Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bupati Hery Nabit Buka Pelatihan Aksi Iklim Kaum Muda dan Kelompok Marjinal di Manggarai

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 624
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, membuka Pelatihan Advokasi dan Kampanye Aksi Iklim Kaum Muda di Kabupaten Manggarai, Jumat (19/6/2026). Kegiatan bertema “Inisiatif Kaum Muda untuk Atasi Iklim yang Responsif dan Melibatkan Partisipasi Kelompok Marjinal” ini berlangsung di Hotel Revayah.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, dan merupakan salah satu pemateri di kegiatan pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Plan International Indonesia, IKI Small Grants Project, serta donatur dari Jerman.

“Kita tahu masalah dan tahu solusi, tetapi kadang kita tidak tahu cara mengatasinya. Oleh karena itu, kita butuh berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini bersama-sama,” ujar Bupati Hery Nabit.

Ia menambahkan, diskusi mengenai perubahan iklim kini tidak lagi sekadar menjadi obrolan di dalam ruangan. Komunitas kaum muda harus langsung turun ke lapangan untuk mengambil bagian dalam aksi nyata.

“Isu yang teman-teman angkat ini menjawab berbagai persoalan lingkungan yang ada. Saya meminta pendampingan dari Plan Indonesia agar terus berjalan dengan mengedepankan kerja sama yang baik. Saya berharap kegiatan berbasis proposal ini bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Bupati Hery, strategi mengatasi musim kemarau maupun musim hujan adalah dengan mencari jenis tanaman yang mampu menjaga ketersediaan sumber air agar tetap aman. Ia juga meminta seluruh komunitas untuk saling berbagi pengalaman.

“Jika hasilnya baik, saya yakin Plan Indonesia akan terus mencari donatur untuk kegiatan selanjutnya. Harus tetap semangat,” tegasnya.

Project Manager IKI Small Grants, Maulinna Utaminingsih, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 penerima dana hibah penggerak muda dan 15 komunitas di Kabupaten Manggarai. Fokus utama pelatihan adalah penguatan kapasitas terkait partisipasi yang bermakna.

“Kami membekali mereka cara mengemas aksi sosial melalui media sosial agar lebih menarik dan efektif sebagai sarana advokasi. Besok, kami juga menghadirkan Dinas PMD Kabupaten Manggarai untuk melatih strategi keterlibatan anak muda usia 18–29 tahun dalam Musrenbangdes,” kata Maulinna.

Maulinna memaparkan, komunitas-komunitas ini bergerak di berbagai sektor, seperti pertanian ramah iklim, konservasi hutan, pelestarian mata air, hingga penanaman mangrove di pesisir. Bahkan, ada komunitas yang membuat alat peringatan banjir yang aksesibel bagi disabilitas tuli.

“Melalui program dana hibah ini, mereka belajar banyak hal. Mulai dari administrasi, implementasi program, pelibatan komunitas, hingga pertanggungjawaban dana yang transparan secara akuntansi. Ini menjadi modal portofolio yang bagus agar ke depan mereka bisa mengakses pendanaan lain yang lebih besar, bahkan hingga tingkat internasional,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari komunitas disabilitas netra yang diwakili oleh Yayan dan Anjelin. Bagi mereka, pelatihan ini merupakan wujud nyata dari partisipasi bermakna yang selama ini sering digaungkan.

“Kami sangat senang karena mendapat ilmu baru. Seperti yang disampaikan Ibu Meldy (Ketua TP PKK Kab. Manggarai), keterlibatan kami tidak terbatas hanya pada hadir, duduk, dan mendengarkan, tetapi kami juga harus bersuara. Langkah konkretnya nanti melalui advokasi dan kampanye iklim,” kata Yayan.

Komunitas tuna netra ini berfokus pada pelatihan pertanian pupuk organik untuk mendukung mitigasi iklim. Saat ini, mereka telah menyelesaikan tahap pertama berupa pembuatan pupuk kompos bekerja sama dengan Dinas Pertanian, dan sedang bersiap masuk ke tahap kedua, yaitu persiapan lahan.

Anjelin menambahkan, komunitasnya telah berhasil memproduksi 300 kg pupuk organik yang disiapkan untuk menanam tanaman hortikultura. “Ke depan, jika produksinya meningkat, kami berencana untuk menjualnya ke luar komunitas,” kata Anjelin.

Sementara itu, Mayos, salah satu penggerak muda dari Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi program konservasi mata air yang sedang ia jalankan.

“Program advokasi dan kampanye ini sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan yang kami ambil dalam proyek kami. Masyarakat di Kampung Lempe juga sangat mendukung aksi pembersihan dan penanaman pohon di sumber mata air. Aksi ini akan terus berkelanjutan demi generasi masa depan,” tutur Mayos.

  • Penulis: Riky Huwa
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Penerima Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit Instruksikan Dinas Parbud Perkuat Ekosistem Seni Manggarai

    Apresiasi Penerima Anugerah Kebudayaan RI, Bupati Hery Nabit Instruksikan Dinas Parbud Perkuat Ekosistem Seni Manggarai

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores – Komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam melestarikan warisan leluhur kembali dipertegas oleh Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, S.E., M.A. Hal ini disampaikan saat Bupati menerima audiensi seniman musik tradisional, Felix Edon, bersama Sanggar Wela Rana di ruang kerjanya pada Rabu (14/1/2026) sore. Audiensi ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang Felix […]

  • MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

    MEMILIH MEJA PERUNDINGAN ATAU MENU

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Danggur Pijarflores – Jika ada sengketa tanah di antara warga masyarakat, hendaknya diselesaikan melalui dialog atau bipartit. Jangan cepat-cepat menyerahkan sengketa itu kepada aparat penegak hukum (polisi, jaksa, hakim). Sebab, dengan demikian Anda menyerahkan kendali untuk menyelesaikan masalah itu kepada pihak lain. Kaum bijak biasanya menasehati: “Jika kamu tidak duduk di meja perundingan […]

  • Pascagempa, SDN Purek Beralih ke Ruang Kelas Darurat, Pendidikan Anak Tetap Berjalan

    Pascagempa, SDN Purek Beralih ke Ruang Kelas Darurat, Pendidikan Anak Tetap Berjalan

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bangunan, tetapi juga membawa perubahan besar terhadap aktivitas pendidikan di SDN Purek, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan sehingga kegiatan pembelajaran reguler belum dapat dilaksanakan […]

  • Jaringan Pulih 100% Pasca-Gempa M 7,7, Telkomsel Gandeng Ketua TP PKK Manggarai Salurkan Logistik dan Paket Darurat di Lelak

    Jaringan Pulih 100% Pasca-Gempa M 7,7, Telkomsel Gandeng Ketua TP PKK Manggarai Salurkan Logistik dan Paket Darurat di Lelak

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Ruteng, Pijarflores.com – PT Telkomsel Area Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bergerak cepat memulihkan infrastruktur komunikasi sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, tim Telkomsel meninjau langsung dan menyerahkan bantuan di Dusun Gencor dan Dusun Redo, Desa Urang, […]

  • Hadiri Komitmen Bersama, Bupati Hery Nabit Dorong Penguatan Program Desa Model TP PKK

    Hadiri Komitmen Bersama, Bupati Hery Nabit Dorong Penguatan Program Desa Model TP PKK

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, memberikan apresiasi tinggi kepada 11 kepala desa, 1 lurah, para camat, serta pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat desa hingga kecamatan atas kesiapan mereka dalam menyukseskan program Desa Model TP PKK. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Hery saat menghadiri penandatanganan Naskah […]

  • Jalan PLTP Mataloko Mulus, Mobilitas Petani dan Ekonomi Warga Meningkat

    Jalan PLTP Mataloko Mulus, Mobilitas Petani dan Ekonomi Warga Meningkat

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Mataram, Pijarflores.com – Pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kini turut dimanfaatkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama di sektor pertanian. Jalan berstandar nasional dengan konstruksi hotmix sepanjang 8 km menuju Desa Ulubelu yang dibangun sebagai akses […]

expand_less