Pulihkan Keluarga Pascagempa, TP PKK Kabupaten Manggarai Refresh Materi Fasilitator Desa Model
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK kab. Manggarai saat memberikan pelatihan fasilitator desa model di aula PKK kab. Manggarai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, membuka kegiatan Pelatihan Persiapan Fasilitator Pendamping Program Desa Model PKK dan Refreshment Materi Pelatihan Fasilitator Desa Model PKK Pasca Gempa Tahun 2026-2029, di Aula TP PKK Kabupaten Manggarai, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Desain Program Desa Model PKK periode Juni 2026 sampai Desember 2027 dengan tema “Membangun Keluarga Cerdas, Mandiri, Sehat, dan Sejahtera Berbasis 10 Program Pokok PKK” yang menjadi bagian dari program kerja TP PKK Kabupaten Manggarai periode 2025–2029.
Meldyanti menjelaskan, pelatihan ini memiliki dua agenda utama. Pertama, persiapan fasilitator baru, dan kedua, refreshment atau penyegaran materi bagi fasilitator existing untuk menyesuaikan strategi pendampingan keluarga pasca bencana gempa.
“Refreshment ini penting agar fasilitator mampu mengubah data baseline menjadi aksi pendampingan yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan, terutama dalam konteks pemulihan keluarga pasca gempa,” ujar Meldyanti.

Diskusi kelompok pelatihan fasilitator desa model pascagempa.
Program Desa Model PKK akan diterapkan di 12 Desa Model yang mewakili 12 kecamatan. Desa Model PKK diposisikan sebagai ruang pembelajaran implementasi program yang menghubungkan kebutuhan keluarga, kapasitas kader, kelembagaan kelompok, dukungan desa, dan hasil yang dapat diukur.
Empat Program Unggulan Pemulihan Keluarga:
1. Pokja I – Taman Baca Masyarakat (TBM): Penguatan literasi keluarga untuk membangun kebiasaan membaca, belajar, dan berbagi pengetahuan pasca trauma.
2. Pokja II – UBSP: Penguatan literasi keuangan keluarga agar mampu mencatat, merencanakan, menabung, dan meminjam secara sehat di masa pemulihan.
3. Pokja III – KWT / HATINYA PKK: Penguatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan dan pangan lokal secara berkelanjutan.
4. Pokja IV – Posyandu 6 SPM: Penguatan perencanaan sehat keluarga sepanjang siklus hidup.
Pelaksanaan program dirancang dalam 13 tahapan hingga seminar hasil pada Desember 2027. Dengan moto “Belajar Bersama, Bergerak Bersama, Bertumbuh Bersama”, model ini diharapkan dapat direplikasi ke seluruh desa, khususnya desa terdampak gempa di Manggarai.
“Program besar tidak lahir dari satu kegiatan besar. Program besar lahir dari langkah kecil yang dilakukan konsisten, diukur, dievaluasi, dan diperbaiki bersama,” tutup Meldyanti.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar