Tak Hanya Salurkan Bantuan, Meldyanti Nabit Bawa Keceriaan untuk Anak-Anak Korban Gempa Reok
- account_circle Admin
- calendar_month 22 jam yang lalu
- visibility 104
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto bersama Ketua TP PKK Kab. Manggarai dan anak-anak di kampung Copu, setelah kegiatan trauma healing.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, kembali turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Reok pada Sabtu (3/10/2026).
Didampingi Camat Reok Rita Udin, kepala desa, perangkat desa, serta anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Manggarai, Meldyanti menyisir sejumlah titik pengungsian dan wilayah terdampak guna memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan baik di masa transisi darurat ini.
Pulihkan Trauma Anak Melalui Trauma Healing
Tidak hanya membawa logistik, kehadiran Meldyanti menjadi pelipur lara bagi anak-anak di lokasi bencana. Di setiap titik pembagian mulai dari SDI Wae Belang (Dusun Conggo dan Dusun Wora), Kampung Rujung, Kantor Desa Ruis, Rumah Gendang Kembo di Dusun Copu, hingga Kampung Mbawar di Desa Bajak ia menggelar kegiatan trauma healing.
Di semua titik kunjungan, anak-anak diajak bersama-sama melakukan berbagai tepukan kreatif dengan penuh riang gembira, mulai dari Tepuk Semangat, Tepuk Cinta, Tepuk 5, hingga Tepuk Terima Kasih. Mereka juga asyik bernyanyi bersama menyanyikan lagu “Tante Veronika” dari “Om Strom”. Selain menikmati keseruan beraktivitas, anak-anak di sana juga mendapatkan pembagian susu dan Energen.
“Saat ini terjadi banyak sekali trauma, oleh karena itu wajib dilakukan trauma healing kepada anak-anak agar mereka bisa kembali riang gembira,” ujar Meldyanti.

Kegiatan trauma healig bersama anak-anak di Mbawar, Desa Bajak, Kec. Reok.
Bantuan yang disalurkan bersumber dari dana Belanja Tak Terduga (BTT) penanganan bencana Kabupaten Manggarai, serta kolaborasi berbagai pihak. Rincian bantuan yang dibawa meliputi terpal, selimut, kelambu, rendang (bantuan dari Pemerintah Kota Padang), beras, serta paket anak dan Batita dari Posko BPBD kabupaten Manggarai. Ada pula selimut yang merupakan sumbangan dari Purna Paskib Melbourne dan Ankepelhe.

Pembagian bantuan terpal, kelambu, dan selimut, di kampung Rujung, Desa Persiapan Ruis Timur, Kec. Reok.
Meldyanti mengingatkan warga agar memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal untuk melindungi diri dari cuaca dingin dan serangan nyamuk, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan terpaksa tidur di dapur. Ia menegaskan agar barang-barang tersebut tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan.
“Terpal ini bisa membatasi ruangan, menutupi celah dinding yang lubang, atau menjadi alas rumah sementara. Saya minta karena barang ini dibeli dari dana BTT penanganan bencana, jangan dijual lagi,” tegas Meldyanti. Ia juga menambahkan, jika ada warga yang belum terdata agar segera melaporkan nama ke Kepala Desa.
Sementara itu, kondisi di lapangan menunjukkan warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Isfridus Rudin, warga Kampung Wae Belang, Desa Persiapan Ruis Timur, mengungkapkan rasa syukurnya atas keselamatan mereka, namun ia berharap pemerintah segera menaruh perhatian pada sektor kesehatan.
“Saat ini banyak warga yang flu dan batuk, sehingga kami berharap selalu ada kunjungan dari tenaga kesehatan. Untuk sementara di Polindes Wae Belang hanya ada tiga tenaga kesehatan, kami sangat membutuhkan obat-obatan,” tutur Isfridus.

Warga Kampung Conggo dan Wora, Desa Ruis, Kec. Reok.
Rangkaian penyaluran bantuan kemanusiaan ini ditutup di titik terakhir, yakni di Ngancar, Desa Watu Tango, Kecamatan Reok. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat guncangan gempa susulan masih sempat terjadi sebelumnya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar