Breaking News
light_mode
Trending Tags

MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Foto: Edi Danggur (ist).

Oleh: Edi Danggur

Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain.

Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan maka kamu ada di menu”. Nasehat ini merupakan hasil permenungan mendalam dari para negosiator, tidak hanya dalam politik, ekonomi bahkan hukum.

Apa arti esensial dan bagaimana nasehat bijak itu diimplementasikan dalam menyelesaikan sengketa tanah?

Esensi Perundingan

Dengan menyelesaikan masalah pertanahan melalui perundingan, maka pihak-pihak yang bersengketa akan terlibat dalam proses perundingan itu. Dengan terlibat dalam proses, pihak-pihak tersebut bisa ikut mengambil keputusan yang mempengaruhi hasil akhir.

Keterlibatan itu memberi kekuasaan dan kontrol kepada para pihak. Jika pihak-pihak tidak terlibat, dan menyerahkan penyelesaian masalah itu kepada aparat penegak hukum, maka pihak bersengketa tidak memiliki kontrol atas hasil keputusan dan dapat menjadi korban dari keputusan orang lain.

Perundingan mengasumsikan adanya kesadaran dan proaktivitas akan kepentingan mereka sendiri, serta untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mempromosikan kepentingan tersebut.

Dari pengertian esensial tentang perundingan itu maka ada beberapa pesan moral dari frasa tersebut:

Pertama, ketika ada masalah, in casu sengketa tanah, jangan pasif. Jangan hanya menunggu dan melihat, tapi ambil langkah-langkah untuk terlibat dan mempengaruhi hasil. Jangan melemparkan masalah itu pada orang lain, apalagi jika orang lain tidak kompeten, bukan penegak hukum.

Kedua, jaga kepentinganmu. Jaga kepentinganmu sendiri dan jangan biarkan orang lain memutuskan untukmu. Jangan berharap tokoh agama dari berbagai tingkatan bisa menyelesaikan masalahmu.

Tokoh agama itu ibarat matahari yang bersinar untuk semua orang, tidak memandang orang benar dan orang yang salah, orang yang bersikap adil dan orang yang melanggar hukum, orang baik maupun orang jahat.

Ketiga, bersiap untuk berjuang. Jika kamu ingin mencapai tujuanmu, kamu harus bersiap untuk berjuang dan mempertahankan kepentinganmu, tentu dengan cara-cara yang tidak melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain.

Implementasi

Dalam berbagai sengketa tanah yang terjadi di Labuan Bajo, Penulis selalu memberikan saran penyelesaian seperti ini: Silakan berperkara melalui pengadilan jika semua klaim kepemilikan bisa dibuktikan. Tetapi, jika tidak, sebaiknya berpikir ulang.

Jangan emosi yang mengontrol rasio, tetapi rasio yang mengontrol emosi. Dengan begitu, semua tutur kata di ruang publik, efektif dan efisien. Menyerahkan kendali persoalan kepada pihak lain, ke media massa dengan narasi yang saling memojokkan, ibarat membakar meja perundingan.

Jika demikian, pilihan terbaik dengan mempertimbangkan nasehat bijak di atas, adalah sikap dan perilaku berikut:

Pertama, terlibat dalam proses. Cari kesempatan untuk terlibat dalam proses perundingan atau pengambilan keputusan yang mempengaruhi demi tercapainya kepentinganmu.

Kedua, jaga komunikasimu, baik lisan maupun tulisan. Jika komunikasimu di ruang publik dengan pihak-pihak yang terkait, baik dan menyejukkan, maka hal itu bisa memastikan bahwa kepentinganmu didengar.

Ketiga, bersiap untuk bernegosiasi. Jangan mau menang sendiri. Maka, bersiaplah untuk bernegosiasi dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.

Hanya dengan memilih perundingan dan bersiap untuk beradaptasi dengan kepentingan pihak lawan maka hanya melalui meja perundingan itu Anda dapat meningkatkan posisi tawarmu.

Pihak ketiga, entah media massa maupun institusi keagamaan sekalipun, hanya akan menjadikan kita sebagai menu dalam pusaran konflik tersebut. Semua bisa menjadi sia-sia.

Penulis adalah seorang praktisi hukum, tinggal di Jakarta

  • Penulis: Riky Huwa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asosiasi Pilot Drone Indonesia Dukung Pemetaan Udara Wilayah Terdampak Gempa di Kabupaten Manggarai

    Asosiasi Pilot Drone Indonesia Dukung Pemetaan Udara Wilayah Terdampak Gempa di Kabupaten Manggarai

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai mendapat dukungan dari Divisi Mitigasi dan Emergency Response Asosiasi Pilot Drone Indonesia dalam upaya memperkuat pendataan dan pemetaan wilayah terdampak gempa bumi M7,7 yang terjadi pada Sabtu, (15/8/2026). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan dua personel pilot drone, yakni Lang Jiwa Noventra dan Achmad Cafin Shauma, yang akan melaksanakan pemetaan […]

  • Gempa M 7,7 Flores: Pemerintah Kecamatan Rahong Utara Data Sementara 1.260 Rumah Rusak di 11 Desa

    Gempa M 7,7 Flores: Pemerintah Kecamatan Rahong Utara Data Sementara 1.260 Rumah Rusak di 11 Desa

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Pemerintah Kecamatan Rahong Utara bergerak cepat memantau kondisi masyarakat pasca-bencana alam gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Pada Minggu (16/8/2026), tim penanganan bencana alam tingkat kecamatan melakukan pendataan langsun dari ke desa-desa terdampak. Tim penanganan bencana alam yang terdiri dari jajaran Pemerintah Kecamatan Rahong […]

  • Besok Final! Penentuan Juara Girls Football Competition 2026 Manggarai

    Besok Final! Penentuan Juara Girls Football Competition 2026 Manggarai

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores — Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka turnamen Girls Football Competition perdana di Lapangan Sepak Bola SMAK St. Aloysius Ruteng, Sabtu (31/1/2026). Kompetisi ini melibatkan enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) binaan Plan Indonesia, yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 6 Langke Rembong, serta SMP Karya Ruteng, SMPK St. Imaculata, […]

  • PDGI Peduli Gempa Flores: Salurkan Bantuan Logistik Medis di Flores

    PDGI Peduli Gempa Flores: Salurkan Bantuan Logistik Medis di Flores

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 314
    • 1Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores. PB PDGI menyalurkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp250 juta, bahan logistik, serta alat pelayanan kesehatan gigi dan mulut di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Bantuan Alat dan bahan pelayanan diserahkan […]

  • Pemkab Manggarai Sambut Hangat Kapolres AKBP Levi Defriansyah di Bandara

    Pemkab Manggarai Sambut Hangat Kapolres AKBP Levi Defriansyah di Bandara

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai menjemput secara langsung Kapolres Manggarai yang baru, AKBP Levi Defriansyah, setibanya di Bandara Frans Sales Lega, pada Jumat, 09 Januari 2026. AKBP Levi Defriansyah tiba di Bandara Frans Sales Lega sekitar pukul 09.10 WITA menggunakan pesawat komersial Wings Air yang sebelumnya bertolak dari Bandara El Tari Kupang. Kedatangannya […]

  • Ketua TP PKK Manggarai Tinjau Huntara Mandiri dan Salurkan Bantuan Donatur di Posko Wancang

    Ketua TP PKK Manggarai Tinjau Huntara Mandiri dan Salurkan Bantuan Donatur di Posko Wancang

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, kembali bergerak cepat mengunjungi warga terdampak gempa bumi. Istri Bupati Manggarai ini menyambangi Posko Pengungsian Wancang di Desa Ladur, Kecamatan Cibal, Rabu (22/9/2026). Setibanya di lokasi pengungsian yang menampung warga dari Kampung Timbang dan Wancang tersebut, Meldyanti […]

expand_less