Salurkan 250 Sembako dari Lifehouse Community Jakarta, Ketua TP PKK Manggarai Tinjau Kerusakan Gempa di Benteng Kuwu
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua TP PKK Kab. Manggarai Meldyanti Hagur M. Nabit saat menyerahkan paket sembako ke korban terdampak gempa di desa Benteng Kuwu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruteng, Pijarflores.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit, kembali turun langsung menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7.
Meldyanti mendistribusikan 250 paket sembako bantuan dari Jemaat Lifehouse Community Jakarta untuk warga di empat dusun di Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, pada Jumat (21/8/2026).
Dalam kunjungan kemanusiaan ini, istri Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit tersebut didampingi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Apoliana Ijuk, Camat Ruteng Sebastianus Jandu beserta istri, Kepala Desa Benteng Kuwu Walterius Handu, serta jajaran pengurus PKK dan perangkat desa.
Mengingat luasnya wilayah Desa Benteng Kuwu, proses penyaluran logistik dibagi ke dalam tiga tim agar berjalan lebih cepat dan efisien.Saat membagikan sembako, Meldyanti menyempatkan diri berdialog dengan warga serta melihat langsung kondisi rumah-rumah yang rusak.
Ia terus memberikan penguatan moral agar warga tetap sabar dan tabah menghadapi bencana. Ia juga mengingatkan warga yang masih mengungsi di tenda-tenda darurat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan dan senantiasa menjaga kesehatan.
Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, guncangan gempa susulan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) kemarin memperparah kerusakan pemukiman.
Rumah yang awalnya hanya mengalami retak kecil kini dilaporkan rusak berat. Bahkan, beberapa rumah warga yang pada pendataan awal pasca-gempa utama hari Sabtu (15/8/2026) lalu masih aman, kini ikut mengalami kerusakan akibat getaran susulan tersebut.
Merespons kondisi tersebut, Meldyanti menginstruksikan para Ketua RT, Kepala Dusun, dan Kepala Desa Benteng Kuwu untuk segera melakukan pendataan ulang secara menyeluruh. Kunjungan ini, menurutnya, sekaligus untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewat dari basis data pemerintah.
Kehadiran rombongan PKK ini disambut haru dan penuh rasa syukur oleh masyarakat setempat. “Ibu, terima kasih banyak,” ungkap Emilia Nonsi dan Wilhelmina Mbambus dengan nada penuh syukur.
Momen emosional juga terjadi saat rombongan menyambangi kediaman Mama Regina Jaut. Ia tak kuasa menahan air mata saat menyadari bahwa yang datang membawakan bantuan adalah istri orang nomor satu di Kabupaten Manggarai.
“Biar sedikit ibu, tapi ibu tetap ingat kami. Sehat-sehat, anak,” sebut Regina ke Meldyanti.
Di sisi lain, warga juga mulai menyampaikan keluh kesah dan kebutuhan mendesak mereka di posko pengungsian.
Mama Monika Muet mengusulkan agar pemerintah daerah segera memprioritaskan bantuan terpal. Menurutnya, hampir seluruh warga kini didera rasa cemas dan takut untuk kembali tidur di dalam rumah.
Hal senada diutarakan oleh Theodorus Tanus. Ia menceritakan pengalamannya mendirikan tenda darurat secara mandiri menggunakan terpal seadanya.
Namun, kondisi cuaca Ruteng yang dingin membuat pengungsian menjadi kurang layak.
“Di sini embun tembus terpal, Ibu. Kami sangat membutuhkan tenda khusus yang anti-embun karena cuaca di Manggarai ini sangat dingin pada malam hari,” keluhnya.
Di tengah situasi darurat, kejujuran warga juga mengemuka. Maksimus Jambar, salah seorang warga desa, secara terbuka mengakui kondisi huniannya demi memastikan bantuan tepat sasaran.
“Lebih baik jujur, rumah saya sebenarnya hanya mengalami retak di bagian lantai saja,” tuturnya.
Menanggapi berbagai aspirasi dan laporan warga, Meldyanti meminta masyarakat Desa Benteng Kuwu untuk sedikit bersabar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan pengadaan terpal serta tenda keluarga yang lebih memadai.
“Pengadaan tenda keluarga dan terpal sedang kami upayakan. Oleh karena itu, saya datang langsung ke sini untuk melihat realita di lapangan agar penanganannya bisa tepat,” pungkas Meldyanti.
Meldyanti juga mengunjungi para Nakes di Puskesmas Wae Mbeleng, di Desa Benteng Kuwu. Ia meminta para Nakes agar tetap semangat dan lebih berhati-hati dengan keadaan beberapa gedung yang sudah retak. Saat ini para Nakes melayani pasien do tenda darurat yang telah dipasang oleh Pemerintah Desa Benteng Kuwu, di Puskesmas Wae Mbeleng.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar