Rombongan Risma dan Ganjar saat berada di Panti Nirmala Ruteng.
Manggarai, Pijarflores.com – Politikus senior PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini, memimpin langsung misi kemanusiaan jajaran DPP dan DPD PDI-P Nusa Tenggara Timur untuk membantu korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Pulau Flores. Rombongan tiba di Kabupaten Manggarai pada Senin (17/8/2026), yang bertepatan dengan HUT ke-81 RI.
Kabupaten Manggarai menjadi salah satu titik fokus kunjungan karena mencatat korban jiwa terbanyak akibat gempa yang dipicu gempa M 7,7 tersebut. Data per 17 Agustus menunjukkan 26 orang meninggal dunia di wilayah tersebut, disertai kerusakan massal pada rumah warga, tempat ibadah, serta fasilitas umum.
Mengenakan rompi merah Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), Ganjar dan Risma datang membawa bantuan sembako, obat-obatan, perlengkapan ibu dan anak, serta lampu tenaga surya.
Mereka juga memboyong tim dokter yang dipimpin oleh politikus senior dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati untuk memberikan pelayanan medis selama sepekan ke depan.
Setibanya di Ruteng, rombongan yang disambut oleh Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos, langsung meninjau Panti Nirmala Karot di Kecamatan Langke Rembong.
Ganjar menyemangati para pasien, tenaga medis, dan suster panti dengan mengajak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah suasana duka.
Ganjar juga menyempatkan diri meninjau Gereja Paroki Karot yang mengalami kerusakan parah akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) dini hari tersebut.
Setelah dari Ruteng, rombongan bergerak menuju Reo dan wilayah Pantai Utara Manggarai Timur.
Ketua Baguna PDI-P, Tri Rismaharini, menjelaskan bahwa seluruh struktur partai telah bergerak sejak hari pertama.
PDI-P sengaja menginstruksikan DPC setempat untuk membeli kebutuhan pokok di daerah masing-masing guna mempercepat distribusi sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Adapun bantuan khusus seperti tenda darurat dan lampu solar cell tetap didatangkan dari Jakarta.
“Kantor DPC PDI-P Kabupaten Manggarai kini difungsikan sebagai pusat logistik (buffer stock) untuk mempercepat suplai ke wilayah sekitar seperti Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo jika terjadi gempa susulan,” ujar Risma.
Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan Rumah Sakit Apung Malahayati jika diperlukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Ganjar Pranowo menegaskan kehadiran mereka merupakan bentuk solidaritas nyata.
“Kami datang untuk membersamai saudara-saudara kita yang terkena bencana. Sakitnya mereka tentu sakit kita juga. Di tengah duka, semangat kemerdekaan mereka untuk bangkit tetap menyala,” pungkas Ganjar.
Sementara itu Ketua DPD PDI Perjuangan NTT Yunus H. Takandewa mengatakan partainya langsung membentuk tim reaksi cepat begitu menerima informasi mengenai gempa yang mengguncang Flores.
“Begitu informasi kami dapatkan dari lapangan, kami langsung membentuk gerakan reaksi cepat. Kami membagi enam tim yang terdistribusi di tujuh kabupaten terdampak mulai dari Manggarai Barat sampai Sikka. Prinsip kami, PDI Perjuangan harus hadir lebih awal,” ujar Yunus.
Menurut dia, hingga hari kedua pascabencana, PDI Perjuangan telah mendirikan sedikitnya 14 dapur umum di Manggarai Timur serta membuka sejumlah posko kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak.
“Prinsipnya tidak boleh ada yang kelaparan. Yang kami utamakan adalah kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, penyandang disabilitas, dan lanjut usia. Tidak boleh ada yang kekurangan makanan maupun air bersih,” katanya.
Yunus mengatakan distribusi bantuan juga menjangkau titik-titik pengungsian kecil yang belum sepenuhnya tersentuh bantuan besar. Selain logistik, tim partai turut mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki ke sejumlah lokasi yang mengalami kesulitan akses air bersih.
Saat ini belum ada komentar