Jauh dari Kota, SMPN Satap Pulau Mules NTT Dapat Revitalisasi APBN Rp1,1 Miliar
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bangunan SMPN Satap Nuca Molas yang mendapat program Revitalisasi 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Sarana dan prasarana yang memadai menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, terutama di wilayah terpencil seperti Pulau Mules (Nuca Molas) yang menghadapi keterbatasan akses pembangunan.
Pembangunan SMPN Satap Nuca Molas di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, menjadi simbol kehadiran negara bagi anak-anak bangsa di wilayah kepulauan.
Pendidikan di pulau ini memasuki babak baru melalui program revitalisasi Tahun Anggaran 2026 dari pemerintah pusat.Sekolah tersebut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1,1 miliar yang bersumber dari APBN melalui skema swakelola.
Penanggung Jawab Program Revitalisasi sekaligus Kepala Sekolah, Sulaiman, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 120 hari kalender.
“Saat ini progres fisik sudah mencapai sekitar 45 persen. Secara umum pelaksanaan berjalan sesuai rencana meskipun sempat terkendala cuaca buruk,” ujar Sulaiman, pada Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan, kondisi hujan dan angin kencang di wilayah Pulau Mules sempat menghambat pengangkutan material bangunan.
“Cuaca ekstrem menjadi kendala utama. Material seperti semen sempat tertahan selama dua minggu di daratan karena gelombang tinggi membuat perahu tidak bisa menyeberang. Kami berharap cuaca membaik agar pekerjaan berjalan lancar,” katanya.
Program revitalisasi ini mencakup pembangunan satu ruang administrasi, rehabilitasi ruang perpustakaan, perbaikan tiga ruang kelas, pembangunan empat ruang kelas baru, serta penyediaan fasilitas toilet dan mebeler.
Pekerjaan meliputi penggantian atap, plafon, kusen, hingga pemasangan keramik.Sulaiman menjelaskan seluruh proyek dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Sekolah (P2SP) yang melibatkan unsur komite dan masyarakat.
Tenaga kerja yang digunakan juga berasal dari warga lokal yang memiliki keahlian konstruksi.Bantuan ini menjadi penantian panjang bagi sekolah yang telah berdiri sejak tahun 2009 tersebut.
“Sejak berdiri 17 tahun lalu, baru kali ini sekolah kami direhabilitasi. Kami sangat bersyukur. Selama ini kami selalu dihantui rasa cemas saat hujan dan angin kencang karena atap bocor dan kayu bangunan sudah lapuk,” ungkap Sulaiman.
Bagi para guru dan murid, gedung baru ini merupakan hadiah terindah yang akan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi aman dan nyaman.
Pihak sekolah berharap pemerintah terus memberikan dukungan berkelanjutan bagi infrastruktur di Pulau Mules. Apalagi, wilayah Nuca Molas saat ini tengah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal di Kabupaten Manggarai.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar