Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dampak Positif PLTP Ulumbu: Masyarakat Adat Gendang Gonggor Kini Nikmati Listrik dan Rumah Adat Baru

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram, Pijarflores.com – Masyarakat Gendang Gonggor, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di sekitar kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu, telah menjadi saksi hidup bagaimana pembangunan geothermal dapat hidup berdampingan dan memberikan manfaat nyata terhadap keberlangsungan hidup masyarakat adat.

Tua Gendang Gonggor, Mikael Karus, menilai sosialisasi terkait geothermal, pemenuhan kebutuhan warga, serta perhatian PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terhadap rumah adat menjadi kunci penting pembangunan PLTP Ulumbu dapat berjalan lancar dan menjadk bagian dalam kehidupan adat masyarakat Gendang Gonggor.

Masyarakat, ucap Karus, telah mengikuti proses sosialisasi terkait pengembangan panas bumi sejak 2023. Sosialisasi tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari pembahasan mengenai persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan (Free, Prior and Informed Consent/FPIC) terkait kondisi lokasi wellpad, pembebasan lahan, hingga rencana pembangunan akses jalan pada 2026.

“Sejak awal, kami tidak pernah membantah atau menolak. Sampai akhirnya lahan kami dikelola oleh PLN. Kami sebagai tuan rumah menerima PLN dan berterima kasih atas kehadirannya. Menurut kami, PLN dan pemilik rumah gendang harus bersatu demi kelancaran kegiatan,” ujar Karus.

Dalam tahapan sosialisasi, PLN, lanjut Karus, menerima setiap usulan dan harapan dari masyarakat adat sehubungan dengan pengembangan PLTP Ulumbu. Karus mengambil contoh jalan akses yang langsung dibangun oleh PLN sehingga kini bisa menyokong kehidupan sehari-hari masyarakat adat.

Di sisi lain, Karus juga menilai proses sosialisasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk memahami manfaat dan risiko pembangunan, termasuk upaya meminimalkan dampak yang mungkin timbul.

Selain komunikasi mengenai proyek, perhatian terhadap keberadaan rumah adat menjadi hal yang berkesan bagi masyarakat Gendang Gonggor. Karus mengungkapkan, sebelum mendapatkan bantuan perbaikan dari PLN, kondisi rumah gendang membuat mereka merasa kehilangan sebagian identitas adat. Kini, setelah diperbaiki, rumah tersebut kembali dapat digunakan untuk berbagai pertemuan masyarakat.

“Sebelumnya, warna rumah gendang sudah tidak ada. Setelah bantuan ini datang, kami baru menyadari bahwa kami memiliki rumah gendang yang begitu modern. Sekarang rumah adat kami sudah bisa dimanfaatkan untuk pertemuan-pertemuan,” ungkap Karus.

Ia menjelaskan, kebutuhan akan rumah adat yang lebih luas sebelumnya juga disampaikan kepada PLN karena masyarakat kerap menggunakan rumah gendang untuk kegiatan sosialisasi dan pertemuan. Menurutnya, permintaan tersebut mendapat respons positif dari PLN.

“Kalau tanpa bantuan PLN, rumah gendang ini tidak akan jadi. Dengan PLN, perbaikan rumah gendang selesai sekejap mata. Kami bersyukur atas perhatian khusus yang diberikan kepada masyarakat adat,” lanjutnya.

Bagi masyarakat Gendang Gonggor, keberadaan rumah adat yang kembali layak digunakan tidak hanya berkaitan dengan kondisi bangunan, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan menjalankan kehidupan sosial. Perbaikan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan pengembangan infrastruktur panas bumi.

Pandangan positif juga disampaikan Tua Gendang Gonggor lainnya, Stevanus Akut. Ia menyebut kehadiran PLTP Ulumbu turut membawa perubahan pada akses listrik yang dirasakan masyarakat. Jika sebelumnya desa mereka kerap mengalami kondisi gelap, kini listrik dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Kami merasa bangga dengan kehadiran PLTP Ulumbu. Dulu desa kami gelap, sekarang tidak lagi. Siang dan malam kita bisa menggunakan listrik” ujar Stevanus.

Stevanus juga menilai pengembangan panas bumi tidak serta-merta harus dipertentangkan dengan kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, komunikasi dan pemahaman mengenai proyek menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui proses pembangunan serta manfaat yang diharapkan.

“Kami bersyukur dengan kehadiran panas bumi ini. Ulumbu datang untuk menerangkan hal-hal yang menjadi pikiran kami di wilayah Gonggor, termasuk masyarakat di Gendang Wewo, Gendang Lale, dan lainnya. Intinya, di sini kami saling mendukung,” katanya.

Pengalaman masyarakat Gendang Gonggor menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi dan kehidupan adat dapat berjalan berdampingan melalui komunikasi, penghormatan terhadap kebutuhan masyarakat, serta perhatian pada ruang-ruang sosial dan budaya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat di sekitar proyek. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dengan masyarakat adat menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bersama, mengidentifikasi kebutuhan warga, serta memastikan proses pembangunan memperhatikan kondisi dan aspirasi masyarakat setempat.

“PLN menghormati nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat dan berupaya agar proses pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan sosial dan budaya setempat,” ujar Manurung.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk perbaikan rumah adat Gendang Gonggor, merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan komunitas di sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu. PLN berharap komunikasi dan kolaborasi yang terus terjalin dapat mendukung kelancaran pembangunan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa mengesampingkan identitas serta tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senyum Pengungsi di Tengah Trauma Gempa M 7,7 Manggarai: “Kalau Minta ke Mama, Pasti Selalu Diingat”

    Senyum Pengungsi di Tengah Trauma Gempa M 7,7 Manggarai: “Kalau Minta ke Mama, Pasti Selalu Diingat”

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 259
    • 1Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Cerita haru sekaligus optimisme datang dari tenda pengungsian di Dusun Cumpe, Desa Golo, Kecamatan Cibal. Di tengah trauma mendalam dan puing-puing rumah yang rusak akibat guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores pada Sabtu (15/8) lalu, kehadiran para tokoh perempuan daerah membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga, khususnya anak-anak. Elen, […]

  • Dukung Nelayan Lombok Timur Pangkas Biaya Operasional, PLN UIP Nusra Hadirkan Mesin Kapal Listrik

    Dukung Nelayan Lombok Timur Pangkas Biaya Operasional, PLN UIP Nusra Hadirkan Mesin Kapal Listrik

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflorescom – Program mesin kapal berbasis listrik dari PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) diharapkan dapat membantu nelayan Desa Labuan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, dalam menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas melaut. Desa Labuan Pandan merupakan salah satu wilayah Ring 1 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok […]

  • Kantor Pertanahan Manggarai Umumkan Kehilangan Sertipikat Tanah Atas Nama Gabriel Hambut

    Kantor Pertanahan Manggarai Umumkan Kehilangan Sertipikat Tanah Atas Nama Gabriel Hambut

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengumumkan kehilangan satu sertipikat tanah atas nama Gabriel Hambut, sebagaimana tercantum dalam Pengumuman Nomor 01/2026 yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Manggarai, Eduward Metro Yamasita Tuka, S.SiT, tertanggal 20 Mei 2026. Dalam pengumuman resmi yang diterbitkan, disebutkan bahwa sertipikat tanah yang hilang tersebut […]

  • KBM Pascagempa Tetap Berjalan di Bawah Tenda Darurat, Kelas XII Fokus Persiapan TKA

    KBM Pascagempa Tetap Berjalan di Bawah Tenda Darurat, Kelas XII Fokus Persiapan TKA

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Inno Mamat
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Kondisi pascagempa bumi tidak menyurutkan semangat keluarga besar SMK Mutiara Bangsa Reok untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM). Dengan memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang belajar sementara, proses pembelajaran kembali berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan peserta didik serta tenaga pendidik. Senin, (7/9/2026). Di bawah kepemimpinan Kepala SMK Mutiara Bangsa Reok, […]

  • Ketua TP PKK Manggarai Sudah Salurkan Bantuan Logistik ke Cibal dan Cibal Barat

    Ketua TP PKK Manggarai Sudah Salurkan Bantuan Logistik ke Cibal dan Cibal Barat

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (17/8), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, bergerak cepat memimpin langsung pendistribusian bantuan logistik darurat untuk korban gempa bumi. Bantuan tersebut menyasar wilayah Kecamatan Cibal dan Cibal Barat pada Senin (17/8/2026). Untuk […]

  • HPN 2026 Banten: Sinergi Pemerintah Perkokoh Pers dan Literasi Digital Muda

    HPN 2026 Banten: Sinergi Pemerintah Perkokoh Pers dan Literasi Digital Muda

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Serang, Banten, pijarflores.com – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (9/2/2026). Kegiatan nasional ini dihadiri jajaran pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta insan pers dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran para menteri, pimpinan lembaga negara dan Kepala Daerah menjadi penanda […]

expand_less