Kisah Haru Marselinus, PPPK di Cibal yang Prioritaskan Tugas Negara Meski Rumah Rusak Akibat Gempa
- account_circle Riky Huwa
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Marselinus Sumardi P3K di Kantor Kecamatan Cibal, yang rumahnya rusak saat gempa M 7,7.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Manggarai, Pijarflores.com – Dedikasi tinggi sebagai abdi negara ditunjukkan oleh Marselinus Sumardi, seorang aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kantor Kecamatan Cibal. Meski rumahnya rusak berat dan keluarganya ikut terdampak gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Manggarai, ia tetap memilih mengutamakan tugas pelayanan masyarakat.
Rumah tinggal Marselinus yang terletak di Dusun Cumpe, Desa Golo, Kecamatan Cibal, mengalami kerusakan parah saat gempa mengguncang pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Kendati dihadapkan pada situasi pelik, ia terpaksa meninggalkan istri dan anak-anaknya di pengungsian demi menjalankan kewajiban dinas.
Saat ditemui di kampung halamannya pada Senin (24/8/2026), Marselinus tampak sibuk bekerja bersama rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Cibal untuk mendistribusikan logistik bantuan.
Ia mengaku sejak hari pertama bencana hingga saat ini, dirinya tidak pernah absen dari pos pelayanan.
“Hari Sabtu dan Minggu pun saya tetap masuk kantor untuk bertugas,” ujar Marselinus dengan tegar.
Bagi Marselinus, statusnya sebagai PPPK menuntut tanggung jawab penuh terhadap masyarakat.
“Sebagai abdi negara, saya harus mengutamakan tugas di atas kepentingan pribadi. Urusan pribadi itu ditaruh di belakang dulu,” tambahnya.
Mengenang peristiwa sabtu kelam tersebut, Marselinus bercerita bahwa keluarganya beruntung bisa selamat.
Sebelum gempa terjadi, anak bungsunya tiba-tiba terbangun dan menangis tanpa sebab. Hal itu membuat Marselinus dan istrinya terjaga, lalu bergegas ke dapur untuk memasak air.
Ketika mereka sedang menikmati kopi, guncangan hebat melanda. Karena posisi sudah terjaga, mereka bisa langsung mengamankan diri keluar rumah.
“Getarannya sangat panjang. Kami keluar sambil berteriak, dan saat menengok ke belakang, dinding-dinding rumah kami sudah runtuh. Dan saat itu istri dan anak-anak saya menangis ” kenangnya.
Marselinus pun bersyukur istri dan kedua putranya kini dalam kondisi sehat.
Meski ikut sibuk mengawal jalannya birokrasi penanganan bencana, Marselinus mengaku sangat terharu saat kampung dan keluarganya mendapat kunjungan langsung dari jajaran tokoh perempuan daerah pada Senin (24/8/2026).
Hadir dalam penyaluran bantuan sembako di Dusun Cumpe tersebut, antara lain Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT Vera Asadoma, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur M. Marcelina Nabit, serta Ketua Bhayangkari Polres Manggarai Tantri Levi.
“Kami sangat bersyukur para ibu pejabat masih meluangkan waktu melihat langsung keluarga saya dan warga di kampung ini. Kami tidak melihat nilai dari apa yang dibawa, namun perhatian ini sangat menguatkan. Kami berdoa agar Tuhan selalu melindungi mereka,” ungkap Marselinus penuh syukur.
Di akhir perbincangan, Marselinus menyelipkan harapan agar dalam proses rehabilitasi pascabencana nanti, pemerintah daerah dapat bersikap adil dalam menyalurkan bantuan tanpa memandang status kepegawaian korban, mengingat dirinya pun merupakan korban terdampak langsung yang membutuhkan perbaikan rumahnya.
- Penulis: Riky Huwa
- Editor: Tim PF

Saat ini belum ada komentar