Breaking News
light_mode
Trending Tags

MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Edi Danggur (ist).

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain.

Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan maka kamu ada di menu”. Nasehat ini merupakan hasil permenungan mendalam dari para negosiator, tidak hanya dalam politik, ekonomi bahkan hukum.

Apa arti esensial dan bagaimana nasehat bijak itu diimplementasikan dalam menyelesaikan sengketa tanah?

Esensi Perundingan

Dengan menyelesaikan masalah pertanahan melalui perundingan, maka pihak-pihak yang bersengketa akan terlibat dalam proses perundingan itu. Dengan terlibat dalam proses, pihak-pihak tersebut bisa ikut mengambil keputusan yang mempengaruhi hasil akhir.

Keterlibatan itu memberi kekuasaan dan kontrol kepada para pihak. Jika pihak-pihak tidak terlibat, dan menyerahkan penyelesaian masalah itu kepada aparat penegak hukum, maka pihak bersengketa tidak memiliki kontrol atas hasil keputusan dan dapat menjadi korban dari keputusan orang lain.

Perundingan mengasumsikan adanya kesadaran dan proaktivitas akan kepentingan mereka sendiri, serta untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mempromosikan kepentingan tersebut.

Dari pengertian esensial tentang perundingan itu maka ada beberapa pesan moral dari frasa tersebut:

Pertama, ketika ada masalah, in casu sengketa tanah, jangan pasif. Jangan hanya menunggu dan melihat, tapi ambil langkah-langkah untuk terlibat dan mempengaruhi hasil. Jangan melemparkan masalah itu pada orang lain, apalagi jika orang lain tidak kompeten, bukan penegak hukum.

Kedua, jaga kepentinganmu. Jaga kepentinganmu sendiri dan jangan biarkan orang lain memutuskan untukmu. Jangan berharap tokoh agama dari berbagai tingkatan bisa menyelesaikan masalahmu.

Tokoh agama itu ibarat matahari yang bersinar untuk semua orang, tidak memandang orang benar dan orang yang salah, orang yang bersikap adil dan orang yang melanggar hukum, orang baik maupun orang jahat.

Ketiga, bersiap untuk berjuang. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus bersiap untuk berjuang dan mempertahankan kepentinganmu, tentu dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain.

Implementasi

Dalam berbagai sengketa tanah yang terjadi di Labuan Bajo, Penulis selalu memberikan saran penyelesaian seperti ini: Silakan berperkara melalui pengadilan jika semua klaim kepemilikan bisa dibuktikan. Tetapi, jika tidak, sebaiknya berpikir ulang.

Jangan emosi yang mengontrol rasio, tetapi rasio yang mengontrol emosi. Dengan begitu, semua tutur kata di ruang publik, efektif dan efisien. Menyerahkan kendali persoalan kepada pihak lain, ke media massa dengan narasi yang saling memojokkan, ibarat membakar meja perundingan.

Jika demikian, pilihan terbaik dengan mempertimbangkan nasehat bijak di atas, adalah sikap dan perilaku berikut:

Pertama, terlibat dalam proses. Cari kesempatan untuk terlibat dalam proses perundingan atau pengambilan keputusan yang mempengaruhi demi tercapainya kepentinganmu.

Kedua, jaga komunikasimu, baik lisan maupun tulisan. Jika komunikasimu di ruang publik dengan pihak-pihak yang terkait, baik dan menyejukkan, maka hal itu bisa memastikan bahwa kepentinganmu didengar.

Ketiga, bersiap untuk bernegosiasi. Jangan mau menang sendiri. Maka, bersiaplah untuk bernegosiasi dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Hanya dengan memilih perundingan dan bersiap untuk beradaptasi dengan kepentingan pihak lawan maka hanya melalui meja perundingan itu Anda dapat meningkatkan posisi tawarmu.

Pihak ketiga, entah media massa maupun institusi keagamaan sekalipun, hanya akan menjadikan kita sebagai menu dalam pusaran konflik tersebut. Semua bisa menjadi sia-sia.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bajo Talk Foundation dan IFG Gelar Youth Fest 2025: Dorong Peran Pemuda Labuan Bajo Lewat Seni dan UMKM

    Bajo Talk Foundation dan IFG Gelar Youth Fest 2025: Dorong Peran Pemuda Labuan Bajo Lewat Seni dan UMKM

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 11
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, PIJARFLORES – Bajo Talk Foundation kembali menegaskan komitmennya untuk selalu memberikan ruang kepada para pemuda di Manggarai Barat untuk terus berkembang. Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober, IFG menggelar Youth Fest 2025 untuk mendorong peran pemuda di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Youth Fest tahun ini […]

  • Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

    Panglima TNI: Bumi Sudah Overload, Kompetisi Global Semakin Sengit

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2017
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Ini sekedar contoh berita ========================== Bantul – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, mengungkapkan saat ini tantangan terbesar Indonesia adalah menghadapi kompetisi global yang semakin sengit. Karena sekarang antar negara bersaing, sementara jumlah penduduk di bumi terus bertambah, bahkan sudah melebihi kapasitas. Bertambahnya jumlah penduduk tersebut, kata Gatot, tidka diimbangi dengan ketersediaan pangan yang cukup. Hal […]

  • Sasar Sektor Unggulan, Bupati Hery Pantau Persemaian 1,1 Juta Anakan Kopi di Satar Mese

    Sasar Sektor Unggulan, Bupati Hery Pantau Persemaian 1,1 Juta Anakan Kopi di Satar Mese

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 20
    • 0Komentar

    RUTENG, pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperkuat sektor pertanian dengan menjadikan kopi sebagai komoditas unggulan daerah. Keseriusan ini diwujudkan melalui rencana pendistribusian 1,1 juta anakan kopi yang dijadwalkan berlangsung antara September hingga Oktober tahun ini, (9/5/2026). Bupati Manggarai, Hery Nabit, saat meninjau lokasi persemaian kopi di Desa Paka, Kecamatan […]

  • Lolos ke Perempatfinal, Djokovic Ditantang Thiem

    Lolos ke Perempatfinal, Djokovic Ditantang Thiem

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2017
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 9
    • 0Komentar

     Paris – Novak Djokovic melanjutkan langkahnya di Prancis Terbuka ke babak perempatfinal setelah menang atas Albert Ramos-Vinolas. Sang juara bertahan selanjutnya akan ditantang oleh petenis muda Austria, Dominic Thiem. Djokovic mengatasi perlawanan Ramos-Vinolas dalam tiga set langsung di lapangan Philippe Chatrier, Roland Garros, Paris, Minggu (4/6/2017). Petenis Serbia itu sempat kesulitan di set pembuka, […]

  • Penuh Haru, Orang Muda Katolik Stasi Welong Gelar Tablo Kisah Sengsara Yesus di Jumat Agung

    Penuh Haru, Orang Muda Katolik Stasi Welong Gelar Tablo Kisah Sengsara Yesus di Jumat Agung

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 17
    • 0Komentar

    WAE RI’I, pijarflores.com – Suasana khidmat menyelimuti Stasi Welong, Paroki Poco, Kecamatan Wae Ri’i pada Jumat (3/4/2026) pagi. Ratusan umat setempat mengikuti ibadat Jalan Salib yang dimulai tepat pukul 07.00 hingga 10.00 WITA. Prosesi Jalan Salib kali ini terasa istimewa karena dibawakan dalam bentuk Tablo oleh Muda-mudi Stasi Welong. Perjalanan dimulai dari halaman Natas Golo Bunga […]

  • Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Beroperasi Normal, Kini PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi Hingga ke Masyarakat

    Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Beroperasi Normal, Kini PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi Hingga ke Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Aceh, Pijarflores – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali 20 Gardu Induk (GI) yang ada di Aceh, sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal. Pulihnya sistem kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Tonggak penting pemulihan adalah dengan beroperasinya […]

expand_less