupati Manggarai Persembahkan Anugerah Kebudayaan Hari Pers Nasional untuk Wartawan Daerah

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Serang-Banten, Pijarflores.com – Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, S.E., M.A. meraih Anugerah Kebudayaan pada Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang berlangsung Senin, 9 Februari 2026, di Kota Serang, Provinsi Banten. Penghargaan tersebut dipersembahkan Bupati Manggarai kepada insan pers di Kabupaten Manggarai sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis pers dalam menjaga, merawat, […]

  • Realisasi Ganti Rugi Pengembangan PLTP Ulumbu: Warga Desa Wewo Terima Pembayaran Pembebasan Lahan

    Realisasi Ganti Rugi Pengembangan PLTP Ulumbu: Warga Desa Wewo Terima Pembayaran Pembebasan Lahan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 62
    • 0Komentar

    MANGGARAI, pijarflores.com – Proses pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5-6 (2×20 MW), terus berlanjut. Pemerintah memulai kegiatan pelepasan hak dan pembayaran ganti rugi pengadaan tanah untuk pembangunan sejumlah infrastruktur utama di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Lahan yang dibebaskan mencakup area Wellpad J, jalan akses (access road) menuju Wellpad J dan G, serta perbaikan tikungan jalan […]

  • Natas Labar Jadi Simbol Toleransi: Paguyuban Arema Manggarai Gelar Halalbihalal Berbalut Budaya

    Natas Labar Jadi Simbol Toleransi: Paguyuban Arema Manggarai Gelar Halalbihalal Berbalut Budaya

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Ruang publik Natas Labar Motang Rua di Kabupaten Manggarai menjadi saksi bisu kuatnya tali persaudaraan antarumat beragama dan suku. Pada Minggu (12/4/2026), Paguyuban Arema dan Arek Jawa Timur menggelar acara Halalbihalal dan Silaturahmi bertajuk “Membangun Silaturahmi dengan Balutan Budaya” dalam rangka merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penasihat Paguyuban Arema Manggarai, Sunardi, mengungkapkan […]

  • Lolos ke Perempatfinal, Djokovic Ditantang Thiem

    Lolos ke Perempatfinal, Djokovic Ditantang Thiem

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2017
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 41
    • 0Komentar

     Paris – Novak Djokovic melanjutkan langkahnya di Prancis Terbuka ke babak perempatfinal setelah menang atas Albert Ramos-Vinolas. Sang juara bertahan selanjutnya akan ditantang oleh petenis muda Austria, Dominic Thiem. Djokovic mengatasi perlawanan Ramos-Vinolas dalam tiga set langsung di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Minggu (4/6/2017). Petenis Serbia itu sempat kesulitan di set pembuka, […]

  • Resmikan Rumah Adat Gonggor, PLN Perkuat Sinergi Budaya dan Energi Bersama Masyarakat

    Resmikan Rumah Adat Gonggor, PLN Perkuat Sinergi Budaya dan Energi Bersama Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menghadiri prosesi adat Roko Molas Poco sebagai bagian dari rangkaian peresmian Rumah Adat Gonggor yang dibangun melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UIP Nusra di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, […]

  • Juara FX Cup II 2026, Misio FC Bidik Panggung El Tari Memorial Cup dan Soeratin Cup 2027

    Juara FX Cup II 2026, Misio FC Bidik Panggung El Tari Memorial Cup dan Soeratin Cup 2027

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Tim sepak bola Misio FC Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng sukses mengamankan takhta juara pertama dalam Turnamen Fransiskus Xaverius (FX) Cup II. Prestasi gemilang ini diraih setelah mereka menumbangkan Harta FC dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung ketat dan penuh gengsi di Lapangan Paroki FX Poka, Desa Longko, […]

expand_less