Tanggap Darurat Pasca-Gempa M 7,7 Flores, Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Logistik
- account_circle Tim PF
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembagian paket sembako dari Petro Kimia Gresik dan Pupuk Indonesia di Kab. Manggarai.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kebutuhan pokok senilai Rp75 juta tersebut didistribusikan secara bertahap melalui program Relawan Bakti BUMN sejak Minggu (16/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) ke sejumlah wilayah terdampak.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan rasa empati yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Flores dan sekitarnya.
Menurutnya, respons cepat ini menjadi bukti nyata komitmen BUMN dalam membantu warga yang berada dalam masa darurat.
“Bantuan ini kami distribusikan bersama Pupuk Indonesia secara bertahap. Fokus utama saat ini adalah menyediakan kebutuhan pokok harian seperti beras, gula, minyak goreng, dan selimut untuk masa tanggap darurat. Kami berharap kontribusi ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” ujar Daconi dari Gresik, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026).
Sebelumnya, Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia tengah mengemban tugas sebagai tuan rumah Program Relawan Bakti BUMN 2026 yang berpusat di Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Agenda awal para relawan sebenarnya berfokus pada pemberdayaan masyarakat serta pengembangan sektor pertanian lewat program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera).
Namun, gempa tektonik kuat yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) mengubah prioritas kerja di lapangan.
Manajemen memutuskan mengalihkan fokus pergerakan relawan demi mendukung penuh aksi tanggap bencana.
“Program ini awalnya dirancang untuk mendorong kemandirian sektor pertanian lokal. Namun, ketika bencana melanda, keselamatan dan kebutuhan mendasar masyarakat harus diutamakan. Jarak geografis dari Gresik ke NTT bukan penghalang bagi kami untuk hadir dan bergotong royong membantu masyarakat melewati masa-masa sulit ini,” jelas Daconi.
Ia juga berharap agar situasi di lokasi bencana bisa segera kondusif dan terkendali secepatnya.
“Semoga masyarakat NTT diberikan kekuatan, korban luka segera sembuh, dan infrastruktur serta aktivitas warga dapat segera pulih kembali,” pungkasnya.
Sebagai informasi, gempa berkekuatan M 7,7 yang berpusat di Nagekeo akhir pekan lalu membawa dampak kerusakan yang masif di beberapa kabupaten, termasuk Manggarai dan Manggarai Timur.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (17/8/2026), bencana ini mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka, serta memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi akibat kerusakan ribuan rumah tinggal dan puluhan fasilitas publik.
- Penulis: Tim PF
- Editor: Riky Huwa

Saat ini belum ada komentar