Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bupati Hery Nabit Buka Pelatihan Aksi Iklim Kaum Muda dan Kelompok Marjinal di Manggarai

  • account_circle Riky Huwa
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
  • visibility 720
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, membuka Pelatihan Advokasi dan Kampanye Aksi Iklim Kaum Muda di Kabupaten Manggarai, Jumat (19/6/2026). Kegiatan bertema “Inisiatif Kaum Muda untuk Atasi Iklim yang Responsif dan Melibatkan Partisipasi Kelompok Marjinal” ini berlangsung di Hotel Revayah.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, dan merupakan salah satu pemateri di kegiatan pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Plan International Indonesia, IKI Small Grants Project, serta donatur dari Jerman.

“Kita tahu masalah dan tahu solusi, tetapi kadang kita tidak tahu cara mengatasinya. Oleh karena itu, kita butuh berbagai pihak untuk mengatasi masalah ini bersama-sama,” ujar Bupati Hery Nabit.

Ia menambahkan, diskusi mengenai perubahan iklim kini tidak lagi sekadar menjadi obrolan di dalam ruangan. Komunitas kaum muda harus langsung turun ke lapangan untuk mengambil bagian dalam aksi nyata.

“Isu yang teman-teman angkat ini menjawab berbagai persoalan lingkungan yang ada. Saya meminta pendampingan dari Plan Indonesia agar terus berjalan dengan mengedepankan kerja sama yang baik. Saya berharap kegiatan berbasis proposal ini bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Bupati Hery, strategi mengatasi musim kemarau maupun musim hujan adalah dengan mencari jenis tanaman yang mampu menjaga ketersediaan sumber air agar tetap aman. Ia juga meminta seluruh komunitas untuk saling berbagi pengalaman.

“Jika hasilnya baik, saya yakin Plan Indonesia akan terus mencari donatur untuk kegiatan selanjutnya. Harus tetap semangat,” tegasnya.

Project Manager IKI Small Grants, Maulinna Utaminingsih, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 25 penerima dana hibah penggerak muda dan 15 komunitas di Kabupaten Manggarai. Fokus utama pelatihan adalah penguatan kapasitas terkait partisipasi yang bermakna.

“Kami membekali mereka cara mengemas aksi sosial melalui media sosial agar lebih menarik dan efektif sebagai sarana advokasi. Besok, kami juga menghadirkan Dinas PMD Kabupaten Manggarai untuk melatih strategi keterlibatan anak muda usia 18–29 tahun dalam Musrenbangdes,” kata Maulinna.

Maulinna memaparkan, komunitas-komunitas ini bergerak di berbagai sektor, seperti pertanian ramah iklim, konservasi hutan, pelestarian mata air, hingga penanaman mangrove di pesisir. Bahkan, ada komunitas yang membuat alat peringatan banjir yang aksesibel bagi disabilitas tuli.

“Melalui program dana hibah ini, mereka belajar banyak hal. Mulai dari administrasi, implementasi program, pelibatan komunitas, hingga pertanggungjawaban dana yang transparan secara akuntansi. Ini menjadi modal portofolio yang bagus agar ke depan mereka bisa mengakses pendanaan lain yang lebih besar, bahkan hingga tingkat internasional,” jelasnya.

Apresiasi juga datang dari komunitas disabilitas netra yang diwakili oleh Yayan dan Anjelin. Bagi mereka, pelatihan ini merupakan wujud nyata dari partisipasi bermakna yang selama ini sering digaungkan.

“Kami sangat senang karena mendapat ilmu baru. Seperti yang disampaikan Ibu Meldy (Ketua TP PKK Kab. Manggarai), keterlibatan kami tidak terbatas hanya pada hadir, duduk, dan mendengarkan, tetapi kami juga harus bersuara. Langkah konkretnya nanti melalui advokasi dan kampanye iklim,” kata Yayan.

Komunitas tuna netra ini berfokus pada pelatihan pertanian pupuk organik untuk mendukung mitigasi iklim. Saat ini, mereka telah menyelesaikan tahap pertama berupa pembuatan pupuk kompos bekerja sama dengan Dinas Pertanian, dan sedang bersiap masuk ke tahap kedua, yaitu persiapan lahan.

Anjelin menambahkan, komunitasnya telah berhasil memproduksi 300 kg pupuk organik yang disiapkan untuk menanam tanaman hortikultura. “Ke depan, jika produksinya meningkat, kami berencana untuk menjualnya ke luar komunitas,” kata Anjelin.

Sementara itu, Mayos, salah satu penggerak muda dari Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi program konservasi mata air yang sedang ia jalankan.

“Program advokasi dan kampanye ini sangat penting karena akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan yang kami ambil dalam proyek kami. Masyarakat di Kampung Lempe juga sangat mendukung aksi pembersihan dan penanaman pohon di sumber mata air. Aksi ini akan terus berkelanjutan demi generasi masa depan,” tutur Mayos.

  • Penulis: Riky Huwa
  • Editor: Tim PF

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIP Nusra Kedepankan Pendekatan Budaya dalam Proyek Geothermal Flores

    PLN UIP Nusra Kedepankan Pendekatan Budaya dalam Proyek Geothermal Flores

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Flores, pijarflores.com/ – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus mendorong pendekatan budaya dalam proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, khususnya pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Di tengah proses dialog dan sosialisasi yang terus dilakukan, sejumlah tokoh masyarakat mulai memahami manfaat pengembangan energi panas bumi sebagai sumber […]

  • Hargai Kearifan Lokal, PLN Kukuhkan Pokja Tanah PLTP Atadei di Desa Nubahaeraka

    Hargai Kearifan Lokal, PLN Kukuhkan Pokja Tanah PLTP Atadei di Desa Nubahaeraka

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 80
    • 0Komentar

      Lembata, pijarflores.com/ – Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga nilai, merawat kepercayaan, dan berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat. Hal inilah yang tercermin dalam pelaksanaan seremonial adat pengukuhan Tim Kelompok Kerja (POKJA) Pengadaan Tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei di Desa Nubahaeraka. Di tengah nuansa adat yang sakral, […]

  • Pulihkan Trauma Pasca-Gempa, Pemkab dan PPPAUD Manggarai Gelar Trauma Healing untuk Anak PAUD

    Pulihkan Trauma Pasca-Gempa, Pemkab dan PPPAUD Manggarai Gelar Trauma Healing untuk Anak PAUD

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai bersama Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PPPAUD) menggelar kegiatan Trauma Healing bagi anak-anak usia PAUD bertempat di halaman rumah jabatan kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini mengusung tema “Pulihkan Trauma Kembalikan Ceria, Tumbuhkan Harapan”. Acara ini diinisiasi sebagai respons cepat terhadap dampak psikologis yang dialami anak-anak pasca-peristiwa […]

  • Kejari Manggarai Tegaskan Tidak Pernah Beri Bocoran Kasus ke Edy Hardum

    Kejari Manggarai Tegaskan Tidak Pernah Beri Bocoran Kasus ke Edy Hardum

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com/ – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai secara tegas membantah pernyataan Edy Hardum di sejumlah media massa yang mengeklaim telah mendapatkan informasi A1 dari pihak Kejari Manggarai pada berita media daring Viva NTT, 22 Mei 2026. Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Manggarai, Cakra Perwira, S.H., M.H., menyatakan bahwa informasi yang beredar […]

  • Program TJSL PLN Dorong Kemandirian Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu

    Program TJSL PLN Dorong Kemandirian Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) yang dijalankan pada tahun 2025 terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 (10 MW). Salah satu dampak nyata tersebut terlihat dari keberhasilan Kelompok Tani Wela Sita Werek Ulumbu di […]

  • Tanggap Darurat Pasca-Gempa M 7,7 Flores, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Logistik

    Tanggap Darurat Pasca-Gempa M 7,7 Flores, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Logistik

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Tim PF
    • visibility 119
    • 1Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan kebutuhan pokok senilai Rp75 juta tersebut didistribusikan secara bertahap melalui program Relawan Bakti BUMN sejak Minggu (16/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) ke sejumlah wilayah […]

expand_less