Senyum Pengungsi di Tengah Trauma Gempa M 7,7 Manggarai: “Kalau Minta ke Mama, Pasti Selalu Diingat”
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Elen dan kawan-kawan, di tenda pengungsian Dusun Cumpe, Desa Golo, Kec. Cibal.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Cerita haru sekaligus optimisme datang dari tenda pengungsian di Dusun Cumpe, Desa Golo, Kecamatan Cibal. Di tengah trauma mendalam dan puing-puing rumah yang rusak akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores pada Sabtu (15/8) lalu, kehadiran para tokoh perempuan daerah membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga, khususnya anak-anak.
Elen, Saskia, Eldis, Tesi, dan Nita merupakan potret anak-anak yang terpaksa harus bertahan di posko pengungsian Dusun Cumpe.
Rasa takut dan kehilangan akibat kerusakan tempat tinggal mereka seolah sedikit terobati saat posko mereka dikunjungi oleh rombongan Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Vera Asadoma, serta Ketua Bhayangkari Polres Manggarai, Tantri Levi.
Kunjungan yang didampingi langsung oleh Camat Cibal beserta unsur Forkopimca Cibal ini disambut penuh antusias dan riang gembira.Ada kepolosan unik yang dilontarkan oleh Elen dan kawan-kawannya saat melihat kehadiran para istri pemimpin daerah tersebut.
Bagi mereka, sosok perempuan dan ibu yang hadir di tengah bencana memberikan rasa aman yang berbeda.
“Kami senang melihat kehadiran mama-mama kami ini, setidaknya membuat kami hari ini riang gembira. Kalau yang hadir ibu-ibu, semua permintaan bantuan itu akan selalu diingat. Karena pengalaman di rumah, kalau meminta sesuatu dengan yang namanya mama, pasti akan diingat dan dilayani,” ungkap Elen polos, sembari memancarkan senyum bahagia.
Selain memberikan hiburan psikologis bagi para korban yang trauma, rombongan juga bergerak taktis menyalurkan bantuan logistik darurat.
Pada kesempatan ini, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur M. Nabit, menyerahkan bantuan khusus dari Jemaat Lifehouse Community Jakarta.
Bantuan yang didistribusikan disesuaikan dengan kebutuhan pemenuhan kluster rentan di pengungsian. Diantaranya yaitu Paket sembako, Paket Keluarga, Anak-anak, Lansia, Bayi, Ibu Hamil, Peralatan Rumah Tangga, dan Selimut.

Meldyanti Hagur M. Nabit, saat menyapa mama-mama dan anak-anak di Dusun Cumpe.
Beberapa jenis bantuan tersebut meliputi kebutuhan rumah tangga, kebutuhan bagi warga lanjut usia (lansia), ibu menyusui, remaja putri, balita, hingga perlengkapan untuk kelompok disabilitas.
Saat ini, para pengungsi di Dusun Cumpe menempati fasilitas tenda keluarga yang disiapkan dan dipasang oleh pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di halaman Kampung Cumpe.
Meski bantuan logistik dasar mulai terpenuhi, Elen dan warga lainnya tetap menitipkan harapan besar kepada pemerintah dan para donatur.
Mengingat cuaca di wilayah Cibal yang saat ini sangat dingin, mereka sangat membutuhkan tambahan selimut serta pasokan perlengkapan mandi dan mencuci (hygiene kits).
Lebih dari itu, anak-anak beserta keluarga di Dusun Cumpe berharap agar pemerintah dapat segera membantu proses rekonstruksi pembangunan kembali rumah-rumah mereka yang rusak parah agar mereka bisa segera kembali hidup normal.
Warga juga mengetuk hati berbagai pihak swasta atau komunitas kemanusiaan lainnya untuk ikut hadir dan mengulurkan tangan guna meringankan beban pascabencana di kampung mereka.
Kehadiran Meldyanti juga dan rombongan, untuk memberi semangat kepada para pengungsi di Posko tersebut.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar