Breaking News
light_mode
Trending Tags

Enam Agenda Dinkes Manggarai Hadapi Masa Pemulihan Pascagempa, 25 Puskesmas Dilibatkan

  • account_circle Tim PF
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Manggarai, Pijarflores.com – Pemulihan sektor kesehatan menjadi salah satu agenda penting Kabupaten Manggarai setelah masa tanggap darurat gempa bumi. Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai menyiapkan enam agenda prioritas untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan sekaligus memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan memasuki masa transisi.

Rencana aksi ini melibatkan 25 Puskesmas, RSUD, RS Pratama, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta mitra relawan. Fokusnya tidak hanya mengembalikan pelayanan kesehatan yang sempat terganggu, tetapi juga menjamin warga di wilayah terdampak tetap mendapatkan layanan sesuai kebutuhan.

Juru bicara Posko HEOC Andi Jemahu menyampaikan masa transisi menjadi kesempko atan untuk membenahi kembali sistem pelayanan kesehatan. Sebab, berakhirnya masa tanggap darurat tidak serta-merta menghilangkan berbagai persoalan kesehatan yang muncul akibat bencana.

“Sebagian masyarakat masih membutuhkan pengobatan rutin, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pendampingan psikologis, hingga kunjungan tenaga kesehatan ke rumah,” ujar Andi, pada Senin (28/9/2026).

Atas pertimbangan tersebut, Dinas Kesehatan Manggarai merancang enam agenda, yakni pemulihan pelayanan kesehatan dasar, penguatan Peluk Sehat Mobile, pemulihan kesehatan jiwa dan psikososial, surveilans penyakit dan kesehatan lingkungan, perlindungan kesehatan ibu dan anak, serta rehabilitasi fasilitas dan penguatan sistem kesehatan.

Pelayanan harus tetap menjangkau masyarakat

Andi menjelaskan langkah awal yang disiapkan adalah melakukan pemetaan kondisi pelayanan di seluruh Puskesmas. Penilaian meliputi kondisi bangunan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, tenaga kesehatan, listrik, air bersih, serta akses menuju fasilitas kesehatan.

“Hasil pemetaan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan yang diperlukan masing-masing fasilitas. Puskesmas yang telah berfungsi normal dapat kembali memperkuat pelayanan rutin, sedangkan fasilitas yang masih mengalami gangguan akan mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan,” kata Andi.

“Pelayanan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, keluarga berencana, pengobatan penyakit kronis, TB, HIV, serta pelayanan gawat darurat menjadi bagian dari layanan yang harus dipastikan keberlangsungannya,” tambahnya.

Menurut Andi untuk masyarakat yang tinggal di wilayah sulit dijangkau, pelayanan keliling akan tetap menjadi salah satu pendekatan.

Ia mengatakan melalui Peluk Sehat Mobile, Dinas Kesehatan berupaya mendekatkan pelayanan kepada warga yang belum dapat mengakses fasilitas kesehatan secara optimal. Kegiatan ini akan dipadukan dengan kunjungan rumah bagi pasien stroke, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, dan pasien penyakit kronis.

“Selain pemeriksaan dan pengobatan, pendataan warga yang membutuhkan rehabilitasi, obat rutin, pelayanan lanjutan, maupun rujukan juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut,” tuturnya.

Pendekatan ini diharapkan membantu Puskesmas mengidentifikasi kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih langsung, terutama pada kelompok yang berisiko kehilangan akses pelayanan setelah masa darurat berakhir.

Pemulihan kesehatan jiwa tidak boleh terabaikan

Di tengah upaya memperbaiki pelayanan medis, persoalan kesehatan jiwa juga menjadi perhatian dalam rencana aksi transisi.

Adi menyebut bencana dapat meninggalkan tekanan psikologis yang tidak selalu terlihat secara langsung. Trauma, kecemasan, gangguan tidur, dan perasaan kehilangan dapat dialami masyarakat, bahkan setelah situasi darurat mulai mereda.

Untuk itu, pelayanan dukungan psikososial direncanakan berlangsung di pengungsian, sekolah, desa, dan Puskesmas. Tenaga kesehatan juga akan mendapatkan penguatan kapasitas melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis.

Skrining dan tindak lanjut bagi masyarakat yang mengalami gejala trauma, kecemasan, depresi, dan gangguan tidur akan menjadi bagian dari pelayanan.

Anak-anak, lansia, keluarga yang kehilangan anggota keluarga, penyandang disabilitas, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membutuhkan perhatian khusus.

Bagi ODGJ, kesinambungan pengobatan dan pendampingan perlu dipastikan, terutama bagi pasien yang mengalami putus obat, kehilangan tempat tinggal, atau kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan selama bencana.

Antisipasi penyakit dan perlindungan ibu-anak

Dinas Kesehatan juga kata Andi menempatkan surveilans penyakit dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari upaya mencegah masalah kesehatan pascabencana.

Surveilans mingguan di seluruh Puskesmas akan diperkuat, terutama di wilayah pengungsian dan permukiman padat. Diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, demam, DBD, dan penyakit potensial kejadian luar biasa menjadi sejumlah masalah yang perlu diwaspadai.

Pemeriksaan kualitas air, inspeksi sanitasi, pengawasan makanan, dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat akan melengkapi kegiatan tersebut.

Pengawasan ini penting untuk memastikan potensi peningkatan kasus penyakit dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara cepat.

Pada saat yang sama, pemulihan pelayanan kesehatan ibu dan anak akan dilakukan melalui pendataan ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, dan anak-anak yang kehilangan akses pelayanan selama bencana.

Kegiatan Posyandu dan imunisasi rutin perlu kembali berjalan. Pemantauan gizi serta tindak lanjut bagi balita yang berisiko mengalami masalah gizi juga menjadi bagian dari agenda pemulihan.

Pelayanan persalinan aman, rujukan maternal dan neonatal, serta kesehatan reproduksi tetap harus tersedia bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Menyiapkan sistem kesehatan yang lebih tangguh

Selain pelayanan langsung kepada masyarakat, Dinas Kesehatan akan melakukan penilaian kerusakan, kerugian, dan kebutuhan sektor kesehatan sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi kesehatan (R3P).

Andi mengatakan fasilitas kesehatan dengan kerusakan berat dan fungsi pelayanan kritis, termasuk RSUD, RS Pratama, dan Puskesmas, akan menjadi perhatian dalam penentuan prioritas pemulihan.

Rencana tersebut juga mencakup penguatan sistem rujukan, komunikasi darurat, ketersediaan logistik kesehatan, serta penyusunan rencana kontingensi untuk menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

Melalui enam agenda prioritas tersebut, pemulihan sektor kesehatan di Manggarai diharapkan berjalan secara bertahap dan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan rutin.

Keberhasilan masa transisi bukan hanya ditandai dengan pulihnya fasilitas kesehatan, melainkan juga ketika masyarakat kembali memperoleh pelayanan yang aman, mudah dijangkau, dan berkelanjutan.

“Dalam semangat Peluk Sehat, pemulihan kesehatan pascabencana menjadi upaya bersama untuk memastikan bahwa setiap warga tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan,” ungkap Andi.

Peluk Sehat, Memeluk Dengan Hati.

  • Penulis: Tim PF
  • Editor: Riky Huwa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Tersangka Kasus Korupsi di RSUD Ben Mboi 2019 dan 2020, Akan Ditelusuri Pihak Kejaksaan

    Aset Tersangka Kasus Korupsi di RSUD Ben Mboi 2019 dan 2020, Akan Ditelusuri Pihak Kejaksaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 51
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Gregorius L. A. Abdimun alias Sius, kembali menjadi sorotan publik setelah namanya tersangkut dalam dua proyek beranggaran besar di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng pada Tahun Anggaran 2019 dan 2020. Dalam dua kasus tersebut baik penyidik Kepolisian maupun Kejaksaan tengah berkordinasi untuk melakukan penelusuran terhadap aset-aset milik pihak- pihak yang diduga terlibat […]

  • Lawan Ketergantungan Gawai, Vinsensius Supriadi Galakkan Gerakan Literasi di Kecamatan Ruteng

    Lawan Ketergantungan Gawai, Vinsensius Supriadi Galakkan Gerakan Literasi di Kecamatan Ruteng

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Manggarai, pijarflores.com – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Manggarai, Vinsensius Supriadi, menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui gerakan literasi. Politisi Fraksi PKB ini turun langsung ke sejumlah sekolah untuk membagikan buku bacaan guna membangkitkan kembali minat baca pelajar. Pembagian buku menyasar tiga sekolah di Kecamatan Ruteng, yakni SMPN 2 Ruteng, SDK […]

  • BPBD Manggarai Salurkan Bantuan Tanggap Darurat ke 9 Desa di Kecamatan Rahong Utara

    BPBD Manggarai Salurkan Bantuan Tanggap Darurat ke 9 Desa di Kecamatan Rahong Utara

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Manggarai, Pijarflores.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat pascagempa ke wilayah Kecamatan Rahong Utara pada Sabtu (22/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak bencana dapat segera terpenuhi. Camat Rahong Utara, Gabriel Egor, mengonfirmasi bahwa armada logistik hari ini telah dikerahkan ke […]

  • Sebulan Lebih Kasus Pembakaran Rumah di Rejing Jalan di Tempat, Korban Desak Polres Mabar Ambil Alih

    Sebulan Lebih Kasus Pembakaran Rumah di Rejing Jalan di Tempat, Korban Desak Polres Mabar Ambil Alih

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Manggarai Barat, Pijarflores.com – Penanganan kasus dugaan kejahatan pembakaran rumah milik Paskalis Supardi di Kampung Rejing, Desa Compang Kules, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai berjalan di tempat. Kecewa karena penyelidikan yang lambat, korban mendesak Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat untuk segera mengambil alih kasus tersebut dari Kepolisian Sektor (Polsek) […]

  • Bupati Manggarai Diperiksa Aswas Kejati NTT, Ini Materi Pemeriksaannya

    Bupati Manggarai Diperiksa Aswas Kejati NTT, Ini Materi Pemeriksaannya

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KUPANG, PIJARFLORES – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, penuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Kamis (13/11/2025) terkait beredarnya rekaman dugaan suap dalam kasus Pengadaan Bibit Bawang Merah, pada tahun 2023. Kehadiran Bupati Hery Nabit ke kantor Kejati NTT, untuk memberikan Keterangan dan Klarifikasi terkait pemberitaan pada sejumlah media lokal […]

  • Cara Unik Dinkes Manggarai Peringati Hari Kesehatan Nasional: Silent Walking Jadi Simbol Pelayanan yang Memulihkan

    Cara Unik Dinkes Manggarai Peringati Hari Kesehatan Nasional: Silent Walking Jadi Simbol Pelayanan yang Memulihkan

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Riky Huwa
    • visibility 67
    • 0Komentar

    RUTENG, PIJARFLORES – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Manggarai tahun ini. Dinas Kesehatan setempat memilih cara yang tak biasa namun sarat makna: Silent Walking, sebuah perjalanan hening yang dimulai dan diakhiri di kawasan Natas Labar, Ruteng. Alih-alih merayakan dengan keriuhan, Dinkes Manggarai mengajak seluruh peserta dari tenaga kesehatan, […]

expand_less