Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ahli ITB: Pemanfaatan Lahan Aktual PLTP Mataloko Sangat Minim dan Efisien

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month 10 jam yang lalu
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Mataram, Pijarflores.com – Ahli geothermal Institut Teknologi Bandung (ITB), Ali Ashat, meluruskan persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya terkait pemahaman mengenai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan kebutuhan lahan aktual untuk pembangunan fasilitas panas bumi, Senin (13/7/2026).

Ali menjelaskan, lahan yang digunakan secara aktual dalam pembangunan PLTP hanya sebagian kecil dari total luas WKP dan diperuntukkan bagi fasilitas-fasilitas yang mendukung operasional panas bumi.

“Saat eksplorasi luas WKP cukup luas namun akan mengecil saat produksi. WKP dapat mencapai puluhan ribuan hektar, tetapi pemanfaatan lahannya sangat minim dan hanya digunakan untuk fasilitas tertentu seperti jalan akses, wellpad, jalur pipa, fasilitas pembangkit, serta sarana penunjang operasi,” jelas Ali.

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare. Namun, kebutuhan lahan untuk pengembangan PLTP Mataloko hanya sekitar 13,3 hektare atau sekitar 1,3 persen dari total luas WKP tersebut.

Kebutuhan lahan ini lebih efisien dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan lahan PLTP menurut EBTKE yang sebesar 0,9 ha/MW.

Di sisi lain, Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) sekaligus Assistant Manager Project Site PLTP Mataloko Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 2, Adrys Silaban, menyampaikan bahwa rencana pengembangan WKP Mataloko saat ini telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pendukung tahap awal dengan progres mencapai 100 persen.

Infrastruktur tersebut meliputi pembangunan wellpad A, B, C, dan D, laydown area, jalan akses (access road), serta sistem penyediaan air (supply water system). Kesiapan infrastruktur ini menjadi tonggak penting sebelum proyek memasuki tahapan pengeboran (drilling).

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) sekaligus Assistant Manager Project Site PLTP Mataloko UPP Nusra 2, Adrys Silaban, menegaskan bahwa setiap tahapan pengembangan PLTP Mataloko selalu dilaksanakan dengan mengedepankan pelibatan masyarakat adat serta menghormati nilai-nilai, norma, dan mekanisme adat yang berlaku di wilayah setempat.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.

“Seluruh proses kami laksanakan melalui koordinasi dan musyawarah bersama masyarakat adat sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai contoh, pelepasan hak atas tanah secara adat dilaksanakan melalui prosesi Gose Ngusu Juta Lange, sedangkan penanaman pilar batas adat dilakukan melalui prosesi Mula Watu Ngusu yang disaksikan oleh para saksi batas dan tokoh adat. Kami berkomitmen agar setiap tahapan pengembangan proyek berjalan selaras dengan kearifan lokal sebagai wujud penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat,” ujar Adrys.

Manager PT PLN (Persero) UPP Nusra 2, Avianda Edwin Fachruddin, mengatakan kehadiran infrastruktur-infrastruktur pendukung dalam pengembangan PLTP Mataloko tidak hanya ditujukan untuk mendukung operasional proyek, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Sebagai bagian dari site development proyek, PLN telah membangun akses jalan sepanjang sekitar 8 kilometer menuju lokasi pengembangan PLTP Mataloko hingga Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Jalan tersebut dibangun untuk mendukung mobilisasi peralatan dan material selama masa konstruksi.

Menurut Avianda, jalan yang kini beraspal dan menghubungkan kawasan permukiman serta lahan pertanian warga telah meningkatkan konektivitas dan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami berharap akses jalan ini dapat memperlancar mobilitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah proyek,” ujar Avianda.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, menegaskan bahwa pengembangan PLTP Mataloko merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat bauran energi baru terbarukan sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan di Pulau Flores.

“Kami berkomitmen memastikan pengembangan PLTP Mataloko dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan,” tutup Manurung.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Manggarai Bantah Kelangkaan BBM Sistematis, Tegaskan Tak Ada Pembiaran Praktik Ilegal

    Polres Manggarai Bantah Kelangkaan BBM Sistematis, Tegaskan Tak Ada Pembiaran Praktik Ilegal

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 14
    • 0Komentar

    MANGGARAI, PIJARFLORES – Polres Manggarai membantah adanya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi secara sistematis di wilayahnya. Pihak Kepolisian menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas pasokan dan menindak tegas praktik penjualan ilegal atau penimbunan BBM. Polres Manggarai melalui Kanit Tipidter Ipda Idus Pagu menampik tuduhan masyarakat yang menyebut adanya unsur pembiaran oleh oknum anggota di […]

  • Pelatihan Ekonomi Kreatif di Manggarai Batal, Pegiat Pariwisata Kecewa

    Pelatihan Ekonomi Kreatif di Manggarai Batal, Pegiat Pariwisata Kecewa

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 9
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Para pegiat pariwisata di Kabupaten Manggarai menyatakan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa sejumlah pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), dan pendampingan untuk sektor ekonomi kreatif dibatalkan. Informasi ini dikonfirmasi oleh Armin Bel, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Armin, awalnya sudah ada empat kelompok […]

  • Alat Berat Diturunkan, Jalur Ruteng–Iteng Kembali Normal

    Alat Berat Diturunkan, Jalur Ruteng–Iteng Kembali Normal

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai bergerak cepat menangani material longsor yang menutup ruas jalan Ruteng–Iteng. Bencana tersebut tepatnya terjadi di sekitar Jembatan Wae Mantar II, Desa Umung, Kecamatan Satarmese, pada Selasa (19/05/2026). Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut […]

  • Bupati Manggarai Telah Penuhi Panggilan Aswas Kejati NTT

    Bupati Manggarai Telah Penuhi Panggilan Aswas Kejati NTT

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 16
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam kasus dugaan pengadaan benih bawang merah Tahun Anggaran 2023 senilai Rp1,4 miliar di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai. Ia juga menampik klaim yang menyebut dirinya berupaya menghalangi proses hukum yang sedang diusut oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai. […]

  • Gelar Rapat Konsultasi, TP PKK Manggarai Bahas Program Prioritas 2025-2029 Demi Kesejahteraan Keluarga

    Gelar Rapat Konsultasi, TP PKK Manggarai Bahas Program Prioritas 2025-2029 Demi Kesejahteraan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai menyelenggarakan Rapat Konsultasi (Rakon) Tingkat Kabupaten Manggarai. Kegiatan ini mengusung tema “Keluarga Berdaya, Masyarakat Sejahtera, Indonesia Maju” dan berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, pada Jumat (22/5/2026). Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Manggarai, Fabianus Abu. Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Modernisasi Pertanian Manggarai: Hemat Biaya 60 Persen dan Incar Petani Milenial

    Modernisasi Pertanian Manggarai: Hemat Biaya 60 Persen dan Incar Petani Milenial

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Ruteng, pijarflores.com – Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai memberikan dampak positif bagi petani di sejumlah wilayah Kabupaten Manggarai. Modernisasi ini terbukti mampu mendongkrak hasil panen sekaligus menekan biaya produksi secara signifikan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdy Ampur, mengungkapkan bahwa para petani di wilayah Lingko Lanar dan Pomeko merasakan langsung […]

expand_less