Ringankan Beban Pasca-Gempa Manggarai, Bank NTT Salurkan Bantuan Dana dan Program Magang Berinsentif bagi Mahasiswa Unika St. Paulus
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Penyerahan bantuan Bank NTT untuk Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Komitmen kemanusiaan dan kepedulian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi oleh Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng, Romi Radjalangu, menyerahkan secara langsung bantuan dana pendidikan kepada mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Santu Paulus Ruteng yang terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Senin (21/9/2026).
Dalam penyerahan ini, sebanyak 20 mahasiswa yang rumahnya mengalami rusak total akibat gempa masing-masing menerima bantuan tunai sebesar Rp2.500.000,00.
“Kami menyadari bencana gempa ini menimbulkan penderitaan bagi banyak pihak. Di tengah situasi sulit ini, Bank NTT hadir memberikan bantuan keuangan untuk 20 mahasiswa-mahasiswi di Unika St. Paulus Ruteng. Penentuan penerima bantuan kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kampus agar tepat sasaran,” ujar Charlie Paulus.
Buka Peluang Magang Berinsentif dan Rekrutmen Kerja
Tak hanya memberikan bantuan tunai, Bank NTT juga membawa kabar baik bagi masa depan para mahasiswa dengan meluncurkan program magang berinsentif yang dipersiapkan secara matang.
Program ini akan diawali dengan pembekalan di kelas (classroom) mengenai pengelolaan keuangan, dilanjutkan dengan pelatihan kerja langsung (job training). Selama masa magang, para peserta akan mendapatkan uang saku.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemuda kita dalam menghadapi dunia kerja. Ke depan, tempat magang di wilayah Flores juga akan disiapkan. Melalui program ini, kami ingin menjaring talenta-talenta terbaik untuk dipersiapkan menjadi pegawai Bank NTT,” tambah Charlie.
Respons Cepat Yayasan dan Kebijakan Potong Uang Kuliah
Ketua Yayasan Santu Paulus Ruteng, Romo Roling, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kepedulian nyata dari Bank NTT yang dinilai memberikan dampak besar bagi civitas akademika.
Romo Roling menjelaskan bahwa pihak yayasan juga bergerak cepat meringankan beban mahasiswa secara menyeluruh melalui kebijakan pemotongan uang kuliah.
“Bantuan dari Bank NTT ini kami prioritaskan untuk 20 mahasiswa yang rumahnya roboh total. Sementara dari pihak yayasan, kami mengambil kebijakan untuk memotong uang kuliah bagi mahasiswa yang rumahnya rusak berat, sedang, maupun ringan. Bahkan, kebijakan pemotongan uang kuliah ini berlaku untuk seluruh mahasiswa,” papar Romo Roling.
Ia juga menyambut baik program magang yang ditawarkan Bank NTT dan menegaskan bahwa Unika St. Paulus akan selalu mendukung Bank NTT sebagai mitra strategis yang “selalu ada di hati”.
Komitmen Bantuan Meluas hingga Para Dosen
Mendengar aspirasi dari pihak kampus mengenai banyaknya dosen yang rumahnya turut rusak akibat gempa, Dirut Bank NTT Charlie Paulus langsung memberikan respons positif.
Ia membuka ruang bantuan bagi para dosen melalui dompet sosial Bank NTT serta peluang skema kredit dengan berbagai kemudahan.
“Ini tentu menjadi bahan pertimbangan kami. Bank NTT memiliki dompet sosial untuk membantu korban bencana. Dosen-dosen yang terdampak langsung silakan didaftarkan. Kami berkomitmen untuk membantu meringankan beban para tenaga pendidik agar aktivitas akademik bisa segera pulih,” pungkas Charlie.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar