TP PKK Manggarai Petakan Kondisi Keluarga di 12 Desa Model, Siapkan Program Pemberdayaan Tepat Sasaran
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 79
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Kab. Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, saat memberikan Bimtek fasilitator PKK di Ruteng.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator PKK tingkat Kabupaten Manggarai dengan tema Baseline Survey dan Pemetaan Kondisi Keluarga Menuju Desa Model PKK, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 November 2026, di Ruteng ini bertujuan membekali para fasilitator dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan survei data dasar serta memetakan kondisi keluarga di desa-desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Model PKK.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Manggarai melalui Kepala Bidang PKPM, Fernando, S.STP.

Kabid PKPM Dinas PMD Kab. Manggarai Fernando, saat membuka Bimtek fasilitator PKK.
Fernando menjelaskan bahwa PKK merupakan gerakan yang tumbuh dari hati nurani untuk mendorong pemberdayaan keluarga menuju kehidupan yang lebih baik. PKK juga menjadi salah satu pilar pembangunan yang memiliki peran strategis dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan keluarga.
Menurutnya, kegiatan bimtek ini sangat penting karena data merupakan ujung tombak dalam menentukan arah pembangunan dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
Melalui baseline survey dan pemetaan kondisi keluarga, pemerintah bersama TP PKK dapat memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai keadaan keluarga di desa. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar analisis dalam penyusunan dan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK guna mewujudkan Desa Model PKK.
Fernando berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh, menjaga validitas dan objektivitas data, serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah desa.
Ia juga meminta agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan berbagai unsur masyarakat dilibatkan dalam proses pemetaan.
“Jadikan pemetaan dan baseline survey ini sebagai gerakan kolektif berbasis gotong royong demi kemajuan keluarga kita di Kabupaten Manggarai,” harapnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah indikator yang menjadi perhatian dalam pengembangan Desa Model PKK.
Indikator tersebut antara lain keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), usaha bersama simpan pinjam, Kelompok Wanita Tani (KWT), serta Posyandu yang mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia mengatakan, baseline survey merupakan survei data dasar yang dilakukan untuk mengetahui kondisi awal suatu wilayah sebelum program dilaksanakan.
Di Kabupaten Manggarai, sebanyak 12 desa telah ditetapkan sebagai Desa Model PKK. Desa-desa tersebut merupakan desa yang telah berkembang dan masuk dalam kategori desa maju di wilayah Kabupaten Manggarai.
Melalui pemetaan ini, TP PKK ingin melihat sejauh mana kontribusi gerakan PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Meldyanti menjelaskan, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan keluarga secara menyeluruh. Artinya, keluarga harus mampu memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari sandang, pangan, dan papan, kesehatan, ketahanan keuangan keluarga hingga ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Selain kebutuhan fisik, kesejahteraan keluarga juga mencakup pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani. Hubungan antara suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya perlu dibangun melalui komunikasi yang positif, harmonis, dan saling mendukung.
Lingkungan sosial masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera. Termasuk di dalamnya memastikan rumah dan lingkungan tempat tinggal memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan.
Lebih lanjut, Meldyanti menyampaikan bahwa ke depan, selain Taman Bacaan Masyarakat (TBM), TP PKK juga mendorong pembentukan Taman Baca Keluarga (TBK).
Keberadaan TBK diharapkan mampu menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca di lingkungan keluarga, mengurangi ketergantungan anak dan anggota keluarga terhadap gawai, serta mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Selain itu, budaya membaca di rumah diharapkan dapat mendukung prestasi akademik anak-anak, baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, berbagai program pemberdayaan keluarga tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya desa yang mandiri dan sejahtera.
Baseline Survey Jadi Dasar Perencanaan Program
Secara umum, baseline survey atau survei data dasar merupakan proses pengumpulan informasi awal mengenai kondisi masyarakat atau kelompok sasaran sebelum suatu program pembangunan dilaksanakan.
Survei ini memiliki beberapa fungsi penting. Pertama, menyediakan data awal yang akurat mengenai kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta lingkungan keluarga.
Kedua, membantu mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat sehingga program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ketiga, menjadi dasar dalam menentukan prioritas kegiatan, sasaran penerima manfaat, serta strategi pelaksanaan program.
Keempat, menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi keberhasilan program pada masa mendatang. Dengan membandingkan data awal dan data setelah program berjalan, perkembangan serta dampak kegiatan dapat diukur secara lebih objektif.
Dalam pelaksanaannya, survei baseline juga memiliki sejumlah tantangan. Di antaranya adalah keterbatasan pemahaman petugas dalam mengisi instrumen survei, data responden yang tidak lengkap, informasi yang kurang akurat, serta perbedaan pemahaman dalam menafsirkan pertanyaan.
Kendala lainnya dapat berupa sulitnya menjangkau keluarga sasaran karena kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi dan komunikasi, serta rendahnya keterbukaan sebagian responden dalam memberikan informasi.
Karena itu, fasilitator perlu memahami instrumen survei, melakukan wawancara secara objektif, menjaga kerahasiaan informasi responden, serta melakukan verifikasi terhadap data yang dikumpulkan.
Melalui pelaksanaan baseline survey di 12 Desa Model PKK, diharapkan tersedia data keluarga yang valid, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data tersebut nantinya menjadi pijakan bagi TP PKK Kabupaten Manggarai bersama pemerintah desa dalam menyusun program pemberdayaan yang lebih terarah, sesuai kebutuhan masyarakat, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dengan perencanaan berbasis data, gerakan PKK diharapkan semakin optimal dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK sekaligus mendorong terwujudnya keluarga sejahtera dan desa mandiri di Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar