Mama Monika dan bayinya setelah dibantu persalinannya oleh Bidan Ica dan Bidan Yustin di Posko Ojang.
Manggarai, Pijarflores.com – Aksi heroik dan penuh haru ditunjukkan oleh tenaga kesehatan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang ibu hamil bernama Mama Monika Masol (40), terpaksa harus melahirkan anak keenamnya di tengah hutan, tepatnya di kawasan Robek, Posko Ojang, Sabtu (5/9/2026).
Beruntung, berkat kesigapan para bidan yang bertugas di lapangan, proses persalinan darurat yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA di Posko Lagur tersebut berjalan dengan lancar dan selamat.
Salah satu tenaga kesehatan yang berada di lokasi, Bidan Ica yang dibantu Bidan Yustin, menceritakan perjuangan beratnya bersama rekan sejawat saat menghadapi situasi kritis tersebut.
“Kami bersama teman-teman berhasil membantu proses persalinan. Puji Tuhan, Mama Monika setelah melahirkan bayinya dalam keadaan sehat,” ungkap Bidan Ica.
Bayi laki-laki tersebut lahir dengan berat badan yang cukup sehat, yakni 3,1 kg. Setelah mendapatkan penanganan medis pasca-melahirkan termasuk pemberian obat-obatan dan vitamin esensial kondisi Mama Monika beserta buah hatinya dilaporkan stabil dan terus membaik.
Syok Akibat Guncangan Gempa
Bidan Ica dan sahabatnya menjelaskan bahwa Mama Monika sebenarnya diprediksi baru akan melahirkan pada 10 September 2026. Namun, guncangan gempa bumi yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WITA membuat ibu enam anak ini mengalami syok berat hingga memicu kontraksi dini.
Sebelumnya, Mama Monika memang sudah menjadi pasien ibu hamil yang masuk dalam pantauan khusus dan perhatian ketat tim medis setempat. Karena tekanan psikologis dan kondisi fisik pascamelahirkan di tenda darurat, tim medis berencana merujuknya ke RSUD Ruteng guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Sinergi Cepat Antar-Lini
Aksi tanggap darurat ini berhasil berkat koordinasi cepat di lapangan. Awalnya, Bidan Ica dihubungi oleh perwakilan keluarga pasien bernama Willy, yang juga dibantu oleh aparat desa setempat bernama Ayu Ada. Begitu menerima informasi darurat tersebut, Bidan Ica bersama tim langsung bergerak cepat meluncur ke lokasi hutan.
Tak hanya dari sisi medis, kepedulian juga datang dari Pemerintah Kecamatan Reok dan anggota Babinkamtibmas Polsek Reok. Mereka langsung turun ke lokasi untuk memastikan proses evakuasi lanjutan berjalan aman, sekaligus menyalurkan bantuan langsung berupa paket kebutuhan bayi dan sembako.
Peristiwa dramatis di tengah situasi pascabencana ini kembali menjadi bukti nyata dedikasi tanpa batas dari para tenaga kesehatan, aparat desa, dan kepolisian di lini depan. Mereka siap berkejaran dengan waktu demi menyelamatkan nyawa masyarakat, bahkan di medan yang paling sulit sekalipun.
Saat ini belum ada komentar