Bupati Manggarai Pimpin Langsung Evakuasi Pasien RSUD Ruteng dan Dirikan Posko Darurat
- account_circle Admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 106
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Manggarai Hery Nabit dan Unsur Forkopimda saat memantau pasien dari ruangan ICU di RSUD Ruteng, yang telah dieavakuasi seluruhnya ke halaman belakang RSUD Ruteng.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, S.E., M.A., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bergerak cepat memantau langsung proses evakuasi total pasien di RSUD Ruteng. Langkah ini diambil menyusul bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo dan berdampak parah hingga ke wilayah Kabupaten Manggarai.
Turut mendampingi Bupati dalam pemantauan tersebut adalah Wakil Bupati Fabianus Abu, S.Pd., Ketua DPRD Paulus Peos, Dandim 1612/Manggarai Letkol Arh Amos Comenius Silaban, S.E., M.M., Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., dan Kajari Manggarai Dr. Deddi Diliyanto, S.H., M.H, dan Perwakilan dari BMKG Manggarai. Selain mengevakuasi pasien, petugas di RSUD Ruteng serta aparat gabungan (TNI, Polri, Sat. Pol. PP, PMI, dan Tagana) juga langsung mendirikan posko darurat bencana alam gempa bumi.
Bupati Hery Nabit menjelaskan bahwa perhatian Forkopimda saat ini dipusatkan di RSUD Ruteng setelah menerima laporan kerusakan dari beberapa Kecamatan. Ia meminta agar seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga kewaspadaan tingkat tinggi.
“Gempa bumi yang besar terjadi tadi pagi sebanyak satu hingga dua kali, tetapi gempa susulannya tetap terasa sampai siang ini. Kita belum bisa memprediksi sampai kapan ini akan terjadi,” ujar Bupati Hery di depan RSUD Ruteng.
Hingga pukul 11.00 WITA, Pemkab Manggarai mencatat korban meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 14 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimbun reruntuhan bangunan, di mana tiga jenazah sempat diantar ke RSUD Ruteng.
Data sebaran korban jiwa paling banyak berada di wilayah utara Kabupaten Manggarai, dengan rincian: Kecamatan Reok: 8 orang, Kecamatan Reok Barat: 3 orang, dan Kecamatan Cibal: 1 orang.
“Kita berharap tidak ada lagi korban tambahan. Kami mohon doa dari semua pihak agar bencana ini segera lewat. Kewaspadaan penting, tetapi jangan membuat kita panik,” tegasnya.
Terkait kondisi di RSUD Ruteng, Bupati Hery memastikan seluruh proses evakuasi pasien telah selesai dengan aman.
Semua pasien yang sebelumnya dirawat di dalam gedung kini telah dipindahkan ke tenda-tenda darurat yang disiapkan oleh personel gabungan Forkopimda.
Selain rumah tinggal warga, gempa dahsyat ini juga merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk rumah ibadah, puskesmas, kantor pemerintahan, serta fasilitas milik BUMN dan BUMD.
Berdasarkan informasi resmi dari BMKG, Forkopimda Manggarai mengeluarkan beberapa imbauan penting bagi masyarakat dan aparatur sipil.
Hentikan Kegiatan Indoor: Dalam 1 hingga 2 hari ke depan, seluruh kegiatan di dalam ruangan yang rentan terhadap dampak gempa susulan diminta untuk dihindari atau dihentikan sementara.
Siaga Penuh: Seluruh jajaran ASN, TNI, dan Polri diperintahkan tetap bersiaga penuh selama beberapa hari ke depan guna memudahkan upaya tanggap darurat.
Saring Informasi: Masyarakat diimbau hanya mempercayai informasi dari sumber resmi seperti Pemkab Manggarai, TNI, dan Polri, dan BMKG, serta tidak menelan mentah-mentah berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
- Penulis: Admin

Saat ini belum ada komentar